Kemudahan akses pinjaman online (pinjol) di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi kesehatan mental masyarakat. Di balik proses yang cepat dan tanpa tatap muka, pinjol khususnya yang ilegal menyimpan risiko serius yang dapat berdampak pada kesehatan otak, kondisi psikologis, hingga kualitas hidup seseorang.
Pinjaman online sendiri merupakan layanan peminjaman uang berbasis aplikasi atau situs web yang dapat diakses dengan mudah. Namun, masyarakat diimbau untuk lebih waspada, terutama terhadap pinjol ilegal yang tidak terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Pinjol ilegal kerap menimbulkan berbagai permasalahan, mulai dari penyalahgunaan data pribadi hingga praktik penagihan yang tidak manusiawi. Data kontak peminjam dapat disebarkan, disertai ancaman dan intimidasi yang menimbulkan rasa takut serta ketidakamanan. Selain itu, bunga pinjaman yang sangat tinggi menyebabkan jumlah utang membengkak dalam waktu singkat, sehingga memicu stres berat pada peminjam.
Tekanan finansial akibat pinjol berdampak langsung pada kesehatan otak. Dalam kondisi stres, otak akan terus bekerja memikirkan utang, yang berujung pada gangguan konsentrasi dan sulit tidur. Seseorang juga cenderung mengambil keputusan impulsif, seperti kembali meminjam untuk menutup utang sebelumnya tanpa pertimbangan matang. Kondisi ini sering disebut sebagai “gali lubang tutup lubang” dan dapat memperburuk masalah keuangan.
Dampak pinjol menjadi semakin serius pada individu dengan kondisi kesehatan mental yang rentan. Stres dan kecemasan berlebihan dapat berkembang menjadi depresi, ditandai dengan perasaan putus asa, kehilangan semangat, rendahnya harga diri, hingga menarik diri dari lingkungan sosial. Dalam kondisi tertentu, bahkan dapat muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, sehingga membutuhkan perhatian dan penanganan serius.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan sebelum memutuskan meminjam uang. Penyusunan anggaran keuangan bulanan menjadi langkah penting agar pengeluaran lebih terkontrol. Selain itu, masyarakat diminta untuk selalu memastikan legalitas pinjol melalui OJK dan menghindari tautan pinjol yang tidak resmi.
Memberi jeda waktu sebelum mengambil keputusan meminjam juga dinilai penting agar keputusan diambil secara rasional. Memiliki dana darurat disebut sebagai perlindungan terbaik untuk menghadapi kebutuhan mendesak tanpa harus bergantung pada pinjaman online.
Bagi masyarakat yang sudah terlanjur terjerat pinjol, langkah pemulihan tetap memungkinkan. Prioritas utama adalah menyusun rencana pelunasan utang secara bertahap. Pinjol ilegal tidak wajib dilunasi dan sebaiknya segera dilaporkan apabila disertai teror atau ancaman. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga menjadi faktor penting dalam proses pemulihan.
Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak ragu mencari bantuan profesional apabila mengalami gejala stres berat atau depresi. Konsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat membantu memulihkan kesehatan mental dan mencegah dampak yang lebih serius.
Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat semakin menyadari bahwa kesehatan mental dan kesehatan finansial saling berkaitan. Mengelola keuangan dengan bijak dan menjaga ketenangan pikiran merupakan langkah penting untuk melindungi kesehatan otak dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Referensi:
McEwen, B. S. (2017). Neurobiological and Systemic Effects of Chronic Stress. Journal of Neuropsychopharmacology.
World Health Organization (WHO). Mental Health and Financial Stress.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Edukasi dan Perlindungan Konsumen Pinjaman Online.