Makassar - Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo menegaskan komitmennya untuk tidak hanya berfokus pada pelayanan pasien, melainkan juga memegang tanggung jawab besar dalam mencetak generasi dokter dan dokter spesialis yang kompeten, profesional, serta berintegritas tinggi.
Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Utama RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo dr. Annas Ahmad, Sp.B., FICS., FISQua., AIFO-K dalam acara pembukaan Workshop Clinical Teaching Bagi Dokter Pendidik Klinik bertempat di Auditorium Gedung Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo, Jumat, 18 September 2026.
Ia menekankan bahwa peran dokter pendidik klinis sangat strategis. Menjadi seorang pendidik klinis bukan sekadar berstatus sebagai dokter senior, melainkan mengemban tugas untuk mengajarkan ilmu pengetahuan dan keterampilan secara langsung kepada peserta didik. Seorang pendidik klinis dituntut untuk mampu berperan ganda sebagai teacher, supervisor, mentor, role model, sekaligus asesor.
"Peserta didik belajar bukan hanya dari apa yang kita ajarkan, tetapi juga dari apa yang mereka lihat dari cara kita bekerja, berkomunikasi dengan pasien, mengambil keputusan klinis, bekerja dalam tim, dan menjaga etika profesi," ujar dr. Annas.
Dalam arahannya, dr. Annas menyampaikan tiga poin penting yang ditekankan untuk dipegang teguh oleh para peserta workshop:
Pertama, Keselamatan Pasien sebagai Prioritas Utama: Pendidikan tidak boleh mengorbankan keselamatan pasien, di mana setiap proses pembelajaran wajib memastikan patient safety tetap menjadi nomor satu.
Kedua, Lingkungan Pendidikan yang Sehat dan Bermartabat: Harus dibangun ekosistem belajar yang bebas dari perundungan, intimidasi, diskriminasi, maupun budaya senioritas yang tidak sehat, serta menjunjung tinggi profesionalisme.
Ketiga, Perubahan Paradigma Pembelajaran: Fokus pengajaran harus bergeser dari sekadar menyampaikan materi menjadi memastikan peserta didik benar-benar belajar dan mencapai kompetensi sesuai kurikulum program studi masing-masing.
Melalui workshop yang berlangsung selama dua hari ini, para peserta dibekali dengan berbagai metode pembelajaran klinis modern seperti bedside teaching, one-minute preceptor, snaps, hingga workplace-based assessment.
Sebagai salah satu kawah candradimuka pendidikan kedokteran di Indonesia Timur, kualitas lulusan dokter spesialis di masa depan sangat ditentukan oleh komitmen dan kualitas para pendidik klinis di rumah sakit ini. Dengan terlaksananya kegiatan ini, RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo berharap budaya clinical teaching yang terstandar dapat diterapkan secara konsisten di setiap departemen dan unit pelayanan, demi peningkatan mutu layanan kesehatan secara nasional.***