Jumat, 26 Juni 2026 23:43 WIB

RSOMH Bukittinggi Jadi Narasumber Rakor Teknis P2P Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang

Responsive image
Humas - RS Otak Dr.Drs.M. Hatta Bukittinggi
17

Bukittinggi – Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta (RSOMH) Bukittinggi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kapasitas tenaga kesehatan melalui kegiatan edukasi dan penguatan jejaring pelayanan kesehatan. Hal tersebut diwujudkan melalui partisipasi RSOMH sebagai narasumber pada kegiatan Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Program Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Padang Panjang, Rabu, 24 Juni 2026.

Kegiatan yang berlangsung di The Valmont Hotel Bukittinggi tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan lintas program dan lintas sektor dalam upaya membahas isu-isu prioritas kesehatan di daerah. Pada kesempatan tersebut, RSOMH dipercaya menyampaikan materi bertajuk β€œPengenalan Gejala, Tata Laksana Gawat Darurat (Stabilisasi dan Rujukan), serta Edukasi Pencegahan Stroke di FKTP.”

Dalam kegiatan ini dr. Ruhaya Fitrina, Sp.N(K).Sub.Sp.NRE sebagai narasumber dari RSOMH Bukittinggi menyampaikan materi yang tujuannya agar peserta lebih meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini gejala stroke, bagaimana langkah-langkah penanganan awal yang tepat, serta mekanisme rujukan yang efektif guna meningkatkan peluang keselamatan dan kualitas hidup pasien. Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai apa saja upaya promotif dan preventif yang dapat dilakukan di tingkat fasilitas kesehatan primer untuk menekan angka kejadian stroke di masyarakat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan terjalin sinergi yang semakin kuat antara RSOMH dan Dinas Kesehatan dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat sistem rujukan, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan dan penanganan stroke secara tepat dan cepat.

Partisipasi RSOMH sebagai narasumber merupakan bagian dari komitmen rumah sakit untuk terus mendukung pembangunan kesehatan melalui edukasi, kolaborasi, dan penguatan kapasitas sumber daya manusia kesehatan demi terwujudnya pelayanan yang lebih berkualitas bagi masyarakat.***