Sabtu, 19 September 2026 22:38 WIB

RSO Soeharso Surakarta dan Puskesmas Kartasura Perkuat Jejaring Rujukan untuk Cegah Stunting dan Wasting pada Anak

Responsive image
Humas - RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta
44

Sukoharjo – Dalam upaya mendukung program prioritas nasional untuk menekan angka malnutrisi pada anak, RSO Soeharso Surakarta bersama Puskesmas Kartasura sukses menyelenggarakan kegiatan bertajuk "Penguatan Jejaring Rujukan Dalam Pendampingan Intervensi Dan Pengelolaan Gizi Stunting Dan Wasting Bersama Rumah Sakit dan Puskesmas", pada Kamis, 17 September 2026. Mengusung tema "Cegah Stunting dan Wasting untuk Mewujudkan Anak Sehat dan Tumbuh Optimal", acara ini menjadi langkah strategis dalam mengintegrasikan layanan kesehatan primer dan fasilitas rujukan tingkat lanjut.

Kegiatan ini difokuskan pada peningkatan sinergi penanganan gizi antara fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) dan fasilitas kesehatan rujukan tingkat lanjut (FKRTL). Penanganan stunting dan wasting memerlukan intervensi yang komprehensif, terstruktur, dan berkesinambungan—mulai dari deteksi dini di tingkat masyarakat hingga penatalaksanaan gizi klinis yang tepat sasaran di rumah sakit.

Kepala Puskesmas Kartasura, dr. Henny Puspitosari Utami, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran aktif puskesmas sebagai garda terdepan dalam memantau tumbuh kembang anak.

"Puskesmas memiliki peran krusial dalam deteksi dini serta edukasi pencegahan stunting dan wasting kepada masyarakat. Namun, kami menyadari bahwa kolaborasi dan alur rujukan yang cepat dan tepat ke rumah sakit sangat dibutuhkan untuk kasus-kasus yang memerlukan intervensi medis dan gizi yang lebih kompleks. Jejaring rujukan yang kuat dengan RSO memberikan kepastian penanganan yang lebih komprehensif bagi pasien-pasien di wilayah kami," ujar dr. Henny.

Mewakili Direktur RSO Soeharso Surakarta, dr. Aliya Wardhani sebagai Ketua Tim Terpadu Program Penurunan Stunting  Dan  Wasting  RSO Soeharso Surakarta menyampaikan komitmen penuh rumah sakit dalam mendukung penuntasan kasus stunting dan wasting melalui penyediaan fasilitas dan layanan rujukan yang optimal.

"RSO Soeharso Surakarta siap menjadi mitra strategis Puskesmas Kartasura dalam mengelola kasus malnutrisi. Melalui pendampingan intervensi yang berkelanjutan, transfer pengetahuan (knowledge sharing), dan pengelolaan gizi klinis yang terstandar, kami berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memulihkan kondisi anak-anak yang mengalami stunting dan wasting. Tujuan utama kita bersama adalah memastikan mereka dapat kembali tumbuh dan berkembang secara optimal," jelas dr. Aliya.

Melalui kegiatan penguatan jejaring ini, kedua institusi merumuskan prosedur rujukan yang lebih terpadu dan efisien, serta mendiskusikan pembaruan tata laksana gizi untuk anak. Sinergi antara RSO Soeharso Surakarta dan Puskesmas Kartasura diharapkan mampu menjadi model kolaborasi pelayanan kesehatan yang efektif dalam percepatan penurunan prevalensi stunting dan wasting, sejalan dengan visi mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berdaya saing. ***