Padang - RS M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Pada Kamis, 17 September 2026, RS M. Djamil melalui Instalasi Humas dan Promosi Kesehatan bersama Instalasi Gizi menggelar kegiatan penyuluhan kesehatan bagi pasien dan pengunjung di Poliklinik Penyakit Dalam.
Kegiatan penyuluhan kali ini mengangkat tema Diet pada Penderita Hipertensi. Edukasi tersebut menghadirkan tiga narasumber dari Instalasi Gizi RS M. Djamil Padang, yakni Putri Ashary Meylistra, S.Gz, Inneke Putri, S.Gz, dan Deby, S.Gz. Ketiganya memberikan pemahaman kepada pasien dan pengunjung tentang pentingnya pengaturan pola makan sebagai salah satu bagian dari pengelolaan hipertensi.
Hipertensi merupakan salah satu kondisi kesehatan yang membutuhkan perhatian serius karena tekanan darah yang tidak terkontrol dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai komplikasi. Selain menjalani pemeriksaan dan pengobatan sesuai anjuran tenaga kesehatan, pengaturan pola makan dan penerapan gaya hidup sehat menjadi bagian penting dalam membantu menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Dalam penyuluhan tersebut, Putri Ashary Meylistra, S.Gz menjelaskan tentang Diet DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension. Diet DASH merupakan pola makan yang dirancang untuk membantu menurunkan dan mengendalikan tekanan darah melalui penerapan pola makan sehat dan seimbang.
“Tujuan dari Diet DASH adalah membantu menurunkan dan mengendalikan tekanan darah melalui pola makan yang sehat. Pola makan ini menekankan konsumsi makanan bergizi seimbang, seperti buah-buahan, sayuran, produk susu rendah lemak, ikan, daging unggas, biji-bijian, dan kacang-kacangan,” jelas Putri.
Menurutnya, penerapan Diet DASH tidak hanya berfokus pada satu jenis makanan, tetapi merupakan perubahan pola makan secara menyeluruh. Komposisi makanan sehari-hari perlu diperhatikan agar kebutuhan zat gizi tetap terpenuhi sekaligus membantu mengontrol asupan zat-zat tertentu yang dapat memengaruhi tekanan darah.
Salah satu hal yang menjadi perhatian utama dalam Diet DASH adalah pembatasan asupan natrium. Natrium banyak ditemukan dalam garam maupun berbagai makanan olahan yang dikonsumsi sehari-hari. Konsumsi natrium secara berlebihan perlu dihindari, terutama pada penderita hipertensi.
“Yang perlu diperhatikan adalah asupan natrium. Bukan hanya garam yang ditambahkan saat memasak, tetapi juga natrium yang tersembunyi di dalam berbagai makanan olahan. Karena itu, kita perlu lebih teliti dalam memilih makanan dan membatasi makanan yang tinggi sodium,” ungkap Putri.
Selain rendah natrium, prinsip Diet DASH juga mendorong konsumsi makanan yang kaya akan kalium. Buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan dapat menjadi bagian dari pilihan makanan sehari-hari untuk membantu memenuhi kebutuhan kalium. Namun, pengaturan makanan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing individu, terutama bagi pasien yang memiliki kondisi medis tertentu.
“Pola makan kaya serat juga menjadi salah satu prinsip penting dalam Diet DASH. Konsumsi biji-bijian utuh, sayuran, dan buah-buahan secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan serat sekaligus mendukung penerapan pola makan yang lebih sehat,” sebutnya.
Di sisi lain, penderita hipertensi juga dianjurkan memperhatikan jenis dan jumlah lemak yang dikonsumsi. Diet DASH menekankan pembatasan lemak jenuh dengan memilih sumber protein yang lebih rendah lemak serta produk susu rendah lemak.
Dalam kesempatan tersebut, para narasumber juga mengingatkan peserta tentang makanan yang mengandung hidden sodium atau natrium tersembunyi. Natrium tidak selalu terasa asin dan tidak hanya terdapat pada garam dapur. Berbagai makanan olahan, makanan instan, makanan kemasan, bumbu tertentu, serta produk pangan lainnya dapat menjadi sumber natrium dalam pola makan sehari-hari.
Pemahaman tentang hidden sodium menjadi penting agar masyarakat tidak hanya mengurangi penggunaan garam saat memasak, tetapi juga lebih bijak dalam memilih makanan yang dikonsumsi. Membaca label informasi nilai gizi pada kemasan dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk mengetahui kandungan natrium dalam makanan.
“Jadi, membatasi garam bukan berarti makanan harus menjadi tidak enak. Kita bisa menggunakan bahan makanan segar dan memanfaatkan bumbu alami untuk memberikan cita rasa. Yang terpenting adalah membangun kebiasaan makan yang lebih sehat dan dilakukan secara konsisten,” tutur Putri.
Kegiatan penyuluhan berlangsung secara interaktif. Pasien dan pengunjung Poliklinik Penyakit Dalam diberikan kesempatan untuk menyimak materi sekaligus berdiskusi mengenai pola makan yang tepat bagi penderita hipertensi. Edukasi seperti ini diharapkan dapat membantu masyarakat memahami bahwa pengendalian tekanan darah tidak hanya bergantung pada konsumsi obat, tetapi juga membutuhkan perubahan perilaku dan pola hidup secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan edukasi kesehatan yang dilakukan secara berkelanjutan, RS M. Djamil Padang berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya pencegahan dan pengendalian hipertensi. Pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak berhenti pada kegiatan penyuluhan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga tercipta kebiasaan makan dan gaya hidup yang lebih sehat.
“Intinya adalah konsisten. Perubahan pola makan tidak harus dilakukan secara drastis dalam satu hari, tetapi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana, seperti mengurangi garam, memperbanyak sayur dan buah, memilih makanan yang lebih segar, serta memperhatikan makanan olahan yang dikonsumsi,” pungkas Putri. ***