Jumat, 26 Juni 2026 13:52 WIB

Mata Lebih Nyaman di Berbagai Kondisi Cahaya dengan Lensa Fotokromik

Responsive image
21
Promosi Kesehatan Tim Kerja TU RT Hukum dan Humas - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Perkembangan teknologi digital saat ini membuat penggunaan perangkat elektronik semakin tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk di Indonesia. Berbagai perangkat digital seperti komputer, tablet, dan ponsel menghasilkan paparan sinar biru (blue light), yaitu bagian dari cahaya tampak berenergi tinggi yang dikenal sebagai High Energy Visible Light (HEV Light). Berbeda dengan sinar ultraviolet (UV), sinar biru dapat melewati kornea dan lensa mata sehingga mencapai bagian retina, termasuk area makula. Paparan sinar biru dalam jangka waktu lama diduga dapat memicu stres oksidatif pada sel fotoreseptor, yaitu sel mata yang berfungsi menangkap cahaya, sehingga berpotensi memengaruhi kesehatan mata.

Untuk membantu mengurangi paparan sinar UV, penggunaan lensa dengan perlindungan khusus seperti lensa berwarna atau lapisan pelindung UV dapat digunakan. Sementara itu, paparan sinar biru dapat diminimalkan dengan penggunaan lensa yang memiliki lapisan anti-blue ray. Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, baik di luar ruangan maupun di depan layar digital, teknologi lensa terus berkembang. Salah satu inovasi yang hadir adalah lensa bluechromic, yaitu perpaduan antara teknologi lensa photocromic dan perlindungan terhadap sinar biru (blue ray).

Lensa photocromic merupakan jenis lensa yang memiliki kemampuan untuk berubah warna dari bening menjadi lebih gelap ketika terkena paparan sinar ultraviolet, kemudian kembali jernih saat berada di lingkungan dengan paparan UV yang rendah. Kemampuan ini membuat lensa photocromic dapat digunakan dalam berbagai kondisi, baik di dalam ruangan maupun di luar ruangan. Meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan mata turut mendorong penggunaan lensa photocromic. Salah satu manfaat utama lensa ini adalah membantu memberikan perlindungan terhadap paparan sinar UV yang dapat berdampak buruk bagi kesehatan mata.

Lensa photocromic dapat digunakan oleh berbagai kelompok pengguna, baik dengan kelainan refraksi (ametropia) maupun tanpa kelainan refraksi (emetropia). Selain berfungsi sebagai pelindung mata seperti kacamata hitam (sunglasses), lensa ini juga dapat dikombinasikan dengan kebutuhan koreksi penglihatan. Keunggulan utama lensa photocromic adalah kemampuannya beradaptasi terhadap perubahan kondisi cahaya. Lensa ini tetap nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas, baik saat berada di dalam ruangan maupun ketika beraktivitas di luar ruangan.

Apa Itu Lensa Photochromic?

Lensa photocromic atau adaptif merupakan salah satu jenis lensa yang adaptif terhadap cahaya. Ini dikarenakan lensa adaptif menggunakan bahan dasar lensa transisi sebagai bahan pembuatnya. Adaptif disini berarti photocromic lens tersebut memiliki kepekaan terhadap rangsangan cahaya UV.

Ketika lensa adaptif berada pada paparan sinar ultraviolet, maka secara otomatis lensa tersebut akan berubah warna menjadi gelap. Setelah itu, ketika sudah berada dalam ruangan teduh dan remang, maka lensa jenis ini akan berubah menjadi bening kembali.

Lensa photocromic adalah lensa yang dapat beradaptasi dengan perubahan intensitas cahaya. Lensa ini akan otomatis menjadi gelap saat berada di lingkungan yang terang atau terpapar sinar matahari langsung, dan kembali jernih saat berada di dalam ruangan atau di lingkungan dengan cahaya redup.

Bagaimana Lensa Photocromic Bekerja?

Lensa photocromic bekerja melalui reaksi kimia yang terjadi pada molekul perak klorida yang tersebar di dalam material lensa. Molekul-molekul ini tidak terlihat dan tetap tidak aktif sampai lensa terpapar sinar ultraviolet (UV). Ketika sinar UV mengenai lensa, molekul perak klorida mulai berubah struktur. Perak terpisah dari klorida, menyebabkan elektron dilepaskan.

Elektron-elektron ini diserap oleh molekul perak lainnya, yang kemudian membentuk gumpalan mikroskopis perak metalik. Gumpalan ini menyerap sebagian cahaya tampak, menyebabkan lensa menjadi gelap. Proses ini reversibel. Ketika sumber UV dihilangkan (misalnya, saat masuk ke dalam ruangan), reaksi kimia berbalik.

Perak dan klorida bergabung kembali, gumpalan perak menghilang, dan lensa kembali jernih. Proses ini berlangsung secara otomatis dan terus-menerus menyesuaikan dengan tingkat cahaya UV di sekitarnya.

Manfaat Lensa Photocromic

Berikut ini adalah beberapa di antaranya :

1. Pelindung dari Sinar UV

Salah satu manfaat utama lensa adaptif (photocromic) adalah membantu memberikan perlindungan terhadap paparan sinar ultraviolet (UV). Lensa ini memiliki kemampuan untuk menyesuaikan tingkat kegelapan secara otomatis ketika terkena sinar UV, sehingga dapat mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke mata. Kemampuan tersebut membuat lensa adaptif menjadi pilihan yang nyaman digunakan dalam berbagai kondisi pencahayaan, baik di dalam ruangan maupun saat beraktivitas di luar ruangan, sekaligus membantu menjaga kenyamanan dan kesehatan mata dari paparan sinar UV berlebih.

2. Termasuk Kacamata yang Fleksibel

Lensa adaptif (photocromic) merupakan jenis lensa yang praktis dan fleksibel karena mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi cahaya. Dengan menggunakan satu kacamata, pengguna tidak perlu membawa kacamata berbeda untuk kebutuhan di dalam ruangan maupun kacamata dengan perlindungan cahaya saat beraktivitas di luar ruangan. Kemampuan lensa yang dapat berubah dari jernih menjadi lebih gelap ketika terkena paparan sinar UV menjadikannya pilihan yang nyaman untuk mendukung berbagai aktivitas sehari-hari.

3. Menghalau Cahaya Biru

Paparan cahaya biru (blue light) merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam menjaga kesehatan mata. Cahaya biru dapat berasal dari berbagai sumber digital, seperti layar telepon pintar, komputer, laptop, maupun perangkat elektronik lainnya.

Paparan cahaya biru dalam durasi yang lama dapat memberikan pengaruh terhadap kenyamanan mata, terutama ketika terjadi secara terus-menerus. Oleh karena itu, upaya untuk mengurangi paparan cahaya biru menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan mata.

4. Memudahkan Penglihatan Saat Terik Matahari

Paparan cahaya matahari yang terlalu terang dapat menyebabkan rasa silau dan mengganggu kenyamanan saat melihat. Untuk mengurangi efek tersebut, penggunaan kacamata pelindung seperti sunglasses sering menjadi pilihan ketika beraktivitas di luar ruangan. Saat ini, lensa adaptif (photocromic) juga memiliki kemampuan untuk menyesuaikan tingkat kegelapan lensa berdasarkan intensitas cahaya. Fitur tersebut membantu mengurangi paparan cahaya yang terlalu menyilaukan sehingga penglihatan tetap terasa lebih nyaman di bawah sinar matahari.

Keunggulan Lensa Photocromic

Lensa photocromic menawarkan berbagai keunggulan, di antaranya :

  1. Praktis : tidak perlu mengganti kacamata saat berpindah antara lingkungan indoor dan outdoor.
  2. Perlindungan UV : memblokir 100% sinar UVA dan UVB yang berbahaya bagi mata.
  3. Mengurangi ketegangan mata : mengurangi silau dan ketegangan mata di bawah sinar matahari.
  4. Serbaguna : cocok untuk berbagai aktivitas, mulai dari mengemudi hingga olahraga.
  5. Mengurangi risiko penyakit mata : perlindungan terhadap sinar UV dapat membantu mengurangi risiko katarak dan degenerasi makula.

Siapa yang Cocok Menggunakan Lensa Photocromic?

Lensa ini sangat ideal bagi :

  1. Orang yang sensitif terhadap cahaya : lensa ini membantu mengurangi silau dan ketegangan mata.
  2. Orang yang aktif di luar ruangan : memberikan perlindungan dari sinar UV saat beraktivitas di luar.
  3. Anak-anak : melindungi mata anak-anak dari paparan sinar UV yang berlebihan.
  4. Pengguna kacamata dengan resep : tersedia dalam berbagai resep, termasuk lensa progresif dan bifokal.

 

Referensi :

Fetrix Livanos, dkk. 2023. Pengaruh Penggunaan Lensa Bluechromic Terhadap Kenyamanan di Optik Sarimbit Bobor Tahun 2022. Jurnal Optometri, Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta.

Nova Joko Pamungkas. 2020. Analisis Pemilihan Lensa Photochromic pada Pelanggan dengan Kelainan Refraksi di Optik Red Green Palangka Raya Tahun 2020. Jurnal Optometri, Akademi Refraksi Optisi Leprindo Jakarta.

Citrawathi Udiantari, dkk. 2019. Fitur Eye Protection pada Layar Smarthphone Dapat Mengurangi Kelelahan Mata dan Memperpanjang Durasi Penggunaannya pada Siswa SMP Negeri 1 Seririt, Buleleng Bali. Universitas Udayana, Denpasar.

Roger Wing-hong Li and C. K. 2017. Blue-Light Filtering Spectacle Lenses : Optical and Clinical Performances.