Minum air putih pada saat olahraga dianggap bukan merupakan larutan yang ideal untuk mengoptimalisasi proses rehidrasi tubuh. Karena konsentrasi kalium dan sodium (natrium) yang hilang melalui keringat adalah yang paling tinggi berbanding elektrolit lain. Direkomendasikan bahwa suplementasi penting bagi olahraga dengan intensitas ringan. Minuman isotonik adalah minuman yang dapat membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang melalui keluarnya keringat. Minuman isotonik dengan cepat meresap ke dalam tubuh karena osmolaritas yang baik dan terdiri dari elektrolit-elektrolit untuk membantu menggantikan cairan tubuh. Minuman isotonik memiliki komposisi elektrolit (ion positif dan ion negatif) yang mirip dengan cairan tubuh. Minuman isotonik mengandung air dan elektrolit dengan komposisi : gula, asam sitrat, natrium sitrat, natrium klorida, kalium klorida, kalium laktat, magnesium, karbonat dan perasa sitrus. Disebut isotonik karena keseimbangan kepekatan larutan yang sesuai dengan kepekatan cairan darah. Hal ini memungkinkan penyerapan yang lebih cepat dibandingkan air biasa, sehingga efektif dalam menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang melalui keringat selama aktivitas fisik. Saat tubuh aktif bergerak, terutama saat berolahraga atau beraktivitas fisik berat, tubuh kehilangan banyak cairan dan elektrolit melalui keringat. Di sinilah peran minuman isotonik menjadi penting karena minuman ini diformulasikan khusus untuk membantu menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang, sehingga minuman isotonik sangat membantu menjaga performa dan mencegah dehidrasi. Minuman ini paling cocok dikonsumsi oleh atlet atau individu dengan aktivitas fisik tinggi karena dapat membantu menjaga keseimbangan cairan, mencegah kram otot, dan mendukung performa tubuh, sekaligus memberikan tambahan energi secara cepat.
Fungsi Minuman Isotonik untuk Tubuh
Beberapa fungsi minuman isotonik adalah sebagai berikut.
1. Menambah stamina
Kandungan gula yang terkandung dalam minuman ini seperti sukrosa, fruktosa dan glukosa dapat menambah stamina dan energi tubuh serta mengurangi rasa lelah ketika melakukan aktivitas fisik berat atau berolahraga.
Kandungan elektrolit yang ada dalam kandungan ini juga berperan dalam menambah stamina dan energi tubuh, hal ini bermanfaat untuk melancarkan metabolisme tubuh, supaya proses aliran oksigen dan darah ke tubuh berjalan dengan baik.
2. Mengembalikan keseimbangan elektrolit.
Aktivitas fisik menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit penting seperti natrium, kalium, kalsium, dan magnesium melalui keringat. Minuman isotonik membantu menggantikan elektrolit ini, yang penting untuk fungsi otot dan saraf yang optimal.
3. Mencegah dehidrasi
Dehidrasi dapat menyebabkan penurunan kinerja fisik, kelelahan, dan bahkan masalah kesehatan yang lebih serius. Minuman isotonik membantu mencegah dehidrasi dengan menggantikan cairan yang hilang dengan cepat.
4. Meningkatkan performa dan pemulihan setelah olahraga.
Dengan menyediakan energi dan elektrolit yang dibutuhkan, minuman isotonik dapat membantu meningkatkan kinerja selama berolahraga, terutama dalam aktivitas yang berlangsung lebih dari satu jam. Selain itu minuman isotonik juga dapat membantu mempercepat pemulihan dengan menggantikan cairan dan elektrolit yang hilang, serta mengurangi nyeri otot setelah berolahraga.
5. Membuat suhu tubuh tetap stabil.
Manfaat lain minuman ini adalah dapat menjaga suhu tubuh manusia, terutama ketika berada di tempat yang panas, misalnya saat melakukan olahraga di tempat yang panas yang dapat memicu terjadinya heat stroke.
Ketika cuaca panas, biasanya tubuh tidak dapat mengontrol suhu tubuh. Suhu tubuh akan secara otomatis meningkat dengan cepat hingga 41 °C dalam kurun waktu dari 10 menit hingga 15 menit, pada suhu ini keringat sudah tidak bisa keluar dari tubuh manusia. Kondisi ini akan berbahaya bagi tubuh karena berakibat terjadinya heat stroke, dengan mengkonsumsi minuman ini, kita akan bisa menghindarinya.
6. Menjaga performa tubuh.
Kandungan mineral yang ada dalam minuman ini seperti klorida dan natrium berfungsi dalam menjaga keseimbangan asam basa yang ada dalam tubuh. Ketika asam dan basa dalam tubuh seimbang, maka performa saat melakukan aktivitas fisik berat juga akan terjaga. Kecepatan, kekuatan, serta konsentrasi akan seimbang dengan begitu performa tubuh akan maksimal.
7. Meminimalisir cedera
Minuman ini dapat melindungi tubuh manusia dari risiko cedera, misal kerusakan otot. Kandungan sodium, kalium, dan magnesium yang dimiliki minuman ini dapat berfungsi untuk menjaga kesehatan dan fungsi saraf, yaitu dengan menghadirkan impuls listrik yang efektif, dengan begitu sel saraf akan saling bekerjasama supaya dapat berfungsi dengan cepat. Minuman isotonik sangat dianjurkan bagi mereka yang sering melakukan aktivitas fisik berat serta durasi yang panjang seperti para atlet, atau orang-orang yang sering melakukan olahraga secara rutin misalnya bersepeda atau joging.
Bagaimana Memilih Minuman Isotonik yang Tepat?
Berikut hal-hal yang perlu kita perhatikan :
1. Perhatikan kandungan elektrolit.
Minuman isotonik yang baik harus mengandung elektrolit penting seperti natrium, kalium, dan magnesium.
Natrium membantu mengatur cairan tubuh, kalium menjaga fungsi otot dan saraf, sementara magnesium berperan dalam metabolisme energi. Tanpa elektrolit ini, manfaat minuman isotonik tidak akan maksimal.
2. Periksa kandungan karbohidrat.
Karbohidrat digunakan untuk mengembalikan energi yang hilang, terutama setelah olahraga intensitas sedang hingga berat.
Namun, pilih minuman isotonik dengan kandungan karbohidrat seimbang, sekitar 6-8 persen per sajian. Hindari produk dengan gula terlalu tinggi, karena dapat meningkatkan kalori berlebih dan justru memperlambat pengosongan lambung.
3. Cermati bahan tambahan.
Banyak minuman isotonik mengandung pewarna, perasa buatan, atau pengawet. Sebisa mungkin pilih produk dengan bahan tambahan minimal, atau yang menggunakan bahan alami seperti perisa buah asli. Ini penting terutama bagi orang yang sensitif terhadap bahan kimia tertentu.
4. Sesuaikan dengan kebutuhan aktivitasmu.
Jika kamu berolahraga ringan, air putih mungkin sudah cukup. Minuman isotonik lebih cocok dikonsumsi saat :
- Olahraga intensitas tinggi lebih dari 60 menit.
- Cuaca panas dan kamu kehilangan banyak keringat.
- Mengalami diare atau dehidrasi ringan.
- Pemulihan setelah sakit atau demam.
Referensi :
Rika Sepriani. 2020. Pengaruh Minuman Isotonik Terhadap Daya Tahan Aerobik. Jurnal Sport Saintika Universitas Negri Padang.
Khusnul Khotimah Putri Aini, dkk. 2024. Karakteristik Fisikokimia Minuman Isotonik Air Kelapa dengan Formulasi Penambahan Asam Sitrat dan NaCl. Jurnal Agroteknologi, Universitas Tanjungpura Pontianak.
An Nissa Nuryak, dkk. Review Artikel : Formulasi Pembuatan Minuman Isotonik Berbahan Baku Air Nira Pohon Aren (Arenga Pennata Merr) dan Sari Buah Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.). Jurnal Medika Universitas Islam Negri Sholahudin Makasar.