Padang - RS M. Djamil terus mengembangkan kapasitas pendidikan dan pelayanan di bidang obstetri dan ginekologi melalui penyelenggaraan program fellowship. Komitmen tersebut kembali mendapat perhatian melalui kunjungan Tim Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia dalam rangka kegiatan pembinaan fellowship di RS M. Djamil, Senin, 31 Agustus 2026.
Kunjungan yang berlangsung di Ruang Rapat Direksi RS M. Djamil tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan penyelenggaraan program fellowship berjalan sesuai standar pendidikan, pelayanan, serta kebutuhan pengembangan kompetensi dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk melihat secara langsung kesiapan fasilitas, sumber daya manusia, hingga proses pembelajaran yang mendukung pelaksanaan fellowship di rumah sakit.
Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, mengatakan keberadaan fellowship memiliki peran penting dalam meningkatkan kompetensi dan keahlian dokter spesialis pada bidang-bidang tertentu yang membutuhkan kemampuan lebih spesifik dan mendalam.
“Fellowship ini tentu manfaatnya sangat besar untuk pengembangan kompetensi. Dokter yang mengikuti fellowship akan memiliki kompetensi yang lebih spesifik dan mendalam. Pada akhirnya, kompetensi tersebut juga akan menunjang pengembangan layanan di rumah sakit, sehingga kemampuan pelayanan yang kita miliki semakin luas dan semakin baik,” ujar Dovy.
Menurutnya, program fellowship tidak hanya memberikan manfaat bagi peserta melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan klinis, tetapi juga memberikan dampak terhadap pengembangan sumber daya manusia dan layanan di rumah sakit. Peserta fellowship mendapatkan kesempatan untuk memperdalam keilmuan melalui pengalaman klinis, paparan kasus, serta pembelajaran langsung bersama para tenaga ahli di bidangnya.
Kompetensi yang diperoleh melalui fellowship selanjutnya diharapkan dapat diimplementasikan dalam pelayanan sehari-hari. Dengan demikian, pengembangan fellowship menjadi bagian dari strategi rumah sakit dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat kualitas dan cakupan pelayanan kepada masyarakat.
“Yang kita harapkan bukan hanya peserta fellowship yang berkembang, tetapi juga layanan di rumah sakit daerah ikut berkembang. Kompetensi yang didapat bisa diterapkan dalam pelayanan dan menjadi kekuatan bagi rumah sakit untuk memberikan layanan yang semakin komprehensif kepada masyarakat,” tambahnya.
Dovy menjelaskan, RS M. Djamil saat ini telah menjalankan lima program fellowship di bidang obstetri dan ginekologi. Yakni fellowship obstetri emergensi, fellowship endoskopi ginekologi reproduksi dan fertilitas, fellowship penanganan dini kanker serviks dan fellowship ginekologi estetika. Keberadaan lima fellowship tersebut menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung pengembangan pendidikan kedokteran spesialistik sekaligus meningkatkan kapasitas pelayanan sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan masyarakat.
“Alhamdulillah, saat ini sudah ada lima fellowship obstetri dan ginekologi yang berjalan di RS M. Djamil. Ini tentu menjadi sesuatu yang harus kita jaga kualitasnya dan terus kita kembangkan. Harapannya, fellowship ini tidak hanya menghasilkan sumber daya manusia yang semakin kompeten, tetapi juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan layanan di rumah sakit daerah,” katanya.
Selain pengembangan fellowship yang telah berjalan, RS M. Djamil juga memiliki rencana untuk mengembangkan fellowship di bidang fertilisasi in vitro atau in vitro fertilization (IVF). Rencana tersebut nantinya akan diarahkan melalui kerja sama dengan Morula IVF sebagai bagian dari upaya pengembangan kompetensi dan layanan di bidang reproduksi berbantu. “Untuk itu nantinya kita akan membangun kerja sama dengan Morula IVF. Harapannya, ini dapat menjadi bagian dari pengembangan kompetensi sekaligus penguatan layanan yang kita miliki,” tutur Dovy.
Ia menambahkan, pengembangan program fellowship perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan standar pendidikan, kesiapan tenaga pengajar, fasilitas pelayanan, serta kebutuhan masyarakat. “Karena itu, pembinaan dan evaluasi bersama dengan kolegium menjadi bagian penting untuk memastikan setiap program fellowship yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik dan berjalan sesuai ketentuan,” ucapnya.
Dalam kegiatan tersebut, Tim Kolegium Obstetri dan Ginekologi Indonesia dipimpin oleh Dr. dr. Rizal Sanif, Sp.OG, Subsp.Onk, MARS dan dr. Muhammad Rizki Yaznil, M.Ked(OG). Tim visitasi turut didampingi Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan dan Penelitian RS M. Djamil, dr. Maliana, M.Kes, Ketua Departemen Ibu dan Anak, Dr. dr. Roza Sri Yanti, Sp.OG, KFM, serta Ketua POGI Sumatera Barat, Dr. dr. Bobby Indra Utama, Sp.OG, Subsp.Urogin.RE, FISOG dan staf Obgin.
Setelah pertemuan di Ruang Rapat Direksi, tim kemudian melakukan penelusuran secara langsung ke sejumlah area pelayanan yang berkaitan dengan penyelenggaraan pendidikan dan pelayanan obstetri dan ginekologi. Penelusuran dilakukan di Poliklinik Kebidanan, Klinik Istano, serta Instalasi Bedah Sentral.
Visitasi tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan, kesiapan sarana dan prasarana, serta lingkungan pendidikan yang mendukung pelaksanaan fellowship. Penelusuran lapangan juga menjadi bagian penting dalam memberikan gambaran mengenai proses pelayanan dan pembelajaran klinis yang berlangsung di RS M. Djamil.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan exit meeting. Dalam pertemuan tersebut dilakukan pembahasan dan penyampaian hasil visitasi, termasuk berbagai catatan, masukan, serta rekomendasi yang dapat menjadi bahan evaluasi bagi RS M. Djamil dalam pengembangan dan peningkatan kualitas program fellowship. ***