Kamis, 30 April 2026 16:45 WIB

Make A Wish Indonesia dan Figur Publik Dukung Pasien Anak RSAB Harapan Kita

Responsive image
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta
34

Jakarta - RSAB Harapan Kita kembali menerima kunjungan penuh makna dari yayasan Make-A-Wish Indonesia pada Selasa, 28 April 2026. Kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Make-A-Wish yang secara rutin hadir di RSAB Harapan Kita untuk menghibur serta mewujudkan harapan anak-anak yang tengah menjalani perawatan medis.

Pada kesempatan kali ini, Make-A-Wish turut menggandeng tiga figur publik sekaligus pemeran dari film Kupeluk Kamu Selamanya, yakni Hana Malasan, Dinda Hauw, dan Nissy Ariana Meinard. Kehadiran mereka membawa misi khusus untuk memberikan kebahagiaan dan semangat juang, baik bagi pasien anak maupun para orang tua yang senantiasa mendampingi.

Hana Malasan mengungkapkan bahwa kunjungan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak psikologis yang positif.

"Harapannya, semoga mereka bisa merasakan pelukan hangat, berasa seperti dipeluk, ya. Dan kita juga, mungkin saat pulang nanti, bisa merasakan hal yang sama," ujar Hana sebelum memulai kunjungannya ke ruang rawat inap.

Namun, realita di ruang perawatan seringkali membawa dimensi emosional yang lebih dalam. Interaksi langsung dengan pasien anak dan orang tua (caretaker) nyatanya sangat menyentuh hati para tamu.

"Salut sekali dengan kekuatan caretaker-nya. Bagaimana mereka bisa berdamai dengan keadaannya, lalu kuat untuk menghadapi situasi tersebut," ungkap Hana haru setelah berinteraksi dengan pasien. "Itu yang bikin hatiku sangat terenyuh. Bagaimana mereka bisa menjalani semuanya dengan tetap tegar. Sangat salut dengan ibu-ibu dan anak-anak yang mengalaminya."

Pendekatan emosional yang sama juga dirasakan oleh Dinda Hauw. Melihat perjuangan pasien anak di ruang rawat inap, sisi keibuannya langsung terketuk.
"Aku pasti langsung ingat sama anak aku di rumah, sama Shaka dan Kaba. Aku cuma bisa berdoa, mudah-mudahan anak-anak di sini segera diberikan kesembuhan, dan buat orang tuanya diberikan kekuatan," tutur Dinda.

Sebagai bentuk dukungan moral, Dinda bahkan berusaha keras menahan emosinya selama berada di hadapan pasien. Ia menyadari bahwa energi positif dari pengunjung sangat dibutuhkan untuk menjaga suasana hati pasien dan keluarga.

"Sedih. Tadi aku banyak menahan nangis sebenarnya, karena aku yakin mereka juga tidak mau melihat kitanya sedih, kan? Nanti malah jadi muram. Kita doakan dan semangati teman-teman semuanya," pungkas Dinda.

RSAB Harapan Kita sangat mengapresiasi sinergi bersama Make-A-Wish Indonesia serta kepedulian dari berbagai pihak eksternal. Dukungan moral semacam ini terbukti menjadi elemen krusial yang melengkapi perawatan medis profesional, memberikan "pelukan" penyemangat yang tak terlihat namun sangat dirasakan dampaknya oleh para pejuang kesembuhan. ***