Jakarta - Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan bersama Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) serta kementerian terkait secara resmi membuka kegiatan Appraisal Mission untuk Proyek Teaching Hospital Referral Upgrading and System Transformation (TRUST) di Jakarta, pada 22 – 25 Juni 2026. Kegiatan ini merupakan tahapan krusial dalam menilai kesiapan proyek strategis penguatan rumah sakit pendidikan dan sistem rujukan nasional sebelum memasuki proses negosiasi pinjaman.
Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan, dr. Azhar Jaya, S.H., SKM, MARS, secara langsung membuka rangkaian kegiatan yang berlangsung selama empat hari tersebut. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa Proyek TRUST merupakan bagian dari transformasi besar sistem rujukan nasional yang bertujuan meningkatkan kapasitas rumah sakit pendidikan dan rujukan, memperkuat pelayanan spesialistik, serta mempercepat transformasi digital rumah sakit. Appraisal Mission ini menjadi momentum untuk memastikan kesiapan teknis, kelembagaan, pengadaan, hingga manajemen risiko proyek. Proyek ini juga dirancang untuk mendukung percepatan produksi dan pemerataan dokter spesialis di Indonesia melalui penguatan fungsi Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) di delapan lokus rumah sakit
Hadir dalam kegiatan ini para pejabat dari Bappenas, Kementerian Keuangan, BPK RI, serta jajaran direksi dari delapan rumah sakit lokus yang meliputi RSUP dr. Kariadi, RSUP dr. Sitanala, RS Paru dr. Goenawan Partowidigdo, RS Jiwa dr. Radjiman Wediodiningrat, RSUPN dr. Cipto Mangunkusumo, RSUP Fatmawati, RSUP M. Djamil, dan RS dr. Marzoeki Mahdi.
Selama empat hari ke depan, tim AIIB bersama Kementerian Kesehatan, Bappenas, dan Kemenkeu akan membahas sejumlah aspek penting, meliputi desain proyek, manajemen keuangan, perlindungan lingkungan dan sosial, konstruksi dan rencana induk, strategi pengadaan, serta kerangka hasil proyek. Delapan rumah sakit lokus diharapkan dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat peran sebagai pusat layanan rujukan sekaligus pusat pendidikan dokter spesialis yang berkualitas dan berstandar internasional. ***