Rabu, 16 September 2026 11:27 WIB

RS Soeharto Heerdjan Perkuat Sinergi Pelayanan Kesehatan bagi WBS Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng

Responsive image
Humas - RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta
55

Jakarta - Rumah Sakit Soeharto Heerdjan (RSSH) melakukan kunjungan ke Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan Sosial (WBS), khususnya penyandang gangguan jiwa yang juga membutuhkan penanganan kesehatan fisik atau umum, pada Selasa, 15 September 2026.

Kunjungan ini menjadi momentum untuk membahas kebutuhan layanan kesehatan WBS, tantangan dalam sistem rujukan BPJS Kesehatan, serta peluang penguatan akses pelayanan melalui kolaborasi antara rumah sakit dan panti sosial.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Medik dan Keperawatan RS Soeharto Heerdjan dr Rahmi Handayani, Sp.KJ., MARS menyampaikan paparan mengenai transformasi RSSH yang kini berkembang menjadi Rumah Sakit Umum (RSU).

Transformasi ini merupakan bagian dari penguatan layanan kesehatan yang tidak hanya berfokus pada kesehatan jiwa, tetapi juga mencakup pelayanan kesehatan fisik atau umum. Dengan pengembangan tersebut, RSSH memiliki peluang untuk memberikan layanan yang lebih komprehensif bagi masyarakat, termasuk WBS panti sosial yang memiliki kebutuhan kesehatan beragam.

Perluasan cakupan layanan ini diharapkan dapat mendukung penanganan pasien secara lebih menyeluruh, baik dari aspek kesehatan jiwa maupun kondisi medis lainnya yang memerlukan pemeriksaan dan perawatan.

Salah satu pembahasan penting dalam kunjungan adalah kendala yang dihadapi Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng dalam mengakses layanan kesehatan melalui sistem rujukan BPJS Kesehatan.

Pihak panti menyampaikan bahwa ketentuan sistem rujukan, yang pada praktiknya mengharuskan satu rujukan berasal dari satu fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP), menjadi tantangan tersendiri dalam memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan WBS.

Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena WBS tidak hanya membutuhkan layanan kesehatan jiwa, tetapi juga pemeriksaan dan penanganan berbagai keluhan kesehatan umum. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi yang baik antara pihak panti, fasilitas kesehatan tingkat pertama, dan rumah sakit rujukan agar kebutuhan pelayanan dapat ditangani sesuai ketentuan yang berlaku.

Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng saat ini membina sebanyak 811 Warga Binaan Sosial (WBS).

Dari jumlah tersebut, selain mengalami gangguan jiwa, sekitar 90 persen WBS juga menderita penyakit fisik atau penyakit umum. Data ini menunjukkan bahwa kebutuhan pelayanan kesehatan di lingkungan panti sosial sangat kompleks dan membutuhkan perhatian berkelanjutan.

Kondisi kesehatan fisik yang menyertai gangguan jiwa dapat memerlukan pemeriksaan medis, pengobatan, pemantauan kondisi kesehatan, serta tindak lanjut sesuai kebutuhan masing-masing WBS. Dengan demikian, penguatan akses terhadap layanan kesehatan umum menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kualitas hidup WBS.

Transformasi RSSH menjadi RSU diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi pelayanan yang lebih luas, sehingga kebutuhan kesehatan jiwa dan fisik WBS dapat memperoleh perhatian secara terpadu.

Sebagai tindak lanjut dari kunjungan dan pembahasan tersebut, pihak Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng berencana melakukan pemetaan atau mapping terhadap WBS yang berpotensi dirujuk ke RS Soeharto Heerdjan.

Pemetaan ini bertujuan untuk mengidentifikasi WBS yang membutuhkan pemeriksaan atau penanganan lebih lanjut di rumah sakit, baik terkait kondisi kesehatan jiwa maupun penyakit fisik atau umum yang menyertainya.

Melalui pemetaan yang terarah, diharapkan proses identifikasi kebutuhan layanan dapat dilakukan secara lebih sistematis. Selanjutnya, koordinasi rujukan dapat disiapkan dengan memperhatikan kondisi medis WBS, kelengkapan administrasi, serta ketentuan sistem rujukan BPJS Kesehatan yang berlaku.

Langkah ini juga diharapkan menjadi dasar bagi penguatan komunikasi dan koordinasi antara Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng dengan RS Soeharto Heerdjan dalam mendukung pelayanan kesehatan WBS.

Kunjungan ke Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng menegaskan pentingnya kolaborasi lintas institusi dalam memberikan pelayanan kesehatan yang inklusif dan berkesinambungan.

Dengan jumlah WBS yang mencapai 811 orang serta tingginya prevalensi penyakit fisik atau umum yang menyertai gangguan jiwa, diperlukan sinergi antara panti sosial, fasilitas kesehatan tingkat pertama, dan rumah sakit untuk memastikan kebutuhan kesehatan WBS dapat diidentifikasi dan ditangani secara tepat.

RS Soeharto Heerdjan berkomitmen untuk terus memperkuat transformasi pelayanan kesehatan melalui pengembangan layanan sebagai Rumah Sakit Umum, sekaligus mendukung upaya peningkatan akses pelayanan kesehatan bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Kolaborasi dengan Panti Sosial Bina Laras Harapan Sentosa 1 Cengkareng diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam membangun sistem koordinasi pelayanan yang lebih terintegrasi, berorientasi pada kebutuhan pasien, dan mendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang bermutu bagi seluruh masyarakat. ***