Sabtu, 27 Juni 2026 15:30 WIB

Bimbingan Teknis Pengampuan Pelayanan Kesehatan Jiwa Provinsi Jateng

Responsive image
ikj - Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan
17

Surakarta – Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan melalui Direktorat Pelayanan Klinis bersama dengan RS Jiwa Dr. H. Marzoeki Mahdi Bogor selaku Koordinator

Jejaring Pengampuan Pelayanan Kesehatan Jiwa, RS Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang selaku Rumah Sakit Pengampu Regional Kesehatan Jiwa untuk wilayah provinsi Jawa Tengah, menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengampuan Pelayanan Kesehatan Jiwa. Kegiatan ini dilakukan secara luring di RSJD Dr. Arif Zainudin Surakarta, Jawa Tengah, dan daring melalui Zoom Meeting (25/6), dan dibuka oleh Direktur Pelayanan Klinis, dr. Obrin Parulian, M.Kes , yang diwakili oleh Ketua Tim Kerja Pengampuan Pelayanan Non KJSU-KIA, dr. Indri Astuti Utami, MIPH, MHM)

Bimtek ini menghadirkan nara sumber yang berkompeten di bidangnya, antara lain dr. Indri Astuti Utami, MIPH, MHM, Ketua Tim Kerja Pengampuan Pelayanan Non KJSU KIA Direktorat Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan yang menyampaikan terkait "Kebijakan Program Pengampuan Pelayanan Kesehatan Jiwa", lalu dilanjutkan oleh narasumber dari RS Jiwa Prof. Dr. Soerojo Magelang yaitu dr. Santi Yuliani, M.Sc, Sp.KJ,Subsp. ENP (K) dengan materi "Emergency Psikiatri, NSSI dan Demensia, serta narasumber Ns. Abdul Jalil,. M.Kep., Sp.Kep.J, FISQua dengan materi "Manajemen Asuhan Jiwa Dasar di RSU" dan  dimoderatori oleh dr. Herbet Sidabutar, SpKJ  dari RS Jiwa Dr.  H. Marzoeki Mahdi Bogor. Kegiatan ini diikuti oleh 263 rumah sakit Jejaring pengampuan Kesehatan Jiwa di seluruh Indonesia dan Dinas Kesehatan Provinsi/Kota/Kabupaten terkait.

Dalam sambutannya dr. Indri menyampaikan bahwa Kesehatan jiwa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesehatan secara menyeluruh. Upaya peningkatan kualitas pelayanan kesehatan jiwa saat ini menjadi salah satu agenda penting dalam transformasi sistem kesehatan nasional, mengingat beban masalah kesehatan jiwa yang masih cukup tinggi, kebutuhan layanan yang terus meningkat, serta masih adanya kesenjangan akses dan mutu pelayanan antar wilayah.

“Rumah sakit sebagai fasilitas pelayanan kesehatan rujukan dituntut untuk mampu memberikan pelayanan kesehatan jiwa yang komprehensif, mulai dari deteksi dini, penatalaksanaan kasus akut, pelayanan rawat jalan dan rawat inap, hingga sistem rujukan dan rehabilitasi yang terintegrasi. Tantangan tersebut menjadi semakin kompleks ketika kita menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, belum meratanya kompetensi tenaga kesehatan, serta variasi kapasitas fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah” ungkap dr. Indri.

Dalam kesempatan yang sama dr. Indri juga menambahkan bahwa penguatan kapasitas rumah sakit melalui mekanisme pengampuan menjadi strategi yang sangat penting. Program Pengampuan Pelayanan Kesehatan Jiwa merupakan bagian dari transformasi layanan rujukan yang bertujuan memperkuat jejaring antar rumah sakit, mempercepat transfer kompetensi, meningkatkan mutu pelayanan klinis, serta memastikan pemerataan akses pelayanan kesehatan jiwa yang berkualitas bagi masyarakat.

“Keberhasilan program ini tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Keberhasilan sejati adalah ketika dokter umum, perawat, dan tenaga kesehatan di rumah sakit jejaring semakin percaya diri dan kompeten dalam

menangani kasus kesehatan jiwa; ketika sistem rujukan berjalan lebih efektif; ketika kasus-kasus kegawatdaruratan psikiatri dapat ditangani dengan lebih baik; dan pada akhirnya ketika masyarakat memperoleh akses pelayanan kesehatan jiwa yang lebih cepat, lebih dekat, dan lebih bermutu” tambahnya.

Diakhir sambutannya dr. Indri berharap melalui kegiatan bimbingan teknis hari ini, seluruh peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan klinis, berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, serta membangun komunikasi dan kolaborasi yang lebih erat antar rumah sakit dalam jejaring pengampuan.

“Saya meyakini bahwa dengan komitmen bersama, semangat belajar yang berkelanjutan, serta kolaborasi yang semakin erat dalam jejaring pengampuan, kita dapat mewujudkan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih berkualitas, lebih merata, dan lebih berorientasi pada kebutuhan masyarakat” ujar dr. Indri menutup sambutannya.