Bukittinggi – Sebagai upaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan bayi, RS Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi melaksanakan Kegiatan Jejaring Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK) bersama fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama di wilayah Kota Bukittinggi.
Kegiatan yang berlangsung selama Agustus hingga awal September 2026 ini melibatkan Puskesmas, tenaga kesehatan dari Bidan Praktik Mandiri (BPM). Melalui kegiatan ini, RS Otak M. Hatta Bukittinggi sebagai rumah sakit penyelenggara PONEK berperan sebagai pembina dalam memperkuat koordinasi dan sistem rujukan kegawatdaruratan maternal dan neonatal.
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih menjadi indikator penting dalam pembangunan kesehatan. Sebagian besar kasus kematian tersebut dipengaruhi oleh keterlambatan dalam pengambilan keputusan, keterlambatan mencapai fasilitas kesehatan, maupun keterlambatan penanganan di fasilitas kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan sistem rujukan yang cepat, terintegrasi, dan didukung komunikasi yang efektif antar fasilitas pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan jejaring ini, peserta mendapatkan pembinaan mengenai penguatan deteksi dini risiko tinggi kehamilan, penanganan awal kegawatdaruratan maternal dan neonatal, penyamaan persepsi terhadap alur rujukan terpadu, serta penguatan komunikasi antar jejaring pelayanan kesehatan.
Selain meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, kegiatan ini juga menjadi wadah untuk membangun komitmen bersama dalam memperkuat koordinasi antara Bidan Praktik Mandiri, klinik swasta, Puskesmas, dan rumah sakit rujukan PONEK sehingga pelayanan kepada ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, maupun bayi baru lahir dapat dilakukan secara lebih cepat, tepat, dan berkesinambungan.
Melalui pelaksanaan Jejaring PONEK ini, diharapkan terbentuk sistem rujukan maternal dan neonatal yang semakin efektif, didukung oleh komunikasi yang responsif, evaluasi kasus secara berkala, serta peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di setiap jejaring pelayanan. Sinergi yang kuat antar fasilitas kesehatan menjadi salah satu kunci dalam mewujudkan pelayanan yang berkualitas sekaligus mendukung upaya penurunan Angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi di Kota Bukittinggi.***