Jakarta – Kementerian Kesehatan meluncurkan seleksi 25 program studi (prodi) baru Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) berbasis rumah sakit atau Hospital-Based pada Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) Batch V.
Hal tersebut disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, dr. Azhar Jaya, dalam agenda Peluncuran Seleksi Program Studi Baru Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) dan Serah Terima PPDS Batch IV di Kementerian Kesehatan, Jakarta Selatan, Kamis (3/9).
dr. Azhar kemudian menyebut sejumlah program studi spesialis dasar yang akan dibuka, yakni Anestesiologi dan Terapi Intensif, Obstetri dan Ginekologi, Radiologi, Ilmu Penyakit Dalam, Ilmu Kesehatan Anak, serta Ilmu Bedah.
Selain spesialis dasar akan dibuka juga pendidikan hospital-based untuk kelompok Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrologi (KJSU). Adapun program yang disebut dr. Azhar meliputi Bedah Saraf, Bedah Toraks Kardiovaskular (BTKV), Jantung dan Pembuluh Darah, Kedokteran Nuklir dan Teranostik Molekuler, Urologi, Ortopedi dan Traumatologi, serta Mata. Penambahan ini diharapkan dapat mempercepat pemenuhan dokter spesialis di Indonesia, terutama di wilayah yang masih kekurangan dokter.
Program tersebut akan diselenggarakan di sejumlah rumah sakit, di antaranya RSUP Fatmawati, RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso, RSU Hermina Depok, RS Ibu dan Anak Bunda, RSAB Harapan Kita, RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou, RSUP Persahabatan, RSUP Dr. M. Djamil, RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo, dan RSUD dr. Iskak Tulungagung, RS. PON Mahar Mardjono, RSUP Adam Malik, RSUD Saiful Anwar, RSUP M. Hoesin Palembang, RSUD Soedarso, RS Murni Teguh, RSUP Kariadi, RSUD Moewardi, RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah, RS JEC @ Kedoya, RSUD Soebandi, RSPAD Gatot Soebroto, dan RS Islam Muhammadiyah Jakarta Cempaka Putih.
Peluncuran dan serah terima tersebut juga dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Prof. Dr. Pratikno, M.Soc.Sc, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan, M.Pd, Deputi III Kantor Staf Kepresidenan, Dr. H. Yan Hiksas, MM, President & CEO ACGME International, Dr. James A. Arrighi, serta Direktur Utama dan jajaran Pimpinan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) baik RS Pemerintah maupun swasta.
Dalam kesempatan yang sama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan , diskusi program Hospital-Based dimulai pada saat pandemi Covid-19 dimana masih terbatasnya jumlah dokter spesialis dan belum meratanya distribusi tenaga spesialis di Indonesia.
Menurutnya, pengembangan pendidikan spesialis tidak cukup hanya dengan menambah jumlah peserta didik, tetapi juga harus memperluas rumah sakit yang menjadi pusat pendidikan dan memastikan kualitas pendidikan sesuai standar internasional.
“Hospital-based-nya jalan karena kita harus memperbanyak sentra pendidikannya. Kita tidak punya 3.000 fakultas kedokteran, tetapi kita punya 3.200 rumah sakit. Di luar negeri pendidikan postgraduate medical education juga dilakukan di rumah sakit,” ujar Menkes Budi.
Dalam kesempatan tersebut, sebanyak 54 peserta PPDS Batch IV diserahterimakan kepada enam RSPPU, yakni RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita untuk Prodi Jantung dan Pembuluh Darah sebanyak 10 peserta, RS Anak dan Bunda Harapan Kita untuk Prodi Ilmu Kesehatan Anak sebanyak 8 peserta, RS Kanker Dharmais untuk Prodi Onkologi Radiasi sebanyak 6 peserta, RS Ortopedi Prof. Dr. R. Soeharso untuk Prodi Ortopedi dan Traumatologi sebanyak 10 peserta, RS Mata Cicendo untuk Prodi Ilmu Kesehatan Mata sebanyak 10 peserta, serta RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono untuk Prodi Neurologi sebanyak 10 peserta.