Kasus leukemia di Indonesia terus menunjukkan peningkatan. Masyarakat perlu semakin waspada dan mengenal gejala awal leukemia. Data Global Cancer Observatory (Globocan) pada 2022 mencatat sebanyak 13.959 kasus baru leukemia di Indonesia. Leukemia sendiri merupakan jenis kanker yang menyerang jaringan pembentuk darah dalam tubuh, termasuk sumsum tulang dan sistem getah bening. Penyakit ini menyebabkan produksi sel darah putih yang abnormal dan berlebihan oleh sumsum tulang yang mengganggu fungsi normal tubuh dalam melawan infeksi. Leukemia dapat menyerang siapa saja, baik anak-anak maupun orang dewasa, tergantung jenisnya. Beberapa jenis leukemia berkembang secara lambat, sementara yang lain muncul secara mendadak dan cepat memburuk. Pada leukemia akut, sel darah yang abnormal adalah sel darah yang belum matang (blas) dan tidak dapat menjalankan fungsi normalnya serta berkembang dengan cepat. Perkembangannya yang sangat cepat ini membuat leukemia memburuk dengan cepat. Leukemia akut memerlukan pengobatan yang agresif dan tepat waktu. Leukemia akut sendiri terbagi menjadi 2 (dua) yaitu Leukemia Limfotik Akut atau Acute Lymphocytic Leukemia dan Leukemia Mielogen Akut atau Acute Mylogenous Leukemia.
Leukemia Limfotik Akut
Leukemia limfositik akut (Acute Lymphocytic Leukemia) terjadi ketika sel sumsum tulang mengalami perubahan atau mutasi dimana sel sumsum tulang terus tumbuh dan membelah sehingga produksi sel darah menjadi tidak terkendali.
Hal tersebut membuat sumsum tulang menghasilkan sel-sel yang belum matang yang berkembang menjadi sel darah putih leukemia yang disebut limfoblas. Sel-sel dengan kondisi abnormal ini dapat menumpuk dan menyingkirkan sel-sel sehat.
Banyak tanda dan gejala leukemia limfositik akut yang mirip dengan flu. Pada flu tanda dan gejala akan berangsur membaik, tetapi jika tanda dan gejala tidak segera membaik harap diwaspadai.
Gejala leukemia limfositik akut meliputi :
1. Pendarahan dari gusi
2. Sakit tulang
3. Demam
4. Infeksi yang sering terjadi
5. Mimisan yang sering atau parah
6. Benjolan disebabkan oleh pembengkakan kelenjar getah bening di dalam dan sekitar leher, ketiak, perut, atau selangkangan
7. Kulit pucat
8. Sesak napas
9. Kelemahan, kelelahan, atau penurunan energi secara umum
Kanker ini paling umum terjadi pada anak-anak, sehingga pengobatannya memberikan peluang besar untuk kesembuhan. Leukemia limfositik akut juga bisa terjadi pada orang dewasa, meski peluang penyembuhannya sangat kecil.
Leukemia Mielogen Akut
Leukemia Mielogen Akut (Acute Mylogenous Leukemia) adalah kanker darah dan sumsum tulang - jaringan spons di dalam tulang tempat sel darah dibuat. Kata “akut” pada leukemia mielogen akut menunjukkan perkembangan penyakit yang cepat.
Leukemia mielogen akut umumnya menyerang orang dewasa berusia 65 tahun ke atas. Jenis kelamin pria lebih mungkin terkena leukemia ini dibandingkan wanita.
Leukemia mielogen akut disebabkan oleh tidak cukupnya sel darah putih, sel darah merah, dan trombosit normal, tetapi terlalu banyak sel darah putih abnormal. Gejalanya bisa serupa dengan penyakit lain, tetapi tidak semua orang akan mengalami semua gejala.
Gejala Leukemia Mielogen Akut Meliputi :
1. Demam atau menggigil, hal ini disebabkan oleh kurangnya sel darah putih yang sehat, yang membantu melawan infeksi di dalam tubuh.
2. Merasa lebih lemah dari biasanya, kelelahan terus-menerus meskipun sudah tidur nyenyak.
3. Infeksi yang sering atau parah. Mudah tertular infeksi atau mendapati bahwa infeksinya bertahan lama dan sulit dihilangkan.
4. Menurunkan berat badan tanpa berusaha dan tanpa mengubah pola makan.
5. Pembengkakan kelenjar getah bening, pembesaran hati atau limpa.
6. Mudah berdarah atau memar meskipun tidak mengalami benturan.
7. Mimisan berulang, gusi berdarah saat mengosok gigi, lebih banyak pendarahan jika terluka.
8. Bintik merah kecil di kulit (petechiae).
9. Keringat berlebihan, terutama pada malam hari.
10. Nyeri atau nyeri tulang.
Pada kanker ini jika mengalami gejala infeksi apa pun (terkadang hanya suhu tinggi), harus segera mendapatkan bantuan medis, karena ada risiko terkena sepsis yang mengancam jiwa.
Penanganan Leukemia
1. Kemoterapi merupakan bentuk pengobatan utama untuk leukemia. Tindakan ini bertujuan untuk membunuh sel leukemia.
2. Transplantasi sel induk dan sumsum tulang. Transplantasi sel induk ini membantu membangun kembali sel induk yang sehat dengan mengganti sumsum tulang yang tidak sehat dengan sel induk bebas leukemia yang akan meregenerasi sumsum tulang yang sehat.
3. Terapi radiasi. Terapi radiasi menggunakan sinar X atau sinar berenergi tinggi lainnya untuk merusak sel leukemia dan menghentikan pertumbuhannya.
4. Imunoterapi. Imunoterapi menggunakan sistem kekebalan untuk melawan kanker. Sistem kekebalan tubuh yang melawan penyakit mungkin tidak menyerang kanker karena sel kanker menghasilkan protein yang membantunya bersembunyi dari sel sistem kekebalan. Imunoterapi bekerja dengan mengganggu proses itu.
Referensi :
Edith Frederick Liem, dkk. 2019. Hubungan Kadar Hemoglobin dan Tercapainya Remisi pada Anak Penderita Leukemia Akut. Jurnal Kesehatan Universitas Samratulangi Menado.
Primadita syahbani, dkk. 2021. Analisis Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Leukemia Limfoblastik Akut (LLA) pada Anak di RSUD Dr. Soetomo. Jurnal Kesehatan Universitas Airlangga Surabaya.
Tika Adilistya. 2018. Patofisiologi dan Diagnosis Infiltrasi Leukemia Limfoblastik Akut ke Sistem Saraf Pusat. Jurnal Kedokteran Department of Clinical Pathology, Medical Staff, Dr Kanujoso Djatiwibowo Hospital, Balikpapan, Indonesia.
Cancela CSP, Murao M. 2010. Central Nervous System Involvement in Acute Lymphoblastic Leukemia : Diagnosis by Immunophenotyping. New England Journal of Medicine.