Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Jumat, 23 Oktober 2026 18:45 WIB

Dirjen Kesehatan Lanjutan Paparkan Arah Transformasi Layanan Kesehatan Indonesia di Detikcom Leaders Forum

Dirjen Kesehatan Lanjutan Paparkan Arah Transformasi Layanan Kesehatan Indonesia di Detikcom Leaders Forum
ABS RFS - Sekretariat Direktorat Jenderal Kesehatan Lanjutan 55 kali dilihat

Jakarta - Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kementerian Kesehatan RI, dr. Azhar Jaya, SH, SKM, MARS, menjadi narasumber dalam acara Detikcom Leaders Forum yang digelar di Jakarta, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Forum yang mempertemukan perspektif pemerintah dan healthcare provider ini mengangkat tema transformasi layanan kesehatan untuk mendorong better patient outcomes. Forum ini mempertemukan perspektif pemerintah dan healthcare provider ini juga menghadirkan Ir. Agus Tjahjana Wirakusumah, S.E., M.Sc., IPU, Ketua Komite Nasional Teknologi Robotik Bidang Kesehatan Kemenkes RI, serta David Utama, Presiden Direktur Siloam Hospitals Group.

Dalam paparannya, dr. Azhar menegaskan bahwa transformasi kesehatan bukan sekadar perubahan sistem, pembangunan fasilitas, dan adopsi teknologi, melainkan perbaikan hasil pelayanan yang benar-benar dirasakan pasien. Menurutnya, arah utama transformasi adalah menghadirkan layanan yang lebih bermutu, aman, mudah diakses, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Dirjen Keslan menekankan bahwa keberhasilan transformasi tidak cukup diukur dari berapa banyak fasilitas dibangun atau sistem diperbarui, tetapi dari apa yang berubah bagi pasien setelah transformasi dilakukan. Ukuran keberhasilan harus bergeser dari output program ke outcome pelayanan, mencakup patient outcomes yang semakin baik, mutu pelayanan yang meningkat, keselamatan pasien yang semakin terjamin, serta akses layanan yang semakin mudah dan merata.

Dalam sesi diskusi, dr. Azhar Jaya menyoroti pentingnya prevention dan early detection sebagai prioritas. Ia mengakui tantangan membangun budaya preventif di tengah masyarakat yang masih cenderung datang ke fasilitas kesehatan ketika sudah sakit. Padahal, pencegahan dan deteksi dini dapat mencegah penyakit, mendeteksi faktor risiko sejak dini, meningkatkan keberhasilan pengobatan, mengurangi komplikasi, serta menekan biaya kesehatan jangka panjang.

Terkait kualitas dan konsistensi pelayanan, Dirjen Kesehatan Lanjutan menegaskan perlunya penguatan standar pelayanan dan penerapannya secara konsisten di seluruh fasilitas kesehatan. Kepatuhan SDM kesehatan terhadap standar pelayanan menjadi kunci agar masyarakat mendapatkan layanan bermutu tanpa memandang lokasi maupun jenis fasilitas.

Menanggapi pemanfaatan teknologi dan kecerdasan buatan, dr. Azhar Jaya memandang AI sebagai peluang untuk meningkatkan mutu, ketepatan, dan efisiensi pelayanan kesehatan, terutama dalam deteksi dini, bantuan diagnosis, dan pemantauan kondisi pasien. Namun penerapannya perlu memperhatikan bukti klinis, keselamatan pasien, akuntabilitas keputusan klinis, serta keamanan dan kerahasiaan data kesehatan. Untuk memastikan adopsi teknologi medis berjalan seiring standar kualitas dan keselamatan, pemerintah menggunakan pendekatan Health Technology Assessment (HTA) sebelum suatu teknologi digunakan secara luas.

Dalam membangun kolaborasi, dr. Azhar Jaya menjelaskan pemerintah berperan menetapkan kebijakan, regulasi, standar pelayanan, dan arah pembangunan sistem kesehatan, sementara healthcare provider menerapkan kebijakan tersebut ke dalam praktik melalui penguatan kapabilitas klinis dan kompetensi tenaga kesehatan. Disampikan pula sejumlah upaya konkret Kemenkes, antara lain penguatan kapasitas 578 RS jejaring pengampuan KJSU-KIA melalui SIHREN dan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) untuk peningkatan kapasitas 66 rumah sakit dari kelas D atau D Pratama menjadi kelas C, terutama di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan. Pemenuhan kompetensi SDM dilakukan melalui Program Pendayagunaan Dokter Spesialis (PGDS), beasiswa, pengampuan, dan telementoring ECHO.

Dirjen Kesehatan Lanjutan menyampaikan, ke depan, diharapkan ekosistem kesehatan Indonesia semakin berorientasi pada patient outcomes dengan mengutamakan patient-centered care, sehingga mortalitas dan readmisi menurun, sementara tata kelola, efektivitas, ketepatan waktu pelayanan, dan keselamatan pasien meningkat secara merata di seluruh Indonesia. ***