Padang - RS M. Djamil terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan kompetensi tenaga kesehatan melalui program fellowship. Komitmen tersebut diwujudkan dengan pelepasan lima peserta fellowship periode Maret 2026 yang telah menyelesaikan rangkaian pendidikan dan pengembangan kompetensi di RS M. Djamil.
Kegiatan pelepasan dilaksanakan pada Senin, 31 Agustus 2026 di Ruang Kerja Direktur Perencanaan dan Keuangan RS M. Djamil. Lima peserta fellowship yang dilepas terdiri dari empat peserta fellowship bidang Onkologi dan satu peserta fellowship MDR in TB and Lung Infection.
Pelepasan tersebut menjadi momentum bagi RS M. Djamil untuk memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah mengikuti seluruh rangkaian program dengan baik. Selama menjalani fellowship, para peserta mendapatkan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan dan keterampilan, sekaligus memperoleh pengalaman dalam lingkungan pelayanan rumah sakit yang mendukung pengembangan kompetensi profesional.
Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, menyampaikan ucapan selamat kepada kelima peserta fellowship yang telah menyelesaikan program. Ia berharap kompetensi dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani fellowship dapat menjadi bekal berharga ketika kembali menjalankan tugas dan pengabdian di rumah sakit daerah masing-masing.
“Selamat kepada seluruh peserta fellowship yang telah menyelesaikan program dengan baik. Kami berharap ilmu, pengalaman dan kompetensi yang diperoleh selama berada di RS M. Djamil dapat dibawa dan diterapkan ketika kembali ke RSUD masing-masing,” ujar dr. Maliana.
Menurutnya, program fellowship tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta dalam meningkatkan kapasitas profesional, tetapi juga diharapkan memberikan dampak yang lebih luas terhadap penguatan pelayanan kesehatan di daerah. Dengan kembali ke rumah sakit masing-masing, para peserta diharapkan mampu berbagi pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti fellowship kepada rekan sejawat dan tim pelayanan di tempat mereka mengabdi.
“Harapannya, setelah kembali ke daerah masing-masing, kompetensi yang sudah diperoleh dapat memberikan manfaat bagi rumah sakit dan masyarakat yang dilayani. Apa yang dipelajari di sini mudah-mudahan dapat dikembangkan dan dibagikan kepada teman-teman sejawat di masing-masing rumah sakit,” lanjutnya.
Empat peserta fellowship bidang Onkologi mendapatkan kesempatan untuk memperdalam kompetensi dalam bidang pelayanan kanker. Pengembangan kompetensi tersebut diharapkan dapat mendukung kesiapan peserta dalam memberikan pelayanan yang semakin baik ketika kembali ke rumah sakit asal.
Sementara itu, satu peserta fellowship MDR in TB and Lung Infection mendapatkan penguatan kompetensi dalam penanganan tuberkulosis resistan obat serta infeksi paru. Kompetensi tersebut diharapkan dapat menjadi modal penting dalam mendukung pelayanan pasien dengan kasus yang membutuhkan penanganan secara komprehensif.
Selama mengikuti program, para peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman melalui keterlibatan dalam proses pelayanan. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kemampuan profesional yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan pelayanan di rumah sakit masing-masing.
dr. Maliana berharap keberlanjutan pengembangan kompetensi tetap dilakukan oleh para peserta setelah kembali ke daerah. “Fellowship ini bukan menjadi akhir dari proses belajar, tetapi menjadi bagian dari perjalanan untuk terus meningkatkan kompetensi. Kami berharap setelah kembali ke RSUD masing-masing, para peserta dapat terus berkembang, mengimplementasikan ilmunya dan memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat,” ungkapnya. ***