Selasa, 22 Oktober 2024 16:11 WIB

RS Fatmawati Dukung Diabetesi Rencanakan Makan Sehat untuk Hidup Lebih Baik

Responsive image
Promkes - RSUP Fatmawati Jakarta
230

Jakarta (17/10) - Unit Promosi Kesehatan (UPK) RS Fatmawati bekerja sama dengan Pusat Layanan Diabetes Terpadu (PLDT) menggelar edukasi dengan tema “Perencanaan Makan Bagi Diabetesi”. Kegiatan ini menghadirkan Nurchayatie, S.Gz.MKM.RD sebagai narasumber. Edukasi online ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang mendalam tentang pentingnya pola makan teratur, pengaturan porsi yang tepat, serta jenis nutrisi yang dibutuhkan oleh penderita diabetes.

Edukasi online ini dihadiri kurang lebih 32 peserta yang bergabung melalui Zoom Meeting. Dipandu oleh moderator dari Tim Edukator Diabetes yang dibuka dengan pembahasan umum mengenai perencanaan makan.

 Dalam perencanaan makan diabetesi, penting untuk selalu memperhatikan prinsip 3J, yaitu:

  1. Jadwal: Makan utama dilakukan 3 kali sehari dengan tambahan 2 kali makanan selingan.
  2. Jumlah: Porsi makanan harus disesuaikan dengan kebutuhan individu, yang dihitung berdasarkan usia, jenis kelamin, tinggi badan, berat badan, serta tingkat aktivitas fisik. Penentuan ini dilakukan oleh dokter atau ahli gizi.
  3. Jenis: Pemilihan jenis makanan penting untuk membedakan antara makanan yang dapat dimakan bebas dan makanan yang harus dibatasi.

Narasumber menjelaskan bahwa perencanaan makan yang baik memberikan banyak manfaat bagi diabetesi, antara lain membantu pengendalian kadar gula darah, mencegah fluktuasi gula darah yang terlalu tinggi atau rendah, menjaga berat badan yang sehat, meningkatkan kesehatan jantung, menjaga keseimbangan nutrisi, serta mendukung manajemen stres. Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pola makan yang teratur dan konsisten sangat penting dalam menjaga kualitas hidup penderita diabetes.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan sesi diskusi interaktif. Para peserta secara aktif bertanya mengenai berbagai aspek perencanaan makan. Salah satu peserta bertanya, "Apakah boleh mengganti sarapan dengan oats dan susu kedelai, serta bagaimana dengan camilan berbahan dasar grains seperti granola rendah gula?". Narasumber menjawab, “Boleh saja, asalkan oats dan susu kedelai dikombinasikan dengan potongan buah atau sayur untuk memastikan asupan serat dan vitamin yang cukup. Camilan seperti granola rendah gula juga boleh dikonsumsi, asalkan porsinya tetap terkontrol dan diimbangi dengan makanan berserat lainnya.”

Sebagai penutup, Nurchayatie mengingatkan pentingnya perencanaan makan yang baik sebagai kunci keberhasilan dalam pengelolaan diabetes. Memilih makanan yang sehat, mengatur porsi, dan memperhatikan waktu makan dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Ia juga menekankan pentingnya berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter untuk membuat rencana makan yang sesuai dengan kebutuhan individu. Setiap langkah kecil menuju pola makan yang lebih baik adalah pencapaian besar bagi kesehatan diabetesi.