Selasa, 28 April 2026 11:52 WIB

RSPON Mahar Mardjono Jakarta dan BPJS Kesehatan Optimalkan Integrasi Sistem Pelayanan Guna Perkuat Layanan Digital JKN

Responsive image
IN - RS Pusat Otak Nasional Prof. Dr.dr.Mahar Mardjono Jakarta
20

Jakarta - Rumah Sakit Pusat Otak Nasional Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta (RSPON Mahar Mardjono Jakarta) menyelenggarakan pertemuan koordinasi bersama satuan BPJS Kesehatan dalam rangka monitoring dan evaluasi penggunaan biometrik serta optimalisasi sistem pelayanan pasien Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) pada Senin, 27 April 2026 di Ruang Rapat Struktural Lantai 11 Gedung C, RSPON Mahar Mardjono Jakarta.

Kegiatan ini dihadiri oleh Direktur Pelayanan Operasional RSPON Mahar Mardjono Jakarta, (dr. Sardiana Salam, Sp.N, Subsp, NKI(K), M.Kes) bersama Instalasi Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit RSPON Mahar Mardjono Jakarta (SIRS RSPON Mahar Mardjono Jakarta). Turut hadir dalam kegiatan Kepala Cabang BPJS Kesehatan Jakarta Timur, (dr. Fahria Syawal, M.I.Kom) beserta jajaran, yang semakin memperkuat sinergi antara kedua institusi dalam pengembangan layanan berbasis digital.

Dalam sesi pembahasan, dipaparkan skema pemanfaatan antrian online melalui Mobile JKN yang terintegrasi dengan sistem SIMRS. Terdapat tiga kondisi utama, yaitu pengambilan antrian dan check-in melalui Mobile JKN, integrasi proses check-in menggunakan SIMRS, serta kombinasi antrean SIMRS dengan Mobile JKN. Implementasi skema ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi layanan sekaligus mengurangi waktu tunggu pasien di fasilitas kesehatan.

Selain itu, pertemuan ini juga menjadi momentum pengenalan inovasi terbaru dari BPJS Kesehatan, yaitu FRISTA (Face Recognition Integrated System Hospital). Teknologi ini memanfaatkan pengenalan wajah untuk verifikasi identitas pasien secara cepat, aman, dan akurat, menggantikan metode fingerprint yang sebelumnya digunakan.

Melalui penerapan FRISTA (Face Recognition Integrated System Hospital), proses pendaftaran pasien dapat dilakukan dalam hitungan detik sekaligus memperkuat keamanan data dan meminimalkan potensi penyalahgunaan identitas peserta. Dalam implementasinya, disepakati bahwa penerbitan Surat Eligibilitas Peserta (SEP) wajib melalui validasi biometrik, baik pada layanan rawat jalan maupun rawat inap, dengan mengutamakan penggunaan FRISTA (Face Recognition Integrated System Hospital) .

Untuk kondisi tertentu di mana pasien tidak dapat dilakukan validasi biometrik, baik karena faktor klinis maupun non-klinis, proses administrasi tetap dapat dilaksanakan dengan melengkapi dokumen pendukung sesuai ketentuan, seperti surat keterangan DPJP, identitas pasien, serta dokumentasi pendukung lainnya.

Penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit (SIMRS) juga dioptimalkan dalam proses penerbitan SEP secara menyeluruh guna memastikan alur pelayanan berjalan lebih terintegrasi dan tertib. Selain itu, disepakati bahwa penerbitan surat kontrol dilakukan setelah pelayanan selesai, sehingga mendukung terbentuknya sistem antrean yang lebih terstruktur pada kunjungan berikutnya.

Diskusi berlangsung aktif dan interaktif antara satuan BPJS Kesehatan dan tim SIMRS RSPON Mahar Mardjono Jakarta, khususnya dalam membahas integrasi sistem serta kesiapan implementasi di lapangan. Sinergi ini menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi digital layanan kesehatan yang lebih optimal.

Melalui pertemuan ini, RSPON Mahar Mardjono Jakarta menegaskan komitmennya dalam menghadirkan layanan kesehatan yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan kolaborasi dengan BPJS Kesehatan serta optimalisasi peran tim SIMRS dalam mendukung transformasi digital di lingkungan rumah sakit.

Tidak hanya berfokus pada peningkatan efisiensi pelayanan, RSPON Mahar Mardjono Jakarta juga terus mendorong penerapan teknologi yang adaptif dan inovatif guna memastikan proses pelayanan berjalan lebih cepat, akurat, dan transparan. Implementasi sistem seperti antrian online dan FRISTA (Face Recognition Integrated System Hospital) diharapkan mampu memberikan pengalaman layanan yang lebih nyaman, sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan berbasis digital. ***