Bekasi β Kanker masih menjadi salah satu tantangan besar dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. Menjawab hal itu, Kementerian Kesehatan terus memperkuat Program Pengampuan Pelayanan Kanker untuk meningkatkan akses dan mutu layanan kanker di berbagai daerah. Penguatan ini dilakukan melalui kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, rumah sakit pengampu, rumah sakit jejaring, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan terkait. Salah satu fokusnya adalah Pertemuan Koordinasi Pengampuan Kanker Tahun 2026, yang menjadi forum koordinasi dan evaluasi pelaksanaan pengampuan layanan kanker, khususnya di Provinsi Lampung dan Kalimantan Timur.
Program ini melibatkan Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Pelayanan Klinis, Rumah Sakit Kanker Dharmais sebagai Koordinator Nasional Pengampuan Kanker, rumah sakit pengampu regional, RSUP Persahabatan sebagai penyelenggara sekaligus rumah sakit pengampu regional yang baru ditunjuk pada 2026, serta Dinas Kesehatan Provinsi dan rumah sakit jejaring di daerah.
Direktur Pelayanan Klinis, dr. Obrin Parulian, menyampaikan bahwa penguatan layanan dilakukan secara berjenjang sesuai kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan. Salah satu indikatornya adalah tersedianya rumah sakit strata madya yang mampu memberikan layanan kemoterapi di setiap kabupaten/kota, sedangkan di tingkat provinsi ditargetkan tersedia layanan radioterapi dan kedokteran nuklir. βMelalui Program Pengampuan Kanker, penguatan layanan dilakukan secara berjenjang berdasarkan kemampuan fasilitas pelayanan kesehatan,β ujar dr. Obrin.
Penguatan dilakukan melalui peningkatan kompetensi SDM, pemenuhan sarana dan prasarana, penguatan jejaring rumah sakit, serta optimalisasi sistem rujukan. Dukungan teknologi digital dan pemanfaatan data juga diperlukan agar layanan kanker lebih cepat, tepat, dan merata.
Dalam pertemuan tersebut dibahas capaian layanan kanker pada rumah sakit jejaring di Lampung dan Kalimantan Timur. Terdapat 16 rumah sakit jejaring di Lampung dan 12 rumah sakit jejaring di Kalimantan Timur berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/1277/2024.
RSUD Abdul Wahab Sjahranie telah mencapai strata paripurna, sedangkan RSUD Abdoel Moeloek mencapai strata utama. Capaian strata madya terpenuhi pada RSUD Menggala Tulang Bawang dan RSUD Ahmad Yani Metro di Lampung, serta RSUD Aji Muhammad Parikesit, RSUD Dr. Kanujoso Djatiwibowo, dan RSUD Taman Husada Bontang di Kalimantan Timur. Meski demikian, masih ada rumah sakit jejaring yang perlu penguatan untuk mencapai strata madya, yaitu 13 rumah sakit di Lampung dan 8 rumah sakit di Kalimantan Timur. Capaian ini menjadi dasar penentuan kebutuhan pendampingan dan tindak lanjut di masing-masing wilayah.
Penguatan program dilakukan melalui pelatihan, fellowship, mentoring klinis, workshop, telemedicine, dan pendampingan layanan. Selain itu, jejaring layanan kanker dikembangkan secara berjenjang dari tingkat nasional, regional, hingga daerah. Sistem rujukan berbasis kompetensi juga diperkuat agar pasien memperoleh layanan sesuai kebutuhan dan kemampuan fasilitas kesehatan. Layanan prioritas seperti kemoterapi, radioterapi, bedah onkologi, patologi anatomi, dan layanan penunjang terus diperkuat. Registrasi kanker dan sistem data layanan kanker juga menjadi bagian penting untuk perencanaan program dan evaluasi mutu layanan.
RSUP Persahabatan sebagai Rumah Sakit Pengampu Regional yang baru ditunjuk pada 2026 mendapat apresiasi atas penyelenggaraan pertemuan tersebut. Melalui koordinasi dan evaluasi berkala, Program Pengampuan Kanker diharapkan terus meningkatkan kemampuan rumah sakit jejaring, memperkuat sistem rujukan, serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan kanker yang bermutu dan berorientasi pada keselamatan pasien.
Pertemuan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik baik antardaerah. Kolaborasi antara Kementerian Kesehatan, rumah sakit pengampu, rumah sakit jejaring, pemerintah daerah, BPJS Kesehatan, organisasi profesi, dan pemangku kepentingan lain diperlukan agar penguatan layanan berjalan berkelanjutan.
Penguatan jejaring layanan kanker ini menjadi bagian dari transformasi sistem kesehatan untuk mewujudkan pelayanan kanker yang lebih merata dan berkualitas di seluruh Indonesia. ***