Jumat, 26 Juni 2026 13:51 WIB

Menjaga Kenyamanan Mata dalam Dunia Digital dengan Teknologi Bluecromic

Responsive image
55
Promosi Kesehatan Tim Kerja TU RT Hukum dan Humas - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Di era digital seperti sekarang, banyak orang tidak bisa lepas dari gadget, baik dari generasi anak-anak hingga orang tua.  Berbagai kegiatan dilakukan dari gadget, mulai dari bekerja, belajar, hingga bersosialisasi, semuanya dilakukan melalui layar smartphone, laptop, atau tablet. Namun, paparan sinar biru (blue light) dari gadget bisa berdampak buruk bagi kesehatan mata sehingga dibutuhkan pelindung bagi mata agar tetap nyaman yaitu berupa lensa bluecromic. Lensa bluecromic adalah lensa kacamata yang dirancang khusus untuk melindungi mata dari paparan sinar biru yang dipancarkan oleh layar gadget sekaligus mampu berubah warna menyesuaikan kondisi pencahayaan. Sinar biru adalah bagian dari spektrum cahaya yang memiliki energi tinggi dan dapat menembus retina mata. Paparan berlebihan terhadap sinar biru dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, seperti kelelahan mata, gangguan tidur, hingga kerusakan mata jangka panjang. Saat aktivitas sehari-hari lebih banyak dilakukan di depan layar, keluhan seperti mata cepat lelah dan kering, serta sakit kepala atau bahkan gangguan tidur bisa saja terjadi. Hal ini bisa terjadi karena sinar biru dari layar digital dapat membuat mata jadi tegang sehingga rentan lelah. Dibandingkan dengan lensa CRMC maupun lensa blue ray, lensa bluecromic memberikan kenyamanan lebih optimal dalam berbagai kondisi pencahayaan. Pengguna tidak perlu berganti-ganti kacamata ketika berpindah dari dalam ruangan ke luar ruangan.

Lensa ini membantu memberikan perlindungan terhadap paparan cahaya dari layar digital saat berada di dalam ruangan, sekaligus membantu mengurangi silau ketika beraktivitas di luar ruangan, seperti saat berkendara pada siang hari. Selain itu, lensa bluecromic juga dapat menjadi pilihan bagi pemilik mata silinder karena mampu membantu menjaga kenyamanan dan kestabilan penglihatan pada berbagai kondisi cahaya.

Fitur di Dalam Lensa Bluecromic

Lensa ini sering disebut sebagai lensa 3-in-1 karena memiliki fungsi berikut :

  • Anti Radiasi (Blue Ray) : berfungsi membantu mengurangi paparan sinar biru dari layar digital seperti telepon pintar (handphone) dan laptop. Fitur ini cocok digunakan bagi pengguna yang sering beraktivitas di depan perangkat digital dan mengalami keluhan mata lelah akibat penggunaan layar dalam waktu lama. 
  • Photocromic : lensa ini memiliki kemampuan untuk berubah warna secara otomatis menjadi lebih gelap seperti sunglasses ketika terkena paparan sinar matahari (UV) saat berada di luar ruangan.
  • Anti Silau (CRMC) : memiliki lapisan pelindung yang membantu mengurangi pantulan cahaya dari lampu, terutama saat beraktivitas pada malam hari.

Manfaat Bluecromic untuk Kesehatan Mata

Bluechromic tidak hanya bermanfaat untuk membantu mengurangi keluhan mata lelah akibat paparan sinar biru dari perangkat digital. Lensa ini juga dapat menjadi pilihan bagi pengguna yang memiliki mata lebih sensitif setelah menjalani prosedur operasi mata tertentu. Hal tersebut didukung oleh berbagai manfaat lensa bluechromic dalam membantu menjaga kenyamanan dan kesehatan mata, seperti :

1. Menyaring sinar biru dari layar digital.

Lensa ini membantu menyaring paparan sinar biru dari gadget sehingga bisa menurunkan risiko mata lelah maupun gangguan tidur akibat penggunaan layar secara terus-menerus. Dengan perlindungan ini, aktivitas digital menjadi lebih nyaman dan mata tetap sehat.

2. Mengurangi gejala digital eye strain.

Penggunaan lensa bluecromic dapat mengurangi gejala digital eye strain, seperti mata kering, perih, pegal, atau tidak nyaman setelah menatap layar terlalu lama. Hal ini juga bisa membantu menekan kemungkinan sakit kepala karena mata kelelahan.

3. Mendukung pemulihan setelah operasi mata.

Setelah menjalani operasi katarak atau glaukoma, lensa bluechromic dapat memberikan perlindungan tambahan terhadap paparan cahaya terang dan sinar dari layar digital. Dengan perlindungan tersebut, kenyamanan mata dapat lebih terjaga selama proses pemulihan.

4. Melindungi mata saat beraktivitas di luar ruangan.

Kacamata dengan lensa bluecromic bisa dilengkapi dengan fitur photocromic yang memungkinkan lensa berubah warna menjadi lebih gelap saat terkena sinar matahari. Fitur ini membantu menjaga penglihatan tetap nyaman di bawah terik dan melindungi mata dari sinar UV.

5. Mencegah kelelahan mata.

Terlalu lama menatap layar gadget dapat menyebabkan gejala seperti mata kering, pandangan kabur, dan sakit kepala. Lensa bluecromic dilengkapi dengan lapisan khusus yang menyerap sinar biru, sehingga mengurangi ketegangan pada mata yang diakibatkan paparan sinar biru.

6. Meningkatkan kualitas tidur.

Paparan sinar biru di malam hari dapat mengganggu produksi hormon melatonin, yang bertanggung jawab untuk mengatur tidur. Dengan menggunakan lensa bluecromic, kamu bisa mengurangi dampak negatif sinar biru dan meningkatkan kualitas tidur.

7. Proteksi jangka panjang.

Paparan sinar biru yang berlebihan dapat meningkatkan risiko kerusakan retina. Lensa bluecromic membantu melindungi mata dari risiko tersebut, sehingga kesehatan mata tetap terjaga dalam jangka panjang.

Keunggulan Lensa Bluecromic

1. Material Anti-Sinar Biru

Lensa bluecromic dilengkapi dengan material khusus yang mampu menyerap sinar biru, sehingga mengurangi paparan langsung ke mata.

2. Tampilan Bening dan Stylish

Meski memiliki material anti-sinar biru, lensa ini tetap terlihat bening seperti kacamata biasa. Cocok untuk gaya hidup milennial yang mengutamakan penampilan.

3. Bisa Dikombinasikan dengan Fitur Lain

Lensa bluecromic bisa dikombinasikan dengan fitur lain seperti anti-silau (anti-reflective coating) atau proteksi UV, sehingga memberikan perlindungan maksimal untuk mata.

 

Referensi :

DI Suryanto. 2020. Pengaruh Pemakaian Lensa Bluecromik terhadap Kenyamanan Pemakaian Kacamata di Optik Jaya Pasaman Barat. Jurnal Kesehatan Universitas Andalas Padang.

Syara Sita Nada, dkk. 2020. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Praktik Penggunaan Lensa Kontak dalam Pencegahan Komplikasi Gangguan Kesehatan Mata pada Mahasiswa Universitas Diponegoro. Jurnal Kesehatan Universitas Diponegoro Semarang.

Mainster, M. A., Findl, O., Dick, H. B., Desmettre, T., Ledesma-Gil, G., Curcio, C. A., & Turner, P. L. 2022. The Blue Light Hazard Versus Blue Light Hype. American Journal of Ophthalmology, 240, 51-57.

Cleveland Clinic. 2022. Eye Care. 6 Tips To Help Combat Computer Vision Syndrome.