Rabu, 16 September 2026 15:53 WIB

RS Soeharto Heerdjan Tingkatkan Layanan Psikiatri Anak dan Remaja melalui FGD dan Pengembangan Intervensi Psikososial

Responsive image
Humas - RS Jiwa Dr. Soeharto Heerdjan Jakarta
15

Jakarta - Rumah Sakit Soeharto Heerdjan (RSSH) terus mendorong penguatan layanan kesehatan jiwa bagi anak dan remaja. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Instalasi Psikiatri Anak dan Remaja yang membahas pengembangan layanan elektrofisiologi psikiatri serta model intervensi psikososial terintegrasi “KUAS BIRU” untuk anak dan remaja, pada Rabu, 16 September 2026.

Kegiatan FGD menjadi ruang diskusi bagi tim layanan untuk membahas berbagai aspek dalam pengembangan pelayanan kesehatan jiwa anak dan remaja, khususnya dalam menghadapi permasalahan emosi dan perilaku. Melalui forum ini, berbagai gagasan dan pengalaman pelayanan dapat dibahas secara lebih terarah untuk mendukung peningkatan mutu layanan.

Salah satu topik yang menjadi perhatian adalah layanan elektrofisiologi psikiatri. Layanan elektrofisiologi merupakan bagian dari pengembangan layanan neuropsikiatri RSSH. Rumah sakit ini telah menyediakan sejumlah terapi elektrofisiologi psikiatri, antara lain Transcranial Magnetic Stimulation (TMS), Electroconvulsive Therapy (ECT), dan Neurofeedback, sebagai bagian dari layanan penunjang psikiatri sesuai indikasi medis.

Selain membahas aspek elektrofisiologi, FGD juga mengangkat model terintegrasi intervensi psikososial “KUAS BIRU”. Program tersebut merupakan salah satu inovasi RSSH dalam mendukung pelayanan kesehatan mental anak dan remaja. Sebelumnya, RSSH menjelaskan KUAS BIRU sebagai program yang dikembangkan untuk mendukung anak dan remaja dengan berbagai kondisi, antara lain autisme, ADHD, kesulitan belajar, disabilitas intelektual, gangguan perkembangan, serta gangguan mental lainnya.

Pendekatan psikososial dalam layanan anak dan remaja memiliki peran penting karena proses pemulihan tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga membutuhkan dukungan keluarga, lingkungan sosial, pendidikan, komunikasi, serta pengembangan kemampuan anak dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Pendekatan berbasis komunitas dalam program KUAS BIRU juga melibatkan kolaborasi dengan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat.

Melalui kegiatan FGD ini, Instalasi Psikiatri Anak dan Remaja RSSH terus membuka ruang untuk evaluasi, pengembangan, dan integrasi berbagai pendekatan pelayanan. Hal tersebut sejalan dengan upaya RSSH dalam menghadirkan pelayanan kesehatan jiwa yang komprehensif dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Saat ini, Poli Psikiatri Anak dan Remaja merupakan salah satu layanan rawat jalan yang tersedia di RS Soeharto Heerdjan. Pelayanan tersebut menjadi bagian dari layanan rawat jalan RSSH bersama berbagai layanan lainnya.

Penguatan layanan kesehatan jiwa anak dan remaja diharapkan dapat memberikan dukungan yang semakin komprehensif bagi anak, remaja, dan keluarga. Dengan menggabungkan pendekatan medis, psikologis, psikososial, serta kolaborasi lintas pihak, RSSH terus berkomitmen mengembangkan pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas dan berkelanjutan. ***