Kementerian Kesehatan Republik Indonesia
Sabtu, 19 September 2026 07:37 WIB

RS M Djamil Kini Miliki Sumur Bor untuk Dukung Ketersediaan Air Bersih

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
37

Padang - Krisis pasokan air bersih yang sempat mengganggu operasional RS M. Djamil Padang pascabanjir bandang pada November tahun lalu akhirnya mendapat solusi. Rumah sakit rujukan utama di Sumatera Barat itu kini memiliki sumber air mandiri melalui sumur bor sedalam sekitar 124 meter.

Sumur bor tersebut resmi diserahterimakan untuk mendukung kebutuhan air bersih rumah sakit. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mengurangi ketergantungan RS M. Djamil terhadap pasokan air menggunakan mobil tangki.

Sebelumnya, kondisi pascabencana membuat kebutuhan air rumah sakit meningkat. RS M. Djamil bahkan sempat membutuhkan hingga 24 tangki air per hari untuk menunjang operasional.

Wakil Menteri Kesehatan RI dr. Benjamin Paulus Octavianus, Sp.P, FISR, mengatakan ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan vital bagi rumah sakit yang memberikan pelayanan selama 24 jam.

“Air bersih ini sangat penting untuk mendukung layanan RS M. Djamil. Rumah sakit setiap hari memberikan pelayanan kepada masyarakat, sehingga kebutuhan air harus dipastikan tersedia dan dapat mendukung seluruh kegiatan operasional rumah sakit,” ujar Benjamin di Auditorium Lantai 4 Gedung Administrasi dan Instalasi Rawat Jalan, Jumat, 18 September 2026.

Menurut Benjamin, keberadaan sumber air mandiri akan memperkuat dukungan infrastruktur dasar rumah sakit sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan kesehatan. “Dengan tersedianya sumber air sendiri, kebutuhan air rumah sakit diharapkan dapat dipenuhi dengan lebih baik dan mengurangi ketergantungan terhadap pasokan air dari luar,” ucapnya.

Benjamin juga mengapresiasi berbagai pihak yang turut mendorong penyelesaian persoalan air bersih di RS M. Djamil, termasuk Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade. “Terima kasih kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade atas kecepatannya dalam hal air bersih,” kata Benjamin.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade mengatakan pembangunan sumur bor yang dibangun Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum ini menjadi solusi atas persoalan pasokan air yang dihadapi RS M. Djamil setelah bencana. “Alhamdulillah sekarang sudah bisa digunakan,” kata Andre.

Ia menilai sumber air mandiri sangat penting bagi RS M. Djamil mengingat rumah sakit tersebut merupakan fasilitas rujukan utama dengan aktivitas pelayanan yang berlangsung sepanjang waktu. “Di tengah berbagai kebutuhan tersebut, keberadaan sumber air mandiri menjadi salah satu faktor penting untuk menjaga kesinambungan pelayanan. Terlebih, rumah sakit juga harus memiliki kesiapan menghadapi kemungkinan gangguan infrastruktur akibat bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu,” sebutnya.

Plt Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang Reski Wahyudi menjelaskan sumur bor telah selesai dibangun dengan kedalaman sekitar 124 meter. Kedalaman tersebut disesuaikan dengan kondisi tanah dan hasil pencarian sumber air di lokasi. “Memang kedalamannya sekitar 124 meter karena kondisi tanah. Alhamdulillah sudah selesai. Kami berharap dengan adanya air bersih ini bisa mendukung kebutuhan rumah sakit,” ujarnya.

Direktur Utama RS M. Djamil Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung pembangunan sumur bor tersebut. Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting untuk menunjang berbagai aktivitas pelayanan di rumah sakit.

“Terima kasih kepada Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade dan Balai Wilayah Sungai Sumatera V Padang yang telah mendukung pembangunan sumur bor ini. Ketersediaan air bersih merupakan bagian penting dalam menunjang pelayanan kesehatan dan pengembangan rumah sakit,” ujar Dovy.

Ia mengatakan keberadaan sumber air mandiri memberikan tambahan dukungan bagi RS M. Djamil dalam menjaga kelancaran operasional sehari-hari. “Dengan tersedianya sumber air sendiri, rumah sakit memiliki infrastruktur yang lebih kuat untuk memenuhi kebutuhan operasional sehari-hari,” sebutnya.

Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah turut memberikan perhatian terhadap pemulihan dan penguatan infrastruktur RS M. Djamil. Dukungan terhadap rumah sakit rujukan utama dinilai penting untuk memastikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tetap berjalan, termasuk ketika terjadi kondisi darurat akibat bencana. “Penyelesaian pembangunan sumur bor di RS M. Djamil juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi lintas lembaga,” tukasnya. ***