Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Selasa, 13 Oktober 2026 11:16 WIB

Manfaat Gerakan Ruku pada Shalat terhadap Kesehatan Tubuh

Dhifo Indratama RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta
Manfaat Gerakan Ruku pada Shalat terhadap Kesehatan Tubuh
26 kali dilihat

Shalat merupakan ibadah yang menjadi kewajiban utama bagi umat Islam. Selain memiliki makna spiritual sebagai bentuk penghambaan kepada Allah SWT, shalat juga mengandung aktivitas fisik yang melibatkan berbagai bagian tubuh. Setiap rangkaian gerakan dalam shalat, mulai dari berdiri, ruku’, sujud, hingga duduk, melibatkan kerja otot, persendian, tulang, serta sistem peredaran darah.

Salah satu gerakan yang memiliki perhatian khusus dalam kajian kesehatan adalah gerakan ruku’. Ruku’ merupakan posisi tubuh membungkuk dengan punggung tetap lurus, tangan bertumpu pada lutut, dan dilakukan dengan tenang. Apabila dilakukan secara benar dan tidak tergesa-gesa, gerakan ini dapat memberikan manfaat terhadap sistem muskuloskeletal, terutama dalam menjaga fleksibilitas tulang belakang dan memperkuat otot yang menopang tubuh.

1.      Pendahuluan: Hubungan Ibadah Shalat dengan Kesehatan Jasmani

Tubuh manusia membutuhkan aktivitas fisik yang teratur untuk mempertahankan fungsi organ, kekuatan otot, serta fleksibilitas sendi. Kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan penurunan kemampuan gerak, kekakuan otot, dan gangguan pada sistem rangka. Dalam kehidupan sehari-hari, shalat menjadi salah satu aktivitas rutin yang secara tidak langsung melibatkan latihan gerak tubuh.

Gerakan shalat memiliki karakteristik berupa gerakan ringan hingga sedang dengan durasi singkat namun dilakukan secara berulang setiap hari. Pola gerakan tersebut memiliki kesamaan dengan latihan peregangan karena melibatkan perubahan posisi tubuh, peregangan otot, dan pergerakan persendian. Oleh sebab itu, gerakan shalat dapat memberikan kontribusi terhadap pemeliharaan kesehatan fisik.

2.      Mengenal Gerakan Ruku’ dalam Shalat

Ruku’ merupakan salah satu bagian penting dalam rangkaian ibadah shalat. Secara fisik, ruku’ adalah gerakan membungkukkan badan dengan posisi punggung tetap lurus hingga mendekati sudut 90 derajat. Kedua tangan diletakkan pada lutut sebagai penopang, sementara kepala berada dalam posisi seimbang.

Dalam pelaksanaan shalat, ruku’ tidak hanya dilakukan sebagai perubahan posisi tubuh, tetapi juga harus disertai dengan tumakninah, yaitu kondisi ketika seseorang melakukan gerakan dengan tenang dan tidak terburu-buru. Sikap ini memungkinkan tubuh mendapatkan manfaat gerakan secara lebih optimal.

3.      Pengaruh Gerakan Ruku’ terhadap Sistem Tulang dan Otot

Sistem tulang dan otot bekerja secara bersama-sama untuk memungkinkan manusia berdiri, bergerak, dan melakukan aktivitas sehari-hari. Tulang belakang memiliki peran penting sebagai penyangga tubuh sekaligus tempat perlindungan bagi saraf pusat. Oleh karena itu, menjaga kesehatan tulang belakang menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup.

     A. Menjaga Kelenturan Tulang Belakang

Saat melakukan ruku’ dengan posisi yang benar, tulang belakang mengalami peregangan ringan yang membantu mempertahankan fleksibilitas ruas-ruas tulang belakang. Kelenturan ini penting untuk mempertahankan kemampuan tubuh dalam bergerak dan mengurangi risiko kekakuan pada area punggung.

     B. Memperkuat Otot Punggung dan Pinggang

Gerakan ruku’ melibatkan kontraksi otot terutama pada bagian punggung bawah. Otot ekstensor punggung memiliki fungsi penting dalam menjaga posisi tubuh tetap tegak. Aktivitas kontraksi yang dilakukan secara berulang dapat membantu meningkatkan daya tahan otot tersebut.

     C. Membantu Mempertahankan Postur Tubuh

Postur tubuh yang baik membutuhkan keseimbangan antara tulang, otot, dan sistem saraf. Posisi ruku’ yang dilakukan dengan punggung lurus dapat melatih kesadaran tubuh terhadap posisi yang seimbang sehingga membantu mempertahankan postur yang lebih baik.

     D. Menjaga Fleksibilitas Sendi

Selain tulang belakang, ruku’ juga melibatkan beberapa persendian seperti bahu, siku, lutut, dan pinggul. Pergerakan yang dilakukan secara rutin membantu mempertahankan rentang gerak sendi serta mengurangi kekakuan akibat kurangnya aktivitas.

     E. Mendukung Kelancaran Peredaran Darah

Perubahan posisi tubuh selama shalat dapat membantu mendukung mekanisme sirkulasi darah. Gerakan yang dilakukan secara teratur membantu tubuh tetap aktif dan mendukung fungsi berbagai organ.

4.      Mekanisme Ruku’ terhadap Kesehatan Tubuh

Ketika tubuh berada pada posisi ruku’, terjadi kerja sama antara sistem saraf, otot, dan tulang. Otot menerima rangsangan dari sistem saraf untuk mempertahankan posisi tubuh, sementara tulang berfungsi sebagai struktur penopang.

Gerakan yang dilakukan secara berulang dengan intensitas ringan dapat membantu mempertahankan kemampuan tubuh dalam melakukan koordinasi gerak. Selain manfaat fisik, gerakan shalat juga memberikan efek relaksasi karena dilakukan dengan fokus dan ketenangan.

5.      Cara Melakukan Ruku’ yang Benar

·  Mulai dari posisi berdiri tegak dengan tubuh rileks.

·  Membungkukkan badan secara perlahan hingga posisi mendekati 90 derajat.

·  Menjaga punggung tetap lurus dan tidak melengkung.

·  Meletakkan kedua tangan pada lutut dengan posisi nyaman.

·  Menjaga kepala tetap sejajar dengan posisi punggung.

·  Melakukan ruku’ dengan tenang dan mempertahankan tumakninah.

6.      Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Melakukan Ruku’

Walaupun memiliki manfaat bagi tubuh, gerakan ruku’ tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kondisi kesehatan masing-masing individu. Bagi seseorang yang memiliki gangguan tulang belakang, nyeri sendi, atau kondisi medis tertentu, gerakan perlu dilakukan sesuai kemampuan tubuh.

7.      Manfaat Shalat bagi Keseimbangan Jasmani dan Rohani

Shalat tidak hanya memberikan manfaat terhadap kesehatan fisik, tetapi juga berhubungan dengan ketenangan psikologis. Aktivitas ibadah yang dilakukan secara rutin dapat memberikan waktu untuk beristirahat sejenak dari aktivitas harian, meningkatkan konsentrasi, dan memberikan ketenangan pikiran.

Gerakan ruku’ dalam shalat merupakan salah satu gerakan yang memiliki manfaat bagi kesehatan tulang dan sistem gerak tubuh. Dengan teknik yang benar, gerakan ini dapat membantu menjaga kelenturan tulang belakang, meningkatkan daya tahan otot punggung, mempertahankan fleksibilitas sendi, serta mendukung kebugaran tubuh.

Shalat menjadi bentuk ibadah yang tidak hanya memiliki nilai spiritual, tetapi juga memberikan aktivitas fisik sederhana yang dilakukan secara rutin. Keseimbangan antara kesehatan jasmani dan rohani menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga kualitas hidup manusia.

 

Referensi:

Nayla, N. A., & Ramadhiani, N. (2023). Manfaat Gerakan Ruku’ pada Shalat terhadap Kesehatan Tulang. Jurnal Religion: Jurnal Agama, Sosial, dan Budaya, 1(6), 1185–1192.

Rahmanto, S., Masrinda, Utami, K. P., Rahim, A. F., & Rosadi, R. (2020). Pengaruh Gerakan Sholat terhadap Ketahanan (Endurance) Otot Extensor Punggung Bawah pada Mahasiswa Fisioterapi UMM. Physiotherapy Health Science, 2(1), 7–12.

Rofiqoh, A. (2020). Shalat dan Kesehatan Jasmani. Spiritualia, 4(1), 65–76.

Fajrussalam, H., Imaniar, A. F., Isnaeni, A., Septrida, C., & Utami, V. N. (2022). Pandangan Sains terhadap Shalat untuk Kesehatan. Jurnal Pendidikan Guru, 3(2), 201–212.

Ardiansyah, D., & Ulum, M. (2023). Mengungkap Rahasia Kedahsyatan Gerakan Shalat bagi Kesehatan Tubuh. Journal of Islamic Education & Management, 3(1), 77–89.

Sumber gambar:

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT22EwNQ1UtzAH8kEicGylQwlf5Kw0o7aEntMKmIcO1SPSW9nUk0sDVoAS1&s=10

https://mykmu.net/wp-content/uploads/2024/05/kelebihan-solat.png