Senin, 15 Juni 2026 16:31 WIB

RSAB Harapan Kita Jadi Lokus Visitasi Program Indonesia Every Baby Rescue

Responsive image
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta
290

Jakarta - Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita menerima kunjungan dari delegasi Children's Medical Foundation (CMF) pada Senin, 15 Juni 2026. Kunjungan ini merupakan implementasi dari kerja sama antara Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan CMF melalui program Indonesia Every Baby Rescue (IEBR). Program strategis ini dirancang untuk mendukung percepatan penurunan angka kematian neonatal di Indonesia, yang sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) tahun 2030.

Rangkaian kegiatan hari ini berpusat pada sesi diskusi komprehensif mengenai tata laksana dan implementasi pelayanan neonatal yang dilangsungkan di Ruang Rapat 507 RSAB Harapan Kita. Sesi diskusi mendalam dan evaluasi teknis tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Instalasi Perinatal Terpadu RSAB Harapan Kita, dr. Daulika Yusna, Sp.A, Subsp. Neo (K).

Selain diskusi teoretis, agenda utama kunjungan ini juga diisi dengan kegiatan visitasi langsung ke lapangan. Delegasi CMF berkesempatan meninjau alur pelayanan intensif di ruang Neonatal Intensive Care Unit (NICU) serta ruang bersalin RSAB Harapan Kita, guna melihat secara dekat penerapan mutu layanan klinis, kesiapan fasilitas penunjang medis, serta penerapan standar keselamatan bagi bayi baru lahir.

Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, Sp.A, Subsp. ETIA (K), dalam sambutannya menyoroti tantangan geografis Indonesia yang terdiri dari belasan ribu pulau, yang kerap memicu disparitas akses pelayanan kesehatan. Melalui program pengampuan dari Kementerian Kesehatan, RSAB Harapan Kita berkomitmen penuh untuk mendorong pemerataan kualitas pelayanan maternal dan neonatal hingga ke fasilitas kesehatan di daerah terpencil.

"Kami sangat bersyukur memiliki fasilitas yang memadai untuk menangani ibu dan bayi di sini, tetapi tantangan terbesarnya adalah bagaimana kita bisa memastikan seluruh wilayah di Indonesia mampu memberikan standar pelayanan yang sama. Kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat sistem rujukan neonatal kita agar memberikan hasil keluaran (outcome) yang lebih baik," ungkap dr. Reni.

Sementara itu, perwakilan delegasi CMF, Ms. Guifang selaku Member of Board of Commissioners, menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi yang terjalin. Ia memaparkan bahwa CMF yang didirikan pada tahun 1995 (sebelumnya dikenal sebagai Project HOPE Hong Kong), telah berhasil mengembangkan sistem perawatan neonatal di 106 rumah sakit tingkat kabupaten dan prefektur di Tiongkok.

Setelah kunjungan perdana ke Indonesia pada Mei 2025 lalu untuk meluncurkan program IEBR, delegasi CMF kembali hadir tahun ini untuk mengevaluasi progres program yang telah berjalan selama satu tahun terakhir. Ms. Guifang menambahkan bahwa visitasi kali ini juga bertujuan untuk mengidentifikasi kebutuhan spesifik lainnya di Indonesia agar dapat merancang program baru, khususnya yang berkaitan dengan pengendalian infeksi (infection control).

Diskusi mendalam mengenai implementasi layanan neonatal di fasilitas pelayanan kesehatan ini diharapkan mampu membawa dampak signifikan dalam peningkatan kapasitas tenaga kesehatan. Selain di RSAB Harapan Kita, rangkaian visitasi dan diskusi layanan neonatal bersama tim Kemenkes dan CMF ini juga dijadwalkan akan berlangsung di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo, RSUD R.H. Satibi Kabupaten Bogor (RSUD Cileungsi), dan RSUD Bakti Pajajaran Kabupaten Bogor (RSUD Cibinong). ***