Rabu, 24 Juni 2026 17:22 WIB

RSOMH Bukittinggi Perkuat Peran dalam Program TBC Melalui In House Training dan On The Job Training Tahun 2026

Responsive image
Humas - RS Otak Dr.Drs.M. Hatta Bukittinggi
62

Bukittinggi – Rumah Sakit Otak Dr. Drs. M. Hatta (RSOMH) Bukittinggi menyelenggarakan kegiatan In House Training dan On The Job Training Peningkatan Keterlibatan dan Kontribusi Rumah Sakit dalam Program Tuberkulosis (TBC) Tahun 2026, Senin, 22 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan upaya penguatan peran rumah sakit dalam mendukung eliminasi TBC melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan jejaring layanan, serta optimalisasi pelaporan kasus TBC.

Kegiatan yang dilaksanakan di RSOMH Bukittinggi tersebut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kota Bukittinggi, manajemen rumah sakit, dokter, perawat, petugas farmasi, petugas laboratorium, serta pengelola program TBC. Sebanyak 19 peserta mengikuti kegiatan yang berlangsung selama satu hari penuh.

Berdasarkan data yang dipaparkan, Kota Bukittinggi tahun 2026 diestimasikan memiliki 613 kasus TBC. Namun yang berhasil ditemukan dan dilaporkan baru mencapai 411 kasus atau sekitar 67 persen. Sebagian besar temuan kasus berasal dari fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL), sehingga keterlibatan aktif rumah sakit menjadi faktor penting dalam meningkatkan cakupan penemuan dan pelaporan kasus TBC.

Kegiatan diawali pemaparan situasi TBC di Kota Bukittinggi oleh DinKes Kota Bukittinggi, dilanjutkan sambutan manajemen RSOMH dan penyampaian materi terkait pembaruan tata laksana TBC oleh narasumber dari KOPI TBC. Peserta juga mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab untuk memperdalam pemahaman mengenai kebijakan terbaru, tata laksana diagnosis dan pengobatan TBC, serta penguatan jejaring layanan TBC.

Selain itu, peserta mendapatkan bimbingan teknis dan pendampingan terkait implementasi program TBC di rumah sakit, termasuk penguatan jejaring internal dan eksternal layanan TBC, surveilans TBC, validasi data pada sistem informasi TBC, serta kolaborasi layanan TB-DM dan TB-HIV.

Melalui kegiatan ini diharapkan seluruh tenaga kesehatan di RSOMH semakin memahami peran strategis rumah sakit dalam jejaring District-based Public Private Mix (DPPM) TBC, sehingga mampu meningkatkan penemuan kasus, keberhasilan pengobatan, serta pelaporan kasus secara tepat dan berkelanjutan.

Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata RSOMH Bukittinggi dalam mendukung target nasional eliminasi TBC melalui pelayanan kesehatan yang bermutu, terintegrasi, dan berorientasi pada keselamatan pasien. ***