Senin, 31 Agustus 2026 15:50 WIB

RS M Djamil Uji Coba SiPiTER Perkuat Tata Kelola Penanganan Pasien Terlantar

Responsive image
Humas - RSUP dr. Djamil Padang
35

Padang - RS M. Djamil Padang melaksanakan Uji Coba Pilot Project Aplikasi Sistem Informasi Penanganan Pasien Terlantar (SiPiTER) sebagai bagian dari implementasi Proyek Perubahan “Strategi Penguatan Tata Kelola Kolaborasi Lintas Sektor dalam Penanganan Pasien Terlantar untuk Mewujudkan Pelayanan Cepat, Akuntabel, dan Berkelanjutan di RS M. Djamil Padang”, Senin, 31 Agustus 2026.

Kegiatan yang berlangsung di sejumlah area pelayanan tersebut dihadiri Direktur Operasional RS M. Djamil Padang, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, dan melibatkan unit-unit terkait dalam proses penanganan pasien terlantar. Uji coba dan simulasi dilakukan pada Pendaftaran IGD, Admission Instalasi Kebidanan dan Anak, serta Instalasi Forensik dan Pemulasaran Jenazah.

SiPiTER dikembangkan sebagai instrumen pendukung koordinasi, pencatatan, pemantauan proses, dan pelaporan penanganan pasien terlantar secara lebih terintegrasi. Kehadiran aplikasi ini diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas unit sehingga penanganan pasien terlantar tidak hanya berjalan cepat, tetapi juga terdokumentasi dan dapat dipantau secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan pilot project, tim melakukan simulasi penggunaan SiPiTER mulai dari proses identifikasi dan pencatatan pasien terlantar, simulasi alur bisnis proses penanganan melalui aplikasi, hingga koordinasi dan distribusi informasi antarunit terkait. Pengujian juga mencakup kesesuaian aplikasi dengan alur bisnis proses dan SOP Penanganan Pasien Terlantar, termasuk monitoring tindak lanjut hingga penyelesaian kasus.

Selain menguji fungsi aplikasi, kegiatan ini menjadi ruang untuk mengidentifikasi berbagai kendala teknis maupun nonteknis, seperti kemudahan penggunaan, kelengkapan data, kejelasan alur, kecepatan koordinasi, serta kebutuhan pengembangan fitur. Masukan dari para pengguna menjadi bagian penting dalam evaluasi dan penyempurnaan aplikasi sebelum implementasi dilakukan secara lebih luas.

Direktur Operasional RS M. Djamil Padang, drg. Ade Palupi Muchtar, MARS, menyampaikan bahwa penerapan SiPiTER harus mampu memberikan perubahan nyata terhadap pola koordinasi dan penanganan pasien terlantar di rumah sakit.

“Kita ingin penanganan pasien terlantar ini tidak lagi berjalan secara parsial, tetapi terkoordinasi dengan baik antarunit. SiPiTER harus menjadi alat yang memudahkan kita untuk mengetahui kondisi pasien, siapa yang menangani, apa tindak lanjutnya, dan bagaimana penyelesaiannya. Dengan demikian, prosesnya menjadi lebih cepat, terdokumentasi, dan akuntabel,” ujar Ade.

Ia menambahkan, uji coba merupakan tahapan penting untuk memastikan aplikasi yang dikembangkan benar-benar sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Kita tidak hanya menguji aplikasinya, tetapi juga menguji alur kerjanya. Kalau dalam praktik ditemukan kendala, justru itu yang harus kita perbaiki. Harapannya, setelah melalui proses evaluasi ini, SiPiTER dapat digunakan secara optimal dan memberikan manfaat bagi petugas maupun pasien,” lanjutnya.

Pelaksanaan pilot project juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antara unit pelayanan, Instalasi SIMRS, dan Tim Efektif Proyek Perubahan. Setiap unit yang terlibat diharapkan dapat menunjuk petugas atau PIC untuk memastikan proses uji coba berjalan dan setiap kendala dapat segera dikoordinasikan.

Hasil uji coba selanjutnya akan didokumentasikan dan dievaluasi sebagai dasar penyempurnaan aplikasi serta tindak lanjut implementasi SiPiTER secara berkelanjutan. Melalui inovasi ini, RS M. Djamil Padang terus mendorong perubahan tata kelola penanganan pasien terlantar agar semakin terstruktur, terintegrasi, terdokumentasi, cepat, dan akuntabel, sekaligus memperkuat komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang berkelanjutan bagi masyarakat. ***