Rabu, 30 September 2026 18:36 WIB

Saat Setiap Menit Berharga RSJPD Harapan Kita Perkuat Penanganan Darurat Jantung dari Puskesmas

Saat Setiap Menit Berharga RSJPD Harapan Kita Perkuat Penanganan Darurat Jantung dari Puskesmas
ROY - Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan 27 kali dilihat

Jakarta – Kecepatan mengenali gejala, memberikan penanganan awal, dan menentukan rujukan sangat penting dalam kegawatdaruratan kardiovaskular. Untuk memperkuat kemampuan tersebut, Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah (RSJPD) Harapan Kita bersama Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta menyelenggarakan “Primary Care Update: Cardiovascular and Referral System” bagi dokter umum puskesmas se-DKI Jakarta. Kegiatan ini berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, di RSJPD Harapan Kita, Jakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jantung Sedunia 2026 dan rangkaian HUT ke-41 RSJPD Harapan Kita, dengan tema “Optimalisasi Deteksi Dini, Tata Laksana Awal, dan Sistem Rujukan Penyakit Kardiovaskular pada Anak dan Dewasa.”

Penyakit jantung dan pembuluh darah merupakan salah satu masalah kesehatan yang membutuhkan perhatian serius. Kondisi tersebut menegaskan pentingnya penguatan layanan primer sebagai pintu pertama masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, termasuk melalui upaya promotif dan preventif serta deteksi dini. Melalui peningkatan kompetensi dokter di puskesmas, diharapkan tanda dan gejala penyakit jantung dapat dikenali lebih awal sehingga pasien dapat memperoleh penanganan sesuai kondisi dan kebutuhan medisnya. Deteksi dini juga menjadi penting untuk mengidentifikasi masyarakat yang memiliki faktor risiko penyakit kardiovaskular sehingga dapat dilakukan intervensi lebih awal.

Penguatan layanan primer dan sistem rujukan diharapkan dapat mendukung peningkatan akses masyarakat terhadap pelayanan penyakit jantung dan pembuluh darah yang berkualitas, sekaligus mendorong penanganan pasien secara lebih cepat, tepat, dan berkesinambungan.

Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023 mencatat prevalensi penyakit jantung berdasarkan diagnosis dokter sebesar 0,85 persen secara nasional dan 1,56 persen di DKI Jakarta. Angka tersebut menunjukkan proporsi penduduk yang pernah mendapat diagnosis dokter, bukan jumlah kasus kegawatdaruratan jantung. Data dari Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) menunjukkan kasus kematian akibat penyakit jantung atau kardiovaskular di Indonesia sebanyak 251,09 per 100.000 orang pada 2019. Jumlah itu meningkat 1,25% dibandingkan setahun sebelumnya yang sebanyak 247,99 kematian per 100.000 penduduk.

“Puskesmas memiliki peran penting sebagai tempat masyarakat pertama kali mencari pertolongan. Ketika jantung dapat dikenali lebih dini dan pasien dirujuk ke fasilitas kesehatan yang tepat, maka kesempatan untuk memperoleh pelayanan lanjutan akan lebih baik sehingga peluang pasien untuk tertolong akan sangat besar. Melalui kegiatan ini kami mempererat kerja sama antara layanan primer dan RSJPD Harapan Kita,” ujar Dr. dr. Iwan Dakota, Sp.JP (K), MARS, Direktur Utama RSJPD Harapan Kita.

Peserta juga mengikuti hospital tour ke ruang Cathlab, MSCT/MRI, CVC, dan Echocardiology. Pengenalan fasilitas ini memberi dokter puskesmas gambaran mengenai layanan kardiovaskular lanjutan RSJPD Harapan Kita sekaligus membuka ruang komunikasi dengan tenaga medis rumah sakit. Sebagai Pusat Jantung Nasional, RSJPD Harapan Kita terus mendukung penguatan jejaring pelayanan kardiovaskular. Melalui kolaborasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta dan puskesmas se-DKI Jakarta, diharapkan kesinambungan pelayanan dapat semakin kuat, mulai dari deteksi dini dan penanganan awal hingga rujukan pasien yang membutuhkan layanan lanjutan. ***