Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Selasa, 13 Oktober 2026 12:39 WIB

Mengenal Gejala Serangan Jantung dan Pentingnya Penanganan Dini

G Wiro S RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta
Mengenal Gejala Serangan Jantung dan Pentingnya Penanganan Dini
24 kali dilihat

Nyeri dada sering kali diabaikan oleh masyarakat, padahal kondisi tersebut dapat menjadi tanda awal terjadinya serangan jantung yang berakibat fatal. Memang benar bahwa tidak semua nyeri dada selalu disebabkan oleh serangan jantung. Keluhan ini juga bisa dipicu oleh masalah kesehatan lain, seperti gangguan saluran cerna atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), pleuritis (radang selaput paru) akibat infeksi, kostokondritis (peradangan tulang rawan iga), hingga infeksi herpes zoster (cacar ular) (1,2).

Namun, masyarakat harus tetap waspada karena serangan jantung merupakan kondisi darurat medis. Kondisi ini terjadi akibat adanya sumbatan pada pembuluh darah koroner (pembuluh darah utama jantung)(3). Sumbatan tersebut menghambat aliran darah ke otot jantung, menyebabkan kematian sel otot jantung (infark miokard), hingga menurunkan kemampuan jantung dalam memompa darah ke seluruh tubuh yang dapat berujung pada kematian mendadak (3,4).

Mengenali Gejala Khas dan Prinsip "Time is Muscle"

Gejala khas dari serangan jantung umumnya meliputi (2,3):

  • Nyeri dada sebelah kiri yang terasa seperti tertindih beban berat.
  • Rasa nyeri yang menjalar hingga ke bahu, lengan kiri, punggung, leher, atau rahang bawah.
  • Keluhan nyeri yang tidak membaik atau tidak hilang meski sudah beristirahat.
  • Gejala penyerta seperti mual, muntah, keringat dingin, dan perasaan gelisah atau cemas (ansietas).

Jika Anda atau orang terdekat mengalami nyeri dada—terutama di sebelah kiri—sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat demi mendapatkan penanganan darurat (3).

Dalam penanganan serangan jantung, dunia medis mengenal prinsip penting: "Time is Muscle" (Waktu adalah Otot Jantung) (4,5). Artinya, semakin cepat pasien mendapatkan penanganan medis untuk membuka sumbatan pembuluh darah, semakin banyak jaringan otot jantung yang dapat diselamatkan agar fungsi pompa jantung tetap optimal (4,6).

Waspadai Nyeri Ulu Hati pada Kelompok Risiko Tinggi

Selain nyeri dada, tanda serangan jantung yang paling sering mengecoh masyarakat adalah nyeri ulu hati. Sebagian besar orang langsung mengaitkan nyeri ulu hati dengan penyakit lambung atau maag (gastritis) (3). Dugaan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi kewaspadaan ekstra harus diterapkan apabila keluhan ini dialami oleh individu yang berusia di atas 50 tahun (7).

Jika pasien memiliki faktor risiko penyerta seperti riwayat diabetes mellitus (kencing manis), hipertensi (tekanan darah tinggi), kolesterol tinggi (hiperlipidemia), atau riwayat stroke, pasien harus segera dibawa ke Unit Gawat Darurat (UGD) terdekat (3,7). Di UGD, dokter akan melakukan perekaman listrik jantung melalui elektrokardiogram (EKG) serta pemeriksaan marka jantung (seperti troponin) untuk memastikan apakah nyeri ulu hati tersebut sekadar gangguan lambung atau justru manifestasi dari serangan jantung (3,7).

Mencegah Lebih Baik daripada Mengobati

Sebelum serangan jantung menyerang, langkah terbaik yang dapat kita lakukan adalah menerapkan pola hidup sehat untuk menurunkan risiko sumbatan pembuluh darah di masa depan. Beberapa aspek gaya hidup yang dapat dimodifikasi dan dikontrol secara rutin meliputi (3,8):

1. Rutin beraktivitas fisik atau berolahraga secara teratur (minimal 150 menit per minggu).

2. Menghindari rokok dan paparan asap rokok (vape maupun rokok konvensional).

3. Menghidupkan pola makan demi mengontrol kadar gula darah dan kolesterol tubuh.

4. Memantau serta mengontrol tekanan darah agar tetap berada dalam batas normal.

Apakah serangan jantung mematikan? Jawabannya adalah Ya. Namun, ancaman mematikan ini dapat dicegah sejak dini melalui gaya hidup sehat. Apabila tanda-tanda serangan jantung sudah terlanjur terjadi, fatalitas masih dapat dihindari dengan satu tindakan kunci: "SEGERA" membawa pasien ke fasilitas kesehatan terdekat tanpa menunda waktu (3,4).

 

Referensi:

1.    Gulati M, Levy PD, Mukherjee D, Amsterdam E, Bhatt DL, Biga C, et al. 2021 AHA/ACC/ASE/CHEST/SAEM/SCCT/SCMR Guideline for the Evaluation and Diagnosis of Chest Pain: A Report of the American College of Cardiology/American Heart Association Joint Committee on Clinical Practice Guidelines. Circulation. 2021;144(22):e368-e454.

2.    Harvard Health Publishing. Chest Pain: A Heart Attack or Something Else? [Internet]. Boston: Harvard Medical School; 2023 [cited 2026 Oct 7]. Available from: https://www.health.harvard.edu/heart-health/chest-pain-a-heart-attack-or-something-else

3.    American Heart Association. Chest Pain Evaluation and Management: Putting the Guidelines into Practice [Internet]. Dallas: American Heart Association; 2024 [cited 2026 Oct 7]. Available from: https://www.ahajournals.org

4.    Braunwald E. "Time is muscle" in reperfusing occluded coronary arteries in acute myocardial infarction. Med J Aust. 2010;193(9):491-492.

5.    Antman EM. Time is muscle: Translation into practice. J Am Coll Cardiol. 2008;52(15):1222-1224.

6.    de Luca G, Suryapranata H, Ottervanger JP, Antman EM. Time delay to primary percutaneous coronary intervention and heart failure in acute myocardial infarction. Am Heart J. 2011;161(6):1012-1018.

7.    Contemporary Risk Stratification of Acute Coronary Syndrome. Marka jantung dan jalur keputusan klinis pada populasi khusus lansia dan diabetes. PMC [Internet]. 2024 [cited 2026 Oct 7]; Available from: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov

8.    World Health Organization. Cardiovascular diseases (CVDs): Prevention and control [Internet]. Geneva: World Health Organization; 2021 [cited 2026 Oct 7]. Available from: https://www.who.int

Sumebr gambar:

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRv-JGYf6Ssd3Nfy9FWeU-U3HbJzZR_C1L46-6kvMJ0pZO6JqDQnnYIi8gN&s=10

https://radiostar.harianjogja.com/assets/2023/08/serangan-jantung.jpg

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcTX3ktbHs7w75SnXwtAUsm1xWC1maOeLmgikusmZkmTRJNmOvtW24AgbUP4&s=10