Kamis, 25 Juni 2026 11:48 WIB

Diabetes Melitus Tipe 2 Ancaman di Tengah Kemudahan Hidup Modern

Responsive image
123
Tim Promosi Kesehatan RS Kariadi - RSUP dr. Kariadi Semarang

Diabetes melitus (DM) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang jumlah penderitanya terus meningkat setiap tahun. Penyakit ini terjadi ketika kadar gula dalam darah lebih tinggi dari normal karena tubuh tidak mampu memproduksi atau menggunakan insulin secara efektif. Kali ini secara khusus membahas diabetes melitus tipe 2, jenis diabetes yang paling banyak terjadi dan paling erat kaitannya dengan pola makan serta gaya hidup. Ini berbeda dengan diabetes tipe 1, yang umumnya disebabkan oleh gangguan autoimun dan tidak berkaitan langsung dengan gaya hidup. Jika tidak dikendalikan, diabetes tipe 2 dapat menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, stroke, gangguan ginjal, kerusakan saraf, hingga gangguan penglihatan.

Banyak orang menganggap diabetes hanya disebabkan oleh konsumsi gula yang berlebihan. Padahal, diabetes juga dipengaruhi oleh pola hidup dan lingkungan tempat kita beraktivitas sehari-hari. Di era modern saat ini, masyarakat hidup dalam lingkungan yang membuat makanan dan minuman tinggi gula, garam, dan lemak semakin mudah diperoleh. Minuman kekinian, makanan cepat saji, camilan kemasan, hingga layanan pesan antar yang tersedia selama 24 jam menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat.

Selain itu, perkembangan teknologi juga membuat aktivitas fisik semakin berkurang. Banyak pekerjaan dilakukan di depan komputer, waktu luang dihabiskan dengan gawai, dan penggunaan kendaraan bermotor semakin mendominasi aktivitas sehari-hari. Akibatnya, tubuh membakar lebih sedikit kalori, sementara asupan energi dari makanan terus meningkat. Kondisi inilah yang dapat memicu kelebihan berat badan, obesitas, dan pada akhirnya meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Untuk mencegah diabetes tipe 2, diperlukan kesadaran dalam memilih pola hidup yang lebih sehat. Mulailah dengan membatasi konsumsi minuman manis, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, memilih makanan rumahan yang lebih sehat, serta mengurangi konsumsi makanan cepat saji dan makanan ultraproses. Selain itu, lakukan aktivitas fisik secara teratur minimal 150 menit per minggu dengan intensitas sedang misalnya 30 menit setiap kali, sebanyak 5 hari dalam seminggu seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berolahraga sesuai kemampuan, sebagaimana direkomendasikan oleh WHO.

Bagi masyarakat yang memiliki faktor risiko, seperti riwayat keluarga dengan diabetes, berat badan berlebih, tekanan darah tinggi, atau usia di atas 40 tahun, disarankan untuk melakukan pemeriksaan gula darah secara berkala. Deteksi dini sangat penting agar diabetes dapat dicegah atau dikendalikan sejak awal.

Di tengah kemudahan dan kenyamanan yang ditawarkan era modern, kita perlu lebih bijak dalam memilih apa yang dikonsumsi dan bagaimana menjalani aktivitas sehari-hari. Lingkungan memang dapat memengaruhi perilaku kita, tetapi keputusan untuk hidup sehat tetap berada di tangan kita sendiri. Dengan pola makan seimbang, aktivitas fisik yang cukup, dan pemeriksaan kesehatan secara rutin, risiko diabetes tipe 2 dapat dikurangi sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

Mari mulai dari langkah kecil hari ini. Pilihan sehat yang kita lakukan sekarang akan menjadi investasi kesehatan yang berharga di masa depan.

 

Referensi:

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tata Laksana Diabetes Melitus Tipe 2 Dewasa.

World Health Organization (WHO). Diabetes Fact Sheet.

International Diabetes Federation (IDF). IDF Diabetes Atlas.

Perkumpulan Endokrinologi Indonesia (PERKENI). Pedoman Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Melitus Tipe 2 di Indonesia.

World Health Organization (WHO). Healthy Diet and Physical Activity Fact Sheets.