Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Rabu, 14 Oktober 2026 17:27 WIB

RS M Djamil Lakukan Penyegaran Organisasi Perkuat Tata Kelola Rumah Sakit

RS M Djamil Lakukan Penyegaran Organisasi Perkuat Tata Kelola Rumah Sakit
Humas - RSUP dr. Djamil Padang 31 kali dilihat

Padang - RS M. Djamil terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kinerja organisasi, memperkuat tata kelola rumah sakit, serta mendorong pelayanan kesehatan yang semakin berkualitas. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui penyegaran organisasi dengan menempatkan sumber daya manusia yang kompeten, berintegritas, dan memiliki komitmen terhadap kemajuan rumah sakit.

Komitmen tersebut ditandai dengan penyerahan Surat Keputusan (SK) Direktur Utama kepada dua pejabat, yakni Plt. Asisten Manajer Penunjang Medik Prilusiansi, SKM, MM dan Asisten Manajer Perencanaan Anggaran Akbar Nofismal Putra, S.Kom. Penyerahan SK berlangsung di Ruang Kerja Direktur Utama pada Rabu, 14 Oktober 2026.

SK tersebut diserahkan langsung oleh Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua. Turut disaksikan Direktur SDM, Pendidikan dan Penelitian dr. Maliana, M.Kes serta Direktur Perencanaan dan Keuangan Luhur Joko Prasetyo.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama RS M. Djamil, Dr. dr. Dovy Djanas, Sp.OG, KFM, MARS, FISQua, menyampaikan ucapan selamat kepada kedua pejabat yang menerima amanah baru. Berharap penugasan tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kontribusi, memperkuat koordinasi, serta menghadirkan inovasi dalam pelaksanaan tugas dan tanggung jawab masing-masing.

“Selamat kepada kedua pejabat yang telah menerima amanah ini. Jabatan bukan sekadar posisi dalam organisasi, tetapi merupakan tanggung jawab yang harus dijalankan dengan penuh integritas, profesionalisme, dan komitmen. Saya berharap amanah ini dapat dilaksanakan sebaik-baiknya demi mendukung kemajuan RS M. Djamil,” ungkapnya.

Ia menegaskan, penyegaran organisasi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan rumah sakit dalam membangun tata kelola yang semakin efektif, adaptif, dan berorientasi pada hasil. “Setiap pejabat diharapkan mampu memahami peran strategisnya, bekerja secara kolaboratif, serta memastikan setiap program yang menjadi tanggung jawabnya berjalan sesuai dengan target yang telah ditetapkan,” ucap Dirut.

Menurutnya, reformasi organisasi tidak hanya berkaitan dengan perubahan struktur atau penempatan personel, tetapi juga menyangkut perubahan pola pikir, budaya kerja, dan kualitas pelaksanaan tugas. Karena itu, setiap insan RS M. Djamil perlu memiliki semangat untuk terus belajar, melakukan perbaikan, serta mengembangkan cara kerja yang lebih efektif dan efisien.

“Reformasi harus dimulai dari diri kita sendiri, dari bagaimana kita bekerja, bagaimana kita membangun koordinasi, dan bagaimana kita memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi. Kita tidak boleh hanya menjalankan rutinitas, tetapi harus terus mencari ruang untuk melakukan perbaikan dan menghadirkan nilai tambah,” tegasnya.

Direktur Utama menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang mengedepankan profesionalisme, akuntabilitas, transparansi, dan kolaborasi. “Dalam lingkungan rumah sakit yang memiliki kompleksitas pelayanan dan administrasi, setiap unit kerja mempunyai peran penting dalam mendukung pencapaian tujuan organisasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, penguatan fungsi penunjang medik menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan pelayanan rumah sakit berjalan secara optimal. Dukungan penunjang medik yang dikelola dengan baik akan membantu meningkatkan efektivitas proses pelayanan, memperkuat koordinasi antarunit, serta mendukung terciptanya pelayanan yang aman dan bermutu bagi pasien.

Di sisi lain, fungsi perencanaan dan penganggaran juga memegang peranan strategis dalam menjaga keberlangsungan program rumah sakit. Perencanaan yang matang, penyusunan anggaran yang terukur, serta pengelolaan sumber daya yang akuntabel diperlukan agar setiap program dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat optimal bagi organisasi.

“Oleh karena itu, kedua pejabat yang menerima penugasan diharapkan mampu menjalankan tugas sesuai dengan kewenangan masing-masing, membangun komunikasi yang baik dengan unit terkait, serta mengedepankan penyelesaian masalah secara terukur dan berorientasi pada solusi,” tegas Dirut.

Direktur Utama juga mengingatkan keberhasilan organisasi tidak dapat dicapai hanya melalui kerja individu. Diperlukan sinergi antara pimpinan, pejabat struktural, dan seluruh pegawai agar berbagai kebijakan dan program rumah sakit dapat terlaksana secara konsisten. Setiap unsur organisasi harus saling mendukung dan memiliki pemahaman yang sama terhadap arah kebijakan serta target kinerja yang ingin dicapai.

“Yang kita bangun bukan hanya kinerja masing-masing individu atau unit, tetapi kinerja organisasi secara keseluruhan. Karena itu, komunikasi, koordinasi, dan kerja sama harus terus diperkuat. Setiap pekerjaan harus memiliki tujuan yang jelas, indikator keberhasilan yang terukur, dan hasil yang dapat dipertanggungjawabkan,” tukasnya. ***