Makassar – Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar berkolaborasi dengan PT Mindray Medical Indonesia menggelar workshop bertajuk "Optimalisasi Penggunaan dan Pemeliharaan Alat Kesehatan" di Auditorium Lt 8 Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari 10-11 Juni 2026 ini diikuti oleh 98 peserta dari kalangan perawat, analis laboratorium serta tim elektromedis rumah sakit, dan telah terakreditasi dengan bobot 3 SKP (Satuan Kredit Profesi).
Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, Sp.B, FICS, menyambut baik kolaborasi ini. Menurutnya, langkah yang diambil Mindray merupakan sebuah terobosan baru di industri alat kesehatan.
"Saya melihat konsep ini sangat luar biasa dan belum pernah dilakukan oleh perusahaan alat kesehatan yang lain. Oleh karena itu, mudah-mudahan Mindray menjadi pelopor perusahaan alat kesehatan yang dapat mengoptimalkan kembali alat-alat yang ada di seluruh rumah sakit di Indonesia," ujar dr. Annas dalam sambutannya.
Dalam kesempatan tersebut, dr. Annas juga mengakui bahwa produk Mindray kini memiliki kualitas yang sangat bersaing dan krusial dalam menunjang tindakan medis harian, termasuk di bidang spesialisasi bedah yang digelutinya.
"Bisa jadi banyak teman-teman operator di lapangan—baik di OK (kamar operasi), radiologi, maupun laboratorium—sudah punya alat Mindray tetapi belum memahami seluruh fungsi yang ada. Melalui momentum workshop ini, kita bisa mengoptimalkan penggunaannya," tambahnya.
Ia berharap melalui pelatihan ini, para staf elektromedis rumah sakit juga mampu melakukan pemeliharaan ringan secara mandiri tanpa memakan biaya besar (free), sekaligus menjadi bekal pengetahuan berkelanjutan bagi seluruh staf.
Sementara itu, Regional Manager Mindray Medical Indonesia, Dwi Restyantoro, mengungkapkan bahwa workshop ini merupakan wujud komitmen dan tindak lanjut pasca-pemasangan (post-installation) berbagai alat medis Mindray di RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo.
Dwi memaparkan ada tiga rangkaian acara utama yang diusung dalam kegiatan ini:
Preventive Maintenance: Melakukan pemeliharaan pencegahan untuk seluruh alat Mindray yang telah terpasang di rumah sakit.
Refresh Training User: Memberikan pelatihan penyegaran bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis agar dapat mengoperasikan alat dengan benar demi menjaga keselamatan pasien (patient safety) serta mencegah kerusakan akibat salah pemakaian (human error).
Refresh Training Elektromedis: Memberikan pembekalan bagi tim teknisi/elektromedis rumah sakit untuk melakukan penanganan pertama (first-line troubleshooting) saat terjadi gangguan pada alat.
"Kami ingin memastikan seluruh user bisa mengoptimalkan penggunaan alat. Di era efisiensi sekarang ini, sangat penting bagi kita untuk menjaga alat medis dengan baik jangan sampai fungsinya berkurang," jelas Dwi.
Mengingat alat-alat medis Mindray mayoritas terpasang di area dengan fokus pelayanan tinggi—seperti Kamar Operasi (OK), ICU, Laboratorium, dan Gedung Emergency—pihak Mindray menjamin pelaksanaan workshop dua hari ini telah dimitigasi dengan baik.
"Kendati banyak peserta yang bergabung, kami berharap dan berkomitmen agar acara ini tidak mengganggu jalannya pelayanan kepada pasien di departemen-departemen kritis tersebut," pungkas Dwi.***