Sukoharjo - Soeharso kembali memperkuat perannya dalam pengembangan kompetensi tenaga kesehatan melalui penyelenggaraan โPelatihan Asuhan Keperawatan Cedera Tulang Belakang Komprehensif bagi Perawat di Rumah Sakitโ. Kegiatan yang berlangsung pada 18โ21 Agustus 2026 bertempat di ruang workshop lt 3 gedung perkantoran RSO Soeharso ini menjadi momentum penting sekaligus launching pelaksanaan pelatihan pertama yang mengacu pada kurikulum terakreditasi dari Ditmutu Kementerian Kesehatan RI yang dikembangkan oleh RSO Soeharso.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh RSO Soeharso sebagai Institusi Penyelenggara Pelatihan Bidang Kesehatan Terakreditasi A, dengan sasaran utama profesi perawat. Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui platform Plataran Sehat, sebagai bagian dari upaya mendukung peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kesehatan melalui pembelajaran yang terstandar.
Sebanyak 25 peserta mengikuti pelatihan perdana ini, yang terdiri atas 20 perawat internal RSO Soeharso dan 5 perawat dari institusi eksternal. Komposisi peserta tersebut sekaligus mencerminkan komitmen RSO Soeharso untuk tidak hanya meningkatkan kapasitas internal, tetapi juga berkontribusi terhadap penguatan kompetensi perawat dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan. Selain itu pelatihan ini juga bentuk komitmen RSO Soeharso dalam meningkatkan standar pelayanan kesehatan ortopedi, khususnya pada penanganan kasus cedera tulang belakang (spinal cord injury). Penanganan cedera tulang belakang membutuhkan pendekatan multidisiplin dan intervensi keperawatan yang sangat krusial, mulai dari fase akut, rehabilitasi, hingga pemulihan jangka panjang untuk mencegah komplikasi permanen pada pasien.
Direktur Layanan Operasional, Ners. Ahmad Rizai, S.Kep, MARS, dalam sambutannya menyampaikan betapa krusialnya peran perawat dalam memengaruhi hasil akhir kualitas hidup pasien cedera tulang belakang.
"Cedera tulang belakang adalah kondisi yang mengubah kehidupan pasien dan keluarganya dalam sekejap. Di ruang perawatan, perawat bukan sekadar pelaksana tindakan medis, melainkan benteng pertahanan utama pasien. Sentuhan, kecermatan, dan keputusan keperawatan dalam hitungan detik di fase akut maupun kesabaran saat mendampingi proses rehabilitasi dapat menentukan apakah seorang pasien bisa kembali mandiri atau kehilangan harapannya," ujar Ahmad Rizai.
"Melalui pelatihan berbasis kurikulum Ditmutu Kemenkes ini, kami tidak hanya ingin mentransfer ilmu dan keterampilan klinis. Kami ingin mentransformasi empati menjadi kompetensi standar tinggi. RSO Soeharso ingin memastikan bahwa setiap perawat di Indonesia memiliki ketajaman klinis serta rasa kemanusiaan yang mendalam ketika mendampingi pasien cedera tulang belakang menuju pemulihan," tambahnya.
Penerapan kurikulum Ditmutu Kemenkes menjamin standar pelatihan yang terukur, akuntabel, dan sesuai dengan perkembangan ilmu keperawatan terkini. Diharapkan alumni pelatihan ini siap menjadi garda terdepan dalam memberikan asuhan keperawatan cedera tulang belakang yang aman, berkualitas, dan berorientasi pada keselamatan pasien (patient safety).
Pengembangan kurikulum oleh RSO Soeharso menjadi bagian dari kontribusi rumah sakit sebagai pusat layanan ortopedi dan traumatologi dalam menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pelayanan. Pengalaman klinis dan kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki RSO Soeharso diharapkan dapat memberikan nilai tambah dalam proses pembelajaran, khususnya pada penanganan pasien dengan cedera tulang belakang.
Pelaksanaan pelatihan perdana ini juga menjadi langkah strategis RSO Soeharso dalam memperluas peran sebagai institusi penyelenggara pelatihan bidang kesehatan. Status akreditasi A menjadi landasan untuk terus menghadirkan program pelatihan yang bermutu, terstandar, dan berorientasi pada peningkatan kompetensi tenaga kesehatan.
Pelatihan ini terbuka bagi perawat di lingkungan RSO Soeharso maupun tenaga kesehatan dari berbagai fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) di seluruh Indonesia yang ingin memperdalam spesialisasi keperawatan ortopedi.
Ke depan, RSO Soeharso berkomitmen untuk terus mengembangkan dan menyelenggarakan berbagai program pelatihan bidang kesehatan sesuai kebutuhan pelayanan dan perkembangan ilmu pengetahuan, serta memperluas akses pembelajaran bagi tenaga kesehatan di Indonesia melalui Plataran Sehat. ***