Kamis, 30 April 2026 17:05 WIB

RSCM Perkuat Kerjasama Dengan SCL Group Untuk Deteksi Dini Kanker Melalui Liquid Biopsy

Responsive image
Mrsla - RSUP dr. Cipto Mangunkusumo Jakarta
28

Jakarta (27/04) - Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM) resmi menjalin kerja sama dengan Seoul Clinical Laboratories Group (SCL Group) dari Korea Selatan untuk memperkuat layanan terkait deteksi dini kanker di Indonesia. Kolaborasi ini memperkenalkan teknologi bernama Cancer Find, yakni sebuah inovasi biopsi cair (liquid biopsy) yang mampu mendeteksi potensi kanker hanya melalui pemeriksaan sel darah.

Dilansir dari kemkes.go.id, peningkatan kasus kanker di Indonesia diprediksikan hingga lebih dari 70 persen pada tahun 2050 apabila langkah pencegahan dan deteksi sejak dini tidak diperkuat. Pada awal tahun 2025 sudah tercatat sekitar 400 ribu kasus baru kanker terdeteksi tiap tahunnya, dengan angka kematian mencapai 240 ribu kasus. Tanpa ada penanganan yang efektif, kasus kanker akan semakin membesar, baik dari segi kesehatan masyarakat maupun ekonomi.

Lee Kyoung-Rul selaku Komisaris Utama SCL Group di sela kegiatan menjelaskan bahwa keunggulan utama teknologi Cancer Find adalah kemampuannya dalam mendeteksi keberadaan sel kanker jauh lebih awal dibandingkan metode konvensional. “Melalui teknologi ini, kita dapat mencari apakah melalui sel darah terdapat sel-sel kanker bahkan sebelum dilakukannya X-Ray kepada pasien,” ujarnya melalui penerjemah.

Teknologi ini mampu mengidentifikasi berbagai jenis kanker, termasuk kanker paru-paru, ginjal, hingga kanker payudara. Selain akurasi, metode ini juga menawarkan kemudahan akses bagi masyarakat di daerah terpencil karena hanya memerlukan pengambilan sampel darah yang mudah dikirim ke laboratorium, tanpa prosedur operasional yang rumit.

Direktur Utama RSCM Dr. dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, FINACS, M.Kes menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya pada penggunaan alat, tetapi mencakup aspek pelayanan, riset, dan pendidikan tenaga medis. Langkah ini selaras dengan program prioritas pemerintah Indonesia, yaitu KJSU (Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi). Kerja sama ini mencakup bidang kedokteran presisi, termasuk analisa genetika atau genom untuk mendiagnosis penyakit keturunan (familial genomic).

Biopsi cair ini akan melengkapi metode skrining yang sudah ada, seperti penggunaan penanda tumor (tumor maker) yang selama ini digunakan di rumah sakit. Skrining ini diprioritaskan bagi usia kategori dewasa, khususnya usia 20 tahun ke atas dengan fokus utama pada individu yang memiliki faktor risiko tinggi atau riwayat keluarga pengidap kanker. RSCM berencana memfalisitasi pemeriksaan ini melalui jejaring pengampuan kanker hingga tingkat puskesmas agar deteksi dini dapat menjangkau lapisan bawah masyarakat.

Terkait keberlanjutan teknologi, saat ini sampel pemeriksaan masih dikirimkan ke Korea Selatan. Namun, SCL Group berkomitmen melakukan transfer teknologi melalui pelatihan intensif bagi sumber daya manusia kesehatan di Indonesia selama 6 bulan hingga 1 tahun. “Tujuannya agar pada akhirnya teknologi ini dapat dilakukan langsung secara mandiri di Indonesia,” tambah Lee Kyoung-Rul.

Dengan terealisasinya penandatanganan kesepahaman kedua belah pihak  berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan melalui inovasi teknologi medis terbaru. Melalui kegiatan kerja sama ini, diharapkan RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional akan terus berinovasi dan memberikan layanana prima dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. ***