Kamis, 17 September 2026 10:20 WIB

RS M Djamil Dukung Akreditasi Program Studi Penyakit Dalam Subspesialis FK Unand

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
36

Padang - RS M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan kedokteran, penelitian, dan pelayanan kesehatan melalui sinergi bersama Fakultas Kedokteran Universitas Andalas. Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui kehadiran jajaran direksi RS M. Djamil dalam kegiatan Asesmen Lapangan Program Studi Penyakit Dalam Program Subspesialis Fakultas Kedokteran Universitas Andalas oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes), di Aula Student Center Prof. dr. M. Sjaaf, yang berlangsung pada Kamis, 17 September 2026.

Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, bersama Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian, dr. Maliana, M.Kes, menghadiri rangkaian asesmen tersebut. Dalam kegiatan tersebut, Tim LAM-PTKes yang hadir terdiri dari Prof. Dr. dr. Maimun Syukri, Sp.PD-KGH, FINASIM, Prof. Dr. dr. Dharma Lindarto, Sp.PD-KEMD, FINASIM, dan Dr. dr. Ria Bandiara, Sp.PD-KGH, FINASIM.

Tim melakukan asesmen terhadap berbagai aspek penyelenggaraan Program Studi Penyakit Dalam Program Subspesialis. Termasuk dukungan institusi, proses pendidikan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, pelayanan klinis, penelitian, serta keterkaitan antara proses pendidikan dengan mutu pelayanan kepada pasien.

Dalam sambutannya, Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama sekaligus rumah sakit rujukan dengan ragam layanan kesehatan subspesialis di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya, RS M. Djamil memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan lingkungan pendidikan yang mampu menjawab kebutuhan perkembangan ilmu kedokteran.

“Sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama sekaligus rumah sakit rujukan ragam layanan kesehatan subspesialis di wilayah Sumatera Barat dan sekitarnya, RS M. Djamil berkomitmen untuk menjadi wahana pendidikan, penelitian, dan pelayanan medis yang terintegrasi,” ujar Dovy.

Menurutnya, kualitas lulusan dokter subspesialis sangat erat kaitannya dengan pengalaman pendidikan yang diperoleh selama menjalani proses pembelajaran klinis. Kompleksitas kasus yang ditangani serta dukungan teknologi dan fasilitas medis menjadi bagian penting dalam membentuk kompetensi peserta didik. “Kami menyadari kualitas lulusan dokter subspesialis sangat ditentukan oleh kompleksitas kasus serta keunggulan teknologi medis yang dipelajari selama masa pendidikan,” katanya.

Dovy menjelaskan, RS M. Djamil terus melakukan pengembangan layanan dan mencatatkan berbagai pencapaian yang sekaligus menjadi modal penting bagi proses pembelajaran para peserta Program Pendidikan Dokter Spesialis dan Subspesialis. Pengembangan tersebut dilakukan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien, tetapi juga memastikan peserta didik memperoleh pengalaman klinis yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan ilmu kedokteran.

Salah satu bidang yang terus diperkuat adalah layanan nefrologi dan hipertensi. RS M. Djamil telah berkembang sebagai salah satu pusat rujukan terapi pengganti ginjal di Sumatera Barat. Pelayanan yang diberikan tidak hanya mencakup tindakan hemodialisis secara rutin, tetapi juga diperkuat melalui kesiapan sumber daya manusia, tim klinis, serta infrastruktur untuk pengembangan program unggulan transplantasi ginjal.

Penguatan tersebut juga berjalan seiring dengan peningkatan kemampuan dalam menangani kasus-kasus nefrologi dan hipertensi yang kompleks dengan dukungan teknologi medis terkini. Kondisi ini memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berhadapan secara langsung dengan kasus-kasus yang memiliki tingkat kompleksitas tinggi dan membutuhkan pendekatan multidisiplin.

Selain bidang nefrologi, RS M. Djamil juga terus mengembangkan layanan diabetes serta penyakit metabolik dan endokrin. “Sebagai salah satu pusat rujukan, pelayanan diberikan secara komprehensif mulai dari tata laksana krisis endokrin, pemantauan glukosa berkelanjutan, penanganan gangguan tiroid dan kelenjar adrenal yang kompleks, hingga penanganan kasus adenoma hipofisis melalui kolaborasi multidisiplin dengan berbagai bidang terkait, termasuk bedah saraf dan THT,” sebutnya.

Keberadaan layanan-layanan unggulan tersebut dinilai memberikan nilai tambah dalam proses pendidikan dokter subspesialis penyakit dalam. Peserta didik tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis dari proses akademik, tetapi juga mendapatkan pengalaman klinis melalui keterlibatan dalam penanganan pasien dengan beragam kondisi dan tingkat kompleksitas.

“Melalui keberadaan pusat-pusat unggulan ini, para PPDS Subspesialis Ilmu Penyakit Dalam tidak hanya mendapatkan pemahaman teoritis, tetapi juga terlibat langsung dalam penanganan kasus multidisiplin. Hal ini secara nyata menambah keterampilan klinis dan memperkaya pengetahuan yang relevan dengan perkembangan ilmu kedokteran modern,” ungkap Dovy.

Ia menambahkan proses asesmen lapangan dan akreditasi bukan sekadar kegiatan administratif, melainkan menjadi momentum evaluasi bersama untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan berjalan sesuai standar yang ditetapkan. Keselamatan pasien dan mutu pendidikan harus menjadi dua hal yang berjalan beriringan.

“Proses akreditasi ini merupakan cermin bagi kita bersama untuk memastikan bahwa standar pelayanan pasien atau patient safety dan standar pendidikan berjalan berdampingan secara harmonis,” tutur Dovy.

Manajemen RS M. Djamil, lanjutnya, akan terus memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan pendidikan dokter subspesialis melalui penyediaan sarana medis modern, ruang pembelajaran yang kondusif, fasilitas penelitian klinis, serta penguatan iklim akademik yang kolaboratif. “Manajemen RS M. Djamil berkomitmen memberikan dukungan penuh pada penyediaan sarana medis modern, ruang pembelajaran yang kondusif, sarana riset klinis, serta penguatan iklim akademik yang kolaboratif,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Dr. dr. Sukri Rahman, Sp.THT-BKL, Subsp.Onk(K), FACS, FFSTEd, menyampaikan asesmen lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan penyelenggaraan pendidikan subspesialis memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan. Pentingnya kolaborasi antara institusi pendidikan dan rumah sakit pendidikan dalam menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pencapaian kompetensi peserta didik.

“Proses pendidikan dokter subspesialis membutuhkan dukungan ekosistem pendidikan yang kuat. Fakultas Kedokteran Universitas Andalas dan RS M. Djamil memiliki hubungan yang sangat erat dalam memastikan proses pendidikan, penelitian, dan pelayanan dapat berjalan secara terintegrasi. Asesmen ini menjadi momentum bagi kita untuk melihat bersama apa yang sudah berjalan dengan baik sekaligus mengidentifikasi ruang-ruang yang masih dapat diperkuat,” ujar Sukri.

Menurutnya, keberadaan rumah sakit pendidikan dengan kompleksitas kasus yang beragam menjadi salah satu komponen penting dalam proses pembentukan kompetensi dokter subspesialis. Interaksi antara peserta didik, dosen, klinisi, serta berbagai disiplin ilmu di lingkungan rumah sakit memberikan pengalaman pembelajaran yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif.

Dalam kesempatan yang sama, Tim LAM-PTKes, Prof. Dr. dr. Dharma Lindarto, Sp.PD-KEMD, FINASIM, menjelaskan proses asesmen lapangan dilakukan untuk melihat berbagai aspek yang berkaitan dengan penyelenggaraan program pendidikan secara menyeluruh. Penilaian tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga melihat keterpaduan antara proses pendidikan, sumber daya manusia, sarana prasarana, penelitian, tata kelola, serta pelaksanaan pelayanan klinis.

“Akreditasi ini melihat semua aspek yang mendukung penyelenggaraan program studi. Kami melihat bagaimana proses pendidikan dilaksanakan, bagaimana dukungan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, penelitian, tata kelola, sampai dengan bagaimana peserta didik mendapatkan pengalaman klinis di rumah sakit pendidikan,” kata Dharma.

Ia menambahkan, asesmen lapangan menjadi kesempatan untuk melakukan konfirmasi terhadap data dan informasi yang telah disampaikan oleh institusi sekaligus melihat implementasinya secara langsung. Interaksi dengan berbagai pihak di lingkungan fakultas dan rumah sakit juga menjadi bagian penting untuk mendapatkan gambaran mengenai pelaksanaan pendidikan secara utuh.

“Yang kami lihat bukan hanya dokumen, tetapi bagaimana standar tersebut diterapkan dalam praktik. Karena itu, keterlibatan seluruh unsur dalam proses pendidikan menjadi penting untuk memastikan bahwa mutu pendidikan dapat dipertahankan dan terus ditingkatkan,” tambahnya. ***