Jakarta - Memperingati World Thalassemia Day 2026, Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita menggelar rangkaian kegiatan edukatif dan apresiatif dengan tema "Tidak Lagi Tersembunyi: Menemukan yang Belum Terdiagnosis dan Mendukung yang Tidak Terlihat". Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya deteksi dini serta memberikan dukungan moral bagi para penyandang Thalassemia dan keluarganya.
Dalam sambutannya, Direktur Utama RSAB Harapan Kita menyampaikan pesan mendalam bagi para orang tua pasien. Beliau menegaskan bahwa pahlawan sesungguhnya dalam penanganan penyakit ini bukanlah fasilitas medis, melainkan para orang tua yang dengan luar biasa mendampingi buah hati mereka.
“Di balik anak-anak yang hebat, pasti ada orang tua yang sangat hebat. Kami berterima kasih karena Bapak dan Ibu telah dengan tekun menemani anak-anak, bahkan di saat mereka merasa bosan dengan rutinitas rumah sakit dan transfusi,” ujar Direktur Utama dalam sambutannya di hadapan komunitas Thalassemia. Ketekunan ini dianggap sebagai kunci agar anak-anak penyandang Thalassemia tetap dapat beraktivitas normal dan berani memiliki cita-cita tinggi.
Selain aspek emosional, acara ini juga menyoroti kemajuan medis dalam tatalaksana Thalassemia. Salah satu sesi yang menarik perhatian adalah sharing session bersama Priscila, seorang pasien yang telah menjalani inovasi terapi terbaru. Pengalaman Priscila menjadi bukti nyata bahwa kemajuan teknologi medis dapat memberikan kualitas hidup yang lebih baik bagi pasien.
Sejalan dengan misi sebagai Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional, RSAB Harapan Kita bersama Kementerian Kesehatan tengah mematangkan program skrining Thalassemia nasional. Langkah ini diambil agar deteksi dapat dilakukan sejak dini, bahkan sebelum gejala klinis muncul pada bayi yang baru lahir.
Rangkaian acara yang dipandu oleh tim Protokoler ini juga menghadirkan pakar medis sebagai narasumber. dr. Ruth, Sp.A memberikan paparan materi mengenai edukasi dasar Thalassemia dan pemeriksaannya. Sementara itu, Dr. dr. Lidya Pratanu, MS mengupas tuntas pentingnya konseling genetika bagi keluarga.
Kegiatan yang berlangsung dari pukul 09.00 WIB ini juga melibatkan Perhimpunan Orang Tua Penderita Thalassemia Indonesia (POPTI) serta mendapatkan dukungan dari berbagai mitra strategis seperti PT Novel. Sebagai simbol rasa syukur dan kebersamaan, acara ditutup dengan sesi foto bersama dan pemotongan tumpeng oleh Komunitas Thalassemia RSABHK. ***