Rabu, 12 Agustus 2026 15:55 WIB

Optimalkan Pendapatan dan Mutu Rekam Medis RSUP Dr Wahidin Sudirohusodo Perkuat Kualitas Klaim Berbasis AI

Responsive image
KML - RSUP dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar
37

Makassar - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar menggelar Workshop Perbaikan Kualitas Klaim di Auditorium Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak, Sabtu, 8 Agustsu 2026. Langkah strategis ini diambil guna meningkatkan kompetensi tenaga medis dalam pengisian kode ICD-10 dan ICD-9 secara akurat, tepat, dan konsisten demi menopang stabilitas finansial serta mutu rekam medis rumah sakit.

Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, dr. Annas Ahmad, Sp.B, FICS, FISQua, AIFO-K, mengungkapkan bahwa ketepatan tata kelola klaim kini menjadi krusial di tengah tantangan pembiayaan kesehatan nasional. Melalui sinkronisasi persepsi antar-elemen rumah sakit, pengajuan klaim ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diharapkan kian optimal.

"Apa yang kita laksanakan hari ini adalah momentum untuk meningkatkan kualitas klaim rumah sakit, yang tentu berdampak langsung pada revenue (pendapatan) kita," ujar Annas saat membuka acara secara resmi.

Sebagai langkah inovatif jangka panjang, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo kini tengah mempersiapkan integrasi teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan secara mandiri oleh tim Sistem Informasi Rumah Sakit (SIRS) guna memperkuat sistem verifikasi.

"Saya berharap ke depan seluruh klaim rumah sakit, terutama kelengkapan administrasinya, sudah terverifikasi oleh sistem AI yang kita buat sebelum diajukan ke BPJS," tutur Annas.

Langkah digitalisasi ini juga dipersiapkan untuk membekali rumah sakit dalam menghadapi implementasi Indonesian Diagnostic Related Groups (iDRG) di masa mendatang.

Di akhir sambutannya, dr. Annas menekankan bahwa secanggih apa pun sistem teknologi yang diterapkan, kunci keberhasilan utama tetap bertumpu pada hilangnya ego sektoral dan penguatan komitmen kerja sama tim.

"Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. DPJP, coder, verifikator, dan manajemen (keuangan) harus bergerak bersama. Jika ada temuan dari coder, silakan dikomunikasikan. Sebaliknya, para DPJP diharapkan terbuka saat menerima konfirmasi terkait perbaikan resume medik. Dengan begitu, rumah sakit aman, DPJP pun nyaman," pungkasnya.

Workshop yang digelar secara bauran (hybrid) luring dan daring ini turut menghadirkan sejumlah narasumber ahli serta diikuti oleh puluhan DPJP dan tenaga administrasi sebagai wujud komitmen bersama membawa RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo ke arah yang lebih baik.***