Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Jumat, 30 Oktober 2026 03:21 WIB

SIANG KLINIK RSOMH Bahas Konsep Dasar dan Prinsip Kerja di Ruang Hemodialisa

SIANG KLINIK RSOMH Bahas Konsep Dasar dan Prinsip Kerja di Ruang Hemodialisa
Humas - RS Otak Dr.Drs.M. Hatta Bukittinggi 22 kali dilihat

Bukittinggi – Pelayanan hemodialisis membutuhkan kompetensi tenaga keperawatan dalam memahami prinsip kerja tindakan, mengenali risiko komplikasi, serta memastikan kesiapan dan pemantauan pasien secara tepat. Penguatan pemahaman tersebut menjadi fokus kegiatan SIANG KLINIK Keperawatan yang diselenggarakan Komite Keperawatan RS Otak Dr. Drs. M. Hatta Bukittinggi (RSOMH), Kamis, 29 Oktober 2026.

Mengangkat tema “Konsep Dasar dan Prinsip Kerja di Ruang Hemodialisa”, kegiatan yang berlangsung di Aula Gedung Penunjang Lantai 5 RSOMH ini menghadirkan Rachmi Fitri, A.Md.Kep. sebagai narasumber dan diikuti oleh tenaga keperawatan RSOMH.

Dalam pemaparannya, peserta mendapatkan pemahaman mengenai hemodialisis, yaitu prosedur pengganti fungsi ginjal yang menggunakan mesin dan dialiser untuk membantu membuang zat sisa metabolisme serta kelebihan cairan dari darah. Terapi ini umumnya diberikan kepada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat sesuai indikasi dan penilaian medis.

 

 

Pembahasan meliputi tujuan dan indikasi hemodialisis, termasuk kondisi ketika ginjal tidak lagi mampu membuang zat sisa dan cairan secara memadai, serta gangguan tertentu seperti kelebihan cairan, ketidakseimbangan elektrolit, atau gangguan asam-basa yang memerlukan terapi dialisis. Peserta juga diperkenalkan pada kemungkinan komplikasi selama maupun setelah tindakan, seperti hipotensi, kram otot, mual, dan masalah pada akses vaskular, sehingga pemantauan kondisi pasien menjadi bagian penting dalam pelayanan.

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah persiapan keperawatan sebelum dan sesudah hemodialisis. Sebelum tindakan, perawat perlu memastikan identitas pasien, mengkaji kondisi klinis dan tanda-tanda vital, menilai berat badan serta status cairan, memeriksa akses vaskular, dan memastikan kesiapan pasien sesuai prosedur. Setelah tindakan, perawat melakukan evaluasi kondisi pasien, memantau tanda-tanda vital, menilai berat badan dan status cairan, serta memeriksa akses vaskular dan kemungkinan komplikasi. Seluruh proses dilakukan berdasarkan kondisi pasien, instruksi klinis, dan prosedur operasional yang berlaku.

Melalui kegiatan ini, tenaga keperawatan diharapkan memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai prinsip kerja hemodialisis dan tahapan asuhan keperawatan yang menyertainya. Keseragaman pemahaman tersebut penting untuk mendukung koordinasi tim, meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko komplikasi, dan memastikan kebutuhan pasien terpenuhi secara tepat.

SIANG KLINIK Keperawatan menjadi salah satu upaya Komite Keperawatan RSOMH dalam membangun budaya belajar berkelanjutan dan memperkuat kompetensi tenaga keperawatan. Dengan pengetahuan yang terus diperbarui dan penerapan prosedur yang konsisten, RSOMH berkomitmen mendukung pelayanan yang aman, bermutu, dan berorientasi pada keselamatan pasien.***