Jumat, 19 Juni 2026 13:43 WIB

Perkuat Layanan Sterilisasi Rumah Sakit RSAB Harapan Kita Terima Kunjungan Studi Banding PIPSI

Responsive image
Humas - RS Anak dan Bunda Harapan Kita Jakarta
101

Jakarta - Pusat Kesehatan Ibu dan Anak Nasional RSAB Harapan Kita menerima kunjungan studi banding dari Perkumpulan Instalasi Pelayanan Sterilisasi Indonesia (PIPSI) pada Kamis, 18 Juni 2026. Bertempat di Ruang Kelas A, Gedung Asrama/Diklat Lt. 5, kegiatan ini dihadiri oleh 31 peserta Pelatihan Dasar Manajemen CSSD (Central Sterile Supply Department) dari berbagai rumah sakit di Indonesia.

Acara pembukaan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan tokoh penting dalam pengelolaan sterilisasi. Direktur Utama RSAB Harapan Kita, dr. Reni Wigati, Sp.A(K), dalam kesempatan ini diwakili oleh Direktur Layanan Operasional, dr. Kamal Amiruddin, MARS. Turut hadir pula Ketua Umum PIPSI, Apt. Dra. Indarwatie N., MM, CHAE, serta Kepala Instalasi Sterilisasi Sentral dan Binatu (ISSB) RSAB Harapan Kita, Dola Veronica Agustia, S.Kep., Ners.

Dalam sambutannya mewakili Direktur Utama, dr. Kamal Amiruddin memberikan apresiasi sekaligus pesan motivasi mendalam kepada seluruh tenaga CSSD yang hadir. Ia menegaskan bahwa profesi sterilisasi memiliki peran yang sangat hebat dan menentukan dalam rantai pelayanan rumah sakit, meskipun acap kali pekerjaannya tidak terlihat langsung oleh pasien.

"Pelayanan anak, tindakan di ruang operasi, tindakan di laboratorium, dan lain-lain, itu tidak bisa jalan tanpa peran dari profesi Anda. Syaratnya operasi harus steril," ujar dr. Kamal.

Ia juga menambahkan bahwa kelangsungan ruang perawatan intensif sangat bergantung pada kesterilan alat dan lingkungan. "NICU, PICU, kamar, mana bisa survive kalau banyak infeksi di dalamnya? Operasi tidak bisa dilaksanakan kalau petugasnya tidak menyiapkan semuanya," tegasnya.

Selain menyoroti vitalnya keahlian teknis, dr. Kamal turut mengajak seluruh peserta untuk menjadikan pekerjaan ini sebagai ladang ibadah. Menurutnya, kesadaran akan besarnya kontribusi CSSD dalam proses pelayanan kesehatan harus menjadi sumber semangat kerja.

"Akan lebih bagus lagi kalau diniatkan untuk ibadah. Hitung-hitungannya tidak satu tambah satu sama dengan dua, tapi lebih dari itu. Jadikan sebagai semangat, sebarkan ilmunya dengan baik," pesan dr. Kamal, yang juga menutup sambutannya dengan interaksi hangat mengajak para peserta mengikuti media sosial resmi RSAB Harapan Kita.

Setelah sesi pembukaan, agenda dilanjutkan dengan paparan materi mengenai Pelayanan CSSD oleh Kepala ISSB, Dola Veronica Agustia. Setelah itu, peserta diajak melakukan telusur ruangan (hospital tour) langsung ke Instalasi Sterilisasi Sentral dan Binatu RSAB Harapan Kita guna melihat secara langsung fasilitas dan implementasi standar operasional yang berjalan.

Kegiatan kunjungan dan studi banding ini diharapkan menjadi sarana yang efektif untuk saling berbagi pengalaman, memperluas wawasan keilmuan, serta menghadirkan berbagai inovasi untuk mendukung peningkatan mutu pelayanan CSSD di masing-masing institusi ***