Sabtu, 27 Juni 2026 00:49 WIB

Forum Mutu RS Kariadi Bahas Sistem EAset sebagai Upaya Pengelolaan Risiko Barang Milik Negara di Rumah Sakit

Responsive image
Humas - RSUP dr. Kariadi Semarang
18

Semarang - Dalam rangka memperkuat tata kelola Barang Milik Negara (BMN) yang akuntabel dan berbasis risiko, RSUP Dr. Kariadi menyelenggarakan Forum Mutu dengan tema "Sistem E-Aset Sebagai Kelolaan Risiko Barang Milik Negara di Rumah Sakit." Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman seluruh unit kerja mengenai pentingnya pengelolaan aset yang terintegrasi untuk mendukung pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan berkelanjutan.

Pada forum tersebut disampaikan bahwa pengelolaan aset tidak lagi sekadar berfokus pada pencatatan administrasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam manajemen risiko rumah sakit. Melalui penerapan Sistem E-Aset, data aset dapat dikelola secara akurat sehingga mendukung pengambilan keputusan, menjaga keselamatan pasien, serta menjamin keberlangsungan layanan kesehatan.

Materi yang disampaikan mengulas klasifikasi aset berbasis risiko pelayanan, yang menjadi dasar dalam menentukan prioritas inventarisasi dan pengelolaan aset. Klasifikasi tersebut meliputi Revenue Critical (RC), yaitu aset yang menghasilkan pendapatan secara langsung seperti MRI, CT Scan, Cathlab, dan LINAC. Patient Safety Critical (PS), yaitu aset yang berdampak langsung terhadap keselamatan pasien, seperti ventilator, defibrillator, dan patient monitor. Service Continuity Critical (SC), yaitu aset pendukung layanan kritis, meliputi server, PACS, UPS, genset, jaringan, serta medical gas.

High Value Asset (HV), yaitu aset bernilai tinggi namun tidak termasuk fungsi kritis. Building, Infrastructure & Land (BI/LA) yang mencakup tanah, gedung, bangunan, jalan, dan jembatan. General Asset (GA), yaitu aset umum non-kritis seperti meja, kursi, lemari, rak, dan mebel lainnya.

Selain klasifikasi aset, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai berbagai risiko yang dapat timbul akibat kesalahan pengelolaan aset, antara lainย Risiko temuan auditor, akibat ketidaksesuaian administrasi maupun kondisi fisik aset. Risiko keselamatan pasien, apabila alat medis rusak, tidak tersedia, atau tidak terkalibrasi sehingga berpotensi menghambat pelayanan. Risiko operasional, berupa terganggunya pelayanan akibat aset kritis yang tidak terkelola dengan baik. Risiko hukum, yang dapat muncul akibat dokumen kepemilikan maupun administrasi aset yang tidak lengkap.

Sebagai langkah mitigasi, forum menekankan pentingnya pelaksanaan inventarisasi secara berkala, pelaporan mutasi dan peminjaman aset, pelaporan kerusakan, validasi kondisi dan lokasi aset, serta tindak lanjut melalui Sistem E-Aset agar seluruh informasi aset selalu mutakhir dan dapat dipertanggungjawabkan.

Melalui penyelenggaraan Forum Mutu ini, diharapkan seluruh pegawai semakin memahami bahwa pengelolaan BMN merupakan tanggung jawab bersama. Penerapan Sistem E-Aset diharapkan mampu meningkatkan kualitas tata kelola aset, meminimalkan risiko, mendukung kepatuhan terhadap regulasi, serta memastikan pelayanan kepada pasien tetap berjalan secara optimal, aman, dan berkesinambungan. ***