Jakarta – RSUP Fatmawati secara resmi membuka Workshop Combined Meeting INASHUM–INAPOS–IDOS 2026 yang diselenggarakan pada 28 Juli hingga 2 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi forum ilmiah yang mempertemukan para dokter spesialis ortopedi dari berbagai institusi untuk meningkatkan kompetensi, memperkuat kolaborasi, serta berbagi perkembangan terkini dalam bidang ortopedi.
Pembukaan workshop dilakukan oleh Direktur SDM, Pendidikan, dan Penelitian RSUP Fatmawati, yang menegaskan komitmen rumah sakit dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan berkelanjutan, penelitian, serta kolaborasi ilmiah sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Selama enam hari pelaksanaan, peserta akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan ilmiah yang meliputi seminar, diskusi kasus, presentasi ilmiah, serta sesi berbagi pengalaman klinis. Melalui forum ini, para peserta diharapkan dapat memperbarui pengetahuan dan keterampilan sesuai dengan perkembangan ilmu kedokteran ortopedi, sekaligus memperkuat jejaring profesional antarpraktisi.
Workshop Combined Meeting INASHUM–INAPOS–IDOS 2026 juga menjadi wadah strategis untuk mendorong pertukaran gagasan, inovasi, dan praktik terbaik dalam penanganan berbagai kasus ortopedi. Kolaborasi yang terjalin diharapkan mampu menghasilkan solusi yang berdampak positif terhadap peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya di bidang ortopedi.
RSUP Fatmawati berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini secara optimal untuk memperluas wawasan, meningkatkan kompetensi profesional, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam praktik pelayanan kesehatan. Dengan demikian, hasil dari kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peningkatan keselamatan pasien, mutu layanan, dan kesehatan masyarakat secara luas.
Melalui penyelenggaraan Workshop Combined Meeting INASHUM–INAPOS–IDOS 2026, RSUP Fatmawati kembali menegaskan perannya sebagai rumah sakit pendidikan yang berkomitmen mendukung pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan kolaborasi dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang unggul dan berkelanjutan. ***