Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Minggu, 18 Oktober 2026 18:38 WIB

RS M Djamil Siapkan 27 Calon Peserta Tugas Belajar Perkuat SDM dan Transformasi Layanan

RS M Djamil Siapkan 27 Calon Peserta Tugas Belajar Perkuat SDM dan Transformasi Layanan
Humas - RSUP dr. Djamil Padang 17 kali dilihat

Padang - RS M. Djamil terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan dan mempersiapkan rumah sakit menghadapi tantangan pelayanan kesehatan yang semakin kompleks. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pengembangan kompetensi tenaga kesehatan dan tenaga profesional lintas bidang yang diharapkan mampu mendukung pengembangan layanan unggulan, memperkuat kolaborasi multidisiplin, serta mendorong transformasi rumah sakit secara berkelanjutan.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, jajaran direksi RS M. Djamil mengadakan pertemuan dengan calon peserta tugas belajar di Ruang Rapat Direksi, Jumat, 16 Oktober 2026. Pertemuan ini menjadi momentum untuk menyamakan persepsi tentang arah pengembangan kompetensi SDM, sekaligus memperkuat komitmen para calon peserta tugas belajar dalam mendukung kemajuan rumah sakit setelah menyelesaikan pendidikan.

Calon peserta tugas belajar tersebut terdiri atas 14 orang yang akan menempuh pendidikan subspesialis, enam orang pendidikan spesialis, dua orang pendidikan magister (S2), serta lima orang pendidikan Diploma IV (D4). Keberagaman jenjang dan bidang pendidikan ini mencerminkan upaya RS M. Djamil dalam menyiapkan SDM yang tidak hanya memiliki kompetensi mendalam di bidang masing-masing, tetapi juga mampu bekerja secara terintegrasi untuk menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan di masa mendatang.

“Bapak dan Ibu yang mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan harus mampu membawa perubahan bagi rumah sakit. Jangan hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi pribadi, tetapi bagaimana ilmu yang diperoleh nantinya dapat dibagikan kepada rekan kerja dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi organisasi,” tegas Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua.

Ia menegaskan, tantangan pelayanan kesehatan saat ini membutuhkan pendekatan yang semakin terintegrasi. Pelayanan rumah sakit tidak dapat berjalan optimal apabila setiap profesi hanya berfokus pada bidangnya masing-masing tanpa membangun komunikasi dan kolaborasi yang kuat. Karena itu, para calon peserta tugas belajar diharapkan mampu mengembangkan pola kerja multidisiplin, saling berbagi kompetensi, serta membangun sinergi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada pasien.

“Kita harus membangun kolaborasi multidisiplin dan saling berbagi kompetensi. Ilmu yang didapatkan harus bisa memperkuat tim, bukan hanya kemampuan individu. Ketika kembali nanti, saudara-saudara diharapkan menjadi bagian dari gerbong perubahan yang membawa RS M. Djamil semakin maju,” tegasnya.

Dovy juga mengingatkan pendidikan merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh. Para calon peserta tugas belajar diharapkan mampu menyelesaikan pendidikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan, menjaga nama baik rumah sakit, serta memiliki komitmen untuk mengimplementasikan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh dalam pengembangan pelayanan.

“Peningkatan kompetensi SDM harus berjalan seiring dengan kebutuhan strategis rumah sakit. Dengan demikian, pendidikan yang ditempuh benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan mutu layanan, pengembangan kapasitas organisasi, serta kemampuan RS M. Djamil dalam memberikan pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas dan berorientasi pada keselamatan pasien,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Utama juga memaparkan rencana pengembangan rumah sakit melalui masterplan yang akan mulai memasuki tahap pembangunan pada 2027. Dua rencana pembangunan yang disampaikan adalah gedung Central Medical Unit (CMU) dan gedung rawat inap Non-JKN. Pengembangan infrastruktur ini merupakan bagian dari upaya mempersiapkan RS M. Djamil dalam menjawab kebutuhan pelayanan kesehatan yang terus berkembang.

“Kita sedang mempersiapkan pengembangan rumah sakit ke depan, termasuk melalui pembangunan gedung CMU dan gedung rawat inap Non-JKN yang direncanakan mulai dibangun pada 2027. Karena itu, penguatan SDM menjadi sangat penting. Kita membutuhkan orang-orang yang siap, kompeten, dan mampu mengisi kebutuhan pelayanan seiring dengan perkembangan rumah sakit,” ungkapnya.

Sementara itu, Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, mengatakan pengajuan pendidikan bagi calon peserta tugas belajar telah diarahkan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kebutuhan pengembangan rumah sakit. Perencanaan tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan jumlah tenaga profesional dengan kualifikasi tertentu, tetapi juga memperhatikan kesesuaian kompetensi dengan kebutuhan layanan dan arah strategis organisasi.

“Pengajuan pendidikan ini secara komprehensif diarahkan untuk memperkuat layanan spesialistik dan subspesialistik, penguatan penunjang diagnostik laboratorium, modernisasi pengelolaan data dan rekam informasi kesehatan, serta pengembangan riset klinis rumah sakit,” jelasnya.

Ia menjelaskan, penguatan layanan spesialistik dan subspesialistik menjadi salah satu fokus penting untuk memastikan RS M. Djamil memiliki SDM yang mampu memberikan pelayanan sesuai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran. “Ketersediaan tenaga dengan kompetensi lanjutan diharapkan dapat mendukung penanganan kasus yang semakin kompleks, meningkatkan kapasitas layanan, serta memperluas kemampuan rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang komprehensif kepada masyarakat,” ucapnya.

Di sisi lain, penguatan penunjang diagnostik laboratorium juga menjadi perhatian dalam perencanaan pendidikan. “Kompetensi tenaga profesional pada bidang tersebut diperlukan untuk mendukung ketepatan dan kecepatan proses diagnostik, yang merupakan bagian penting dalam menentukan keputusan klinis dan tata laksana pasien. Pengembangan kompetensi yang tepat diharapkan mampu memperkuat keterpaduan antara layanan klinis dan layanan penunjang,” tuturnya.

Modernisasi pengelolaan data dan rekam informasi kesehatan turut menjadi bagian dari arah pengembangan SDM RS M. Djamil. Di tengah meningkatnya kebutuhan terhadap sistem pelayanan yang efektif, akurat, dan terintegrasi, pengelolaan informasi kesehatan membutuhkan dukungan tenaga yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi. Penguatan bidang ini diharapkan dapat mendukung tata kelola rumah sakit yang lebih efisien, meningkatkan kualitas informasi untuk pengambilan keputusan, serta memperkuat kesinambungan pelayanan pasien.

Selain itu, pengembangan riset klinis rumah sakit juga menjadi perhatian dalam perencanaan pendidikan. Riset klinis memiliki peran penting dalam mendorong pelayanan kesehatan yang berbasis bukti ilmiah, meningkatkan kualitas praktik klinis, serta membuka peluang pengembangan inovasi pelayanan. Dengan dukungan SDM yang memiliki kapasitas penelitian, RS M. Djamil diharapkan semakin mampu mengembangkan pengetahuan dan menghasilkan praktik pelayanan yang relevan dengan kebutuhan pasien.

Maliana menambahkan, pendidikan harus ditempatkan sebagai bagian dari perencanaan pengembangan organisasi yang berkesinambungan. Oleh karena itu, calon peserta tugas belajar diharapkan memahami bidang kompetensi yang akan dikembangkan serta kaitannya dengan kebutuhan rumah sakit. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh nantinya perlu diimplementasikan secara nyata, baik melalui peningkatan kualitas pelayanan, pengembangan sistem kerja, maupun penguatan kolaborasi antarunit.

Melalui pertemuan tersebut, jajaran direksi juga menekankan pentingnya membangun kesamaan visi antara individu yang menempuh pendidikan dan organisasi yang mendukung pengembangan kompetensinya. “Keberhasilan pendidikan tidak semata-mata diukur dari capaian akademik atau gelar yang diperoleh, tetapi juga dari kemampuan mengaplikasikan ilmu, mentransfer pengetahuan kepada rekan kerja, serta memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kinerja rumah sakit,” tukasnya. ***