Rabu, 30 September 2026 17:02 WIB

Peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia Tidak ada mutu layanan tanpa keselamatan pasien

Peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia Tidak ada mutu layanan tanpa keselamatan pasien
IKJ RFS - Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan 72 kali dilihat

Jakarta – Dalam rangka memperingati Hari Keselamatan Pasien Sedunia,  Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan menyelenggarakan Seminar dengan sub tema Stroke Patient Safety Journey, pada Selasa, 29 September 2026 di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Mahar Mardjono Jakarta.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Wakil Menteri Kesehatan RI, Prof. dr. Dante Saksono Harbuwono, Deputy Head of WHO Indonesia, Tara Kessaram, Koordinator  Sub Komite Nasional Keselamatan Pasien, dr. Bambang Tutuko, Direktur Mutu Pelayanan Kesehatan Rujukan, drg. Yuli Astuti Saripawan, Direktur Utama RS PON Mahar Mardjono, dr. Adin Nulkhasanah, perwakilan dari RS Vertikal Kemenkes, RSUD, RS Swasta, RS TNI, Klinik, Laboratorium Kesehatan, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Club Stroke RS PON, serta menghadirkan narasumber yang kompeten dibidangnya.

Hari Keselamatan Pasien Sedunia diperingati setiap tanggal 17 September. Peringatan ini sebagai momentum global untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi nyata semua pihak agar tidak ada pasien yang mengalami bahaya yang sebenarnya dapat dicegah. Keselamatan pasien adalah fondasi mutu pelayanan kesehatan. Tidak ada mutu layanan tanpa keselamatan pasien.

Peringatan Hari Keselamatan Pasien Sedunia Tahun 2026 mengangkat tema “Safe Care for Noncommunicable Diseases” atau “Layanan yang Aman bagi Penyakit Tidak Menular”, dengan slogan “Safe Care for Life!”, yaitu “Layanan yang Aman Sepanjang Hayat!”.

Dalam sambutannya Prof. Dante mengatakan bahwa Safe Care for Life mengingatkan kita bahwa keselamatan pasien harus hadir sepanjang perjalanan hidup pasien, terutama pada penyakit tidak menular yang memerlukan pengelolaan jangka panjang. Karena itu, mutu dan keselamatan harus hadir di setiap titik pelayanan: mulai dari pencegahan, deteksi dini, diagnosis, pengobatan, hingga rehabilitasi dan perawatan jangka Panjang.

“Karena itu, kita tidak cukup bertanya apa penyakitnya? dan bagaimana mengobatinya?. Kita juga harus memastikan bagaimana pelayanan itu diberikan dengan aman di setiap tahap perjalanan pasien” tambahnya.

Untuk memastikan hal tersebut, sistem pelayanan kesehatan juga harus dibangun dengan standar mutu dan keselamatan yang kuat. Saat ini, lebih dari 96 persen rumah sakit telah terakreditasi oleh lembaga penyelenggara akreditasi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Ini bagian dari upaya memperkuat standar mutu dan keselamatan pasien.

Diakhir sambutannya Prof. Dante menegaskan bahwa pengobatan itu tidak berhenti dengan memberi obat kepada pasien tetapi juga harus dari dalam hati agar bisa membangkitkan Kembali semangat hidup pasien, karena itu Pelayanan Keselamatan Pasien mutlak harus dilaksanakan.

Dalam kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan untuk kategori Innovation Challenge kepada RSUD Blambangan yang berhasil meraih juara pertama, kemudian juara kedua yaitu RSUD Asembagus dan juara ketiga jatuh kepada RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta. Sedangkan untuk kategori Stories Competition diberikan kepada RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo untuk juara pertama, RSUD R.T. Notopuro meraih juara kedua dan juara ketiga diberikan kepada Primaya Hospital Bekasi Timur.  ***(