Jumat, 26 Juni 2026 13:56 WIB

Memahami Kapan Hemoroid Membutuhkan Tindakan Operasi

Responsive image
88
Promosi Kesehatan Tim Kerja TU RT Hukum dan Humas - RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro Klaten

Hemoroid atau yang dikenal masyarakat umum sebagai wasir atau ambeien merupakan kondisi berupa pelebaran dan peradangan (inflamasi) pembuluh darah vena di daerah anus yang berasal dari pleksus hemoroidalis. Hemoroid terjadi akibat perubahan pada jaringan pembuluh darah dan jaringan penyangga di sekitar saluran anus.

Hemoroid terbagi menjadi 2 (dua) jenis, yaitu hemoroid interna dan hemoroid eksterna. Hemoroid interna terjadi pada pembuluh darah di bagian dalam anus dan sering ditandai dengan keluarnya darah setelah buang air besar tanpa disertai rasa nyeri. Sementara itu, hemoroid eksterna terjadi pada pembuluh darah di sekitar bagian luar anus dan dapat menimbulkan keluhan seperti nyeri, benjolan, atau rasa tidak nyaman.

Perkembangan hemoroid dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti kebiasaan mengejan terlalu lama, konstipasi atau sembelit berkepanjangan, pola makan rendah serat, kehamilan, serta obesitas. Kondisi ini juga dapat berkaitan dengan pelebaran pembuluh darah yang tidak normal, perubahan pada jaringan ikat pendukung saluran anus, reaksi peradangan, dan gangguan pada struktur pembuluh darah.

Diagnosis hemoroid dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi anamnesis (wawancara medis), pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang apabila diperlukan. Penanganan hemoroid dapat dilakukan melalui terapi obat-obatan (medikamentosa) maupun tindakan operasi.

Hemoroidektomi merupakan salah satu prosedur operasi yang digunakan untuk mengatasi hemoroid, terutama pada kondisi yang sudah berat atau tidak membaik dengan terapi lain. Prosedur ini umumnya aman dan efektif, dengan masa pemulihan selama beberapa minggu. Pada awal masa pemulihan, pasien dapat mengalami rasa nyeri sementara yang secara bertahap akan berkurang seiring proses penyembuhan.

Berbagai Faktor Pemicu Munculnya Hemoroid

  1. Faktor keturunan atau genetik, yaitu adanya kecenderungan kelemahan jaringan penyangga di sekitar pembuluh darah anus.
  2. Sembelit (konstipasi) yang berulang atau berkepanjangan, yang dapat menyebabkan kebiasaan mengejan saat buang air besar.
  3. Terlalu lama duduk atau jongkok di toilet, termasuk melakukan aktivitas lain seperti membaca atau menggunakan gawai saat buang air besar, sehingga meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di area anus.
  4. Kehamilan dan perubahan hormonal, yang dapat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di sekitar anus.
  5. Usia lanjut, karena elastisitas jaringan penyangga pembuluh darah dapat menurun seiring bertambahnya usia.
  6. Sering mengangkat beban berat, yang dapat meningkatkan tekanan di dalam rongga perut dan memicu munculnya hemoroid.
  7. Diare yang sering terjadi atau berlangsung lama, yang dapat menyebabkan iritasi dan tekanan berulang pada area anus.

Tanda dan Keluhan yang Muncul pada Hemoroid

  1. Buang Air Besar (BAB) berdarah berwarna merah terang.
  2. Rasa nyeri saat BAB.
  3. Gatal atau iritasi (pedih) di daerah anus.
  4. Nyeri atau ketidaknyamanan pada anus.
  5. Pembengkakan di sekitar anus, dan membesar saat mengedan.
  6. Benjolan lunak di dekat anus yang mungkin sensitif atau menyakitkan.

Kondisi yang Memerlukan Operasi Hemoroidektomi

Berikut adalah beberapa kondisi yang memerlukan operasi hemoroidektomi :

  1. Menderita ambeien luar dan ambeien dalam secara bersamaan.
  2. Benjolan ambeien sangat parah atau besar hingga terasa sangat tidak nyaman.
  3. Telah melakukan perubahan gaya hidup dan mengonsumsi obat-obatan tetapi tidak efektif dalam mengatasi ambeien.
  4. Memiliki benjolan ambeien yang terjepit atau terpelintir.
  5. Benjolan ambeien membengkak akibat adanya gumpalan darah.
  6. Memerlukan pembedahan untuk gangguan lain pada anus dan rektum.

Operasi Hemoroidektomi Konvensional

  1. Apabila pasien sedang mengonsumsi obat pengencer darah, dokter akan menyarankan penghentian konsumsi obat tersebut beberapa hari sebelum operasi dilakukan.
  2. Sehari sebelum menjalani operasi, pasien dianjurkan untuk menghindari konsumsi makanan berminyak serta menjalani puasa selama 6-8 jam sebelum tindakan operasi.
  3. Untuk mencegah rasa sakit selama prosedur hemoroidektomi berlangsung, pasien akan diberikan anestesi berupa bius lokal, bius lokal dengan sedasi, atau bius umum sesuai dengan kondisi pasien. Setelah anestesi bekerja, dokter akan memulai tindakan operasi.
  4. Prosedur hemoroidektomi diawali dengan membuat sayatan kecil di area anus, tepatnya di sekitar benjolan hemoroid. Sayatan tersebut membantu dokter untuk memotong dan mengangkat jaringan hemoroid.
  5. Setelah jaringan hemoroid diangkat, area bekas sayatan dapat dijahit atau dibiarkan terbuka, tergantung pada kondisi dan jenis hemoroid yang ditangani.
  6. Masa pemulihan setelah operasi hemoroidektomi umumnya berlangsung sekitar 2-4 minggu. Namun, lama pemulihan dapat berbeda pada setiap pasien, tergantung kondisi kesehatan dan proses penyembuhan masing-masing.

Laser Hemorrhoidoplasty (LHP)

Operasi hemoroid dengan metode minimal invasif menggunakan laser diode merupakan salah satu tindakan modern untuk menangani hemoroid dengan trauma jaringan yang lebih minimal. Prinsip tindakan ini adalah mengurangi ukuran jaringan hemoroid melalui energi laser tanpa melakukan pemotongan pada area anoderm (lapisan kulit di sekitar anus), sehingga struktur anatomi area anus tetap dipertahankan secara alami.

Pada prosedur Laser Hemorrhoidoplasty, serat laser (laser fiber) dimasukkan secara hati-hati ke dalam jaringan hemoroid. Energi laser kemudian diberikan untuk mengecilkan jaringan hemoroid secara bertahap. Setelah ukuran hemoroid berkurang sekitar 40-60%, tindakan laser selesai dilakukan. Proses pengecilan jaringan hemoroid akan berlanjut secara alami setelah prosedur, dengan hasil penyusutan yang optimal umumnya terjadi dalam waktu sekitar 4-8 minggu.

Kelebihan

Laser Hemorrhoidplasty mempunyai kelebihan dan keuntungan dibandingkan dengan operasi konvensional :

1. Tidak dilakukan pemotongan dan pembedahan pada jaringan hemoroid.

2.  Rasa nyeri yang minimal.

3.  Dapat dilakukan one-day-care, langsung pulang (kecuali pada kasus-kasus tertentu).

4.  Dapat segera beraktivitas seperti sedia kala.

Cara Kerja Laser Ambeien

Laser ambeien dilakukan dengan sinar laser yang diarahkan ke jaringan wasir untuk mengecilkannya. Prosedur ini minim nyeri dan perdarahan, serta pemulihan lebih cepat dibanding operasi tradisional / konvensional

Apakah Ada Efek Negatif dari Terapi Laser?

Ya, terapi laser bisa memiliki efek negatif seperti bengkak, nyeri ringan, atau infeksi, meski jarang. Risiko ini biasanya minim, dan pemulihan umumnya cepat.

Siapa Saja yang Tidak Boleh Menerima Terapi Laser Hemorrhoidoplasty?

Terapi Laser Hemorrhoidoplasty tidak dapat dilakukan pada semua pasien. Beberapa kondisi tertentu perlu menjadi pertimbangan sebelum menjalani tindakan ini, terutama pada pasien dengan gangguan kesehatan yang dapat memengaruhi keamanan prosedur.

Pasien dengan gangguan pembekuan darah, infeksi aktif di area anus atau hemoroid, maupun kondisi medis tertentu yang berat seperti penyakit jantung yang belum terkontrol mungkin tidak dianjurkan untuk menjalani terapi ini.

Sebelum tindakan dilakukan, dokter akan melakukan pemeriksaan dan evaluasi menyeluruh untuk menentukan apakah prosedur Laser Hemorrhoidoplasty aman dan sesuai dengan kondisi pasien.

 

Referensi :

Baiq Wanda Annisa. 2021. Diagnosis dan Tatalaksana Hemoroid. Jurnal Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Mataram NTB.

Andre Elia Abdian, dkk. 2023. Hemoroid Interna Grade IV : Laporan Kasus Post Operasi Hemorrhoidektomi Internal : Case Report. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Universitas Tadulako Palu.

Rusandi Vera Cahyati. 2023. Asuhan Keperawatan Gangguan Rasa Nyaman pada Pasien Post Hemoroidektomi dengan Intervensi Kompres Dingin di RSUD Abdul Moeleok Provinsi Lampung Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Poltekes Kemenkes Tanjungkarang.