Rabu, 02 September 2026 15:31 WIB

Workshop Penguatan Pelayanan NICU Hadir di Surabaya

Responsive image
NRI - Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan
178

Surabaya – Kematian Neonatal masih menjadi tantangan yang membutuhkan penguatan pelayanan secara sistematis, terutama pada kondisi seperti BBLR, prematuritas, asfiksia, infeksi, dan kelainan kongenital. Kondisi tersebut membutuhkan penguatan pelayanan secara sistematis, karena keberhasilan pelayanan tidak hanya ditentukan oleh keberadaan NICU, tetapi juga oleh kesiapan SDM, alat, tata kelola, mutu pelayanan, serta kemampuan rumah sakit dalam merespons kondisi bayi yang mengalami perburukan.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kementerian Kesehatan melalui Direktorat Pelayanan Klinis Ditjen Kesehatan Lanjutan menyelenggarakan Workshop Penguatan Pelayanan NICU pada tanggal 1-3 September 2026 di Surabaya setelah sebelumnya menyelenggarakan kegiatan yang sama di Bandung.Β 

Bekerjasama dengan UNICEF dan menghadirkan Narasumber dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Ikatan Perawat Anak Indonesia (IPANI), Ikatan Ahli Teknologi Elektromedik Indonesia (IKATEMI) dan Kementerian Kesehatan, pertemuan ini diselenggarakan secara luring dengan mengundang perwakilan dari Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Dinas Kesehatan Kota Malang, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh 12 rumah sakit yang terdiri atas rumah sakit pengampu Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), rumah sakit yang memenuhi kriteria Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (PONEK), serta rumah sakit dengan angka kematian neonatus yang tinggi berdasarkan hasil pelaporan.

Direktur Pelayanan Klinis Kementerian Kesehatan, dr. Obrin Parulian, M.Kes, dalam sambutannya saat membuka acara tersebut secara daring membahas terkait penguatan pelayanan yang harus dibentuk dari pemahaman yang sama.

β€œPenguatan pelayanan tentu harus dibentuk dari penyamaan pemahaman kita mengenai kebijakannya, mengenai standar pelayanannya, mengenai tata kelolanya, termasuk tentang mutu dan keselamatan pasiennya. Rumah sakit dalam hal ini perlu dimampukan, ya, dimampukan lewat beberapa cara, termasuk workshop ini, untuk mampu mengidentifikasi kondisi bayi secara dini, memberikan tatalaksana yang sesuai, melakukan eskalasi klinis secara tepat, dan memastikan koordinasi antarprofesi serta rujukan berjalan ketika dibutuhkan.” Jelasnya.