Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Rabu, 13 September 2023 16:26 WIB

Fase Pengobatan Tuberkulosis

Indah Dwi Putri dan Rizkia Andicha Putra RSUP Fatmawati Jakarta
Fase Pengobatan Tuberkulosis
65310 kali dilihat

Penyakit infeksi tuberkulosis dapat diobati dengan tuntas, yang penting pasien patuh dan minum obat secara teratur. Tahap awal pengobatan tubuh pasien mengkonsumsi obat setiap hari selama 2 bulan dengan jenis obat : R (Rifampisin), H (Isoniazid), Z (Pirazinamid), E (Ethambutol). Tahap lanjutan pengobatan ? konsumsi obat R (Rifampisin), H (Isoniazid) yang diminum setiap hari selama 4 bulan.

Obat – obatan TB Paru (pilihan pertama ), yaitu : Isoniazid (H), Rifampisin (R), Pirazinamid (Z) dan Etambutol (E). Obat-Obat TB Paru (Pilihan Kedua) : Sikloserin, Amikasin / Kanamisin, Ethionamide, Asam p-aminosalisilat (PAS) dan Levofloxacin.

Cara minum obat anti tuberkulosis ( OAT ) adalah sebagai berikut : 1). Rifampisin ? Diminum pada saat perut kosong (1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan) . 2). Pirazinamid ? Diminum pada saat perut isi (setelah makan) . 3). Isoniazid ? Diminum pada saat perut kosong ( 1 jam sebelum makan atau 2 jam setelah makan ). 4). Etambutol ? Diminum pada saat perut isi (setelah makan) .

Jika pasien lupa minum obat ? minum segera obat ketika ingat dan konsultasi ke dokter, Jangan minum 2 dosis sekaligus.

Efek samping OAT ( obat anti tuberkulosis ) yang umum terjadi :

  1. Pirazinamid, Rifampisin, Isoniazid ? Efek sampingnya : Anoreksia, mual, nyeri perut, mengantuk. Cara penanganannya : Diminum dengan bantuan sedikit makanan atau diminum sebelum tidur, dan sarankan untuk menelan obat secara lambat dengan sedikit air.
  2. Isoniazid ? Efek sampingnya : Nyeri Sendi. Cara penanganannya : Memberikan obat NSID seperti aspirin dan parasetamol
  3. Rifampisin ? Efek sampingnya : Air kemih, keringat, air mata, berwarna kemerahan. Cara penanganannya : Memberi edukasi kepada pasien bahwa hal tersebut adalah normal.
  4. Isoniazid ? Efek sampingnya : Rasa terbakar, kebas atau kesemutan di tangan dan kaki. Cara penanganannya : Pemberian Piridoksin (Vitamin B6) 50-75 mg/ hari .
  5.  Etambutol ? Efek sampingnya : Gangguan penglihatan (penglihatan kabur hingga buta warna). Cara penanganannya : Hentikan ethambutol, konsultasi ke dokter.
  6. Streptomisin ? Efek sampingnya : Gangguan pendengaran, pusing vertigo, nystagmus. Cara penanganannya : Hentikan streptomisin, konsultasi ke dokter.

Adanya pilihan obat anti tuberkulosis (OAT) pertama dan kedua karena :

1). Pilihan pertama, diberikan pada pasien yang baru pertama kali terinfeksi TB.

2). Pilihan kedua, diberikan pada Pasien TB yang kebal terhadap obat pilihan pertama .

Resistensi (kebal)

Kondisi ketika kuman terkait sudah tidak dapat lagi dibunuh dengan Obat. Bagaimana caranya supaya tidak terjadi resistensi :

1). Patuhi minum obat. Pasien TB wajib patuh minum obat sesuai dengan anjuran dokter.

2). Minum antibiotik secara baik. Jangan minum antibiotik tanpa resep dokter.

 

Referensi :
Kemenkes RI. 2019. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran Tatalaksana Tuberkulosis.
Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Lexicompt. 2023. Etambutol. USA: Wolters Kluwer.

Lexicompt. 2023. Isoniazid. USA: Wolters Kluwer.

Lexicompt. 2023. Pirazinamid. USA: Wolters Kluwer.

Lexicompt. 2023. Rifampicin. USA: Wolters Kluwer.

Yayasan KNCV Indonesia, Laporan Kasus Tuberkulosis (TBC) Global Dan Indonesia 2022,
diakses pada tanggal 19 Agustus 2023, https://yki4tbc.org/laporan-kasus-tbc-global-dan-
indonesia-2022/