Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Selasa, 13 Oktober 2026 11:23 WIB

Penanganan Tepat saat Curiga Patah Tulang

Edith Frederick Liem RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta
Penanganan Tepat saat Curiga Patah Tulang
28 kali dilihat

Kecelakaan ringan, cedera olahraga, atau sekadar terpeleset dapat menyebabkan kondisi serius seperti patah tulang. Gejalanya seringkali berupa nyeri hebat, pembengkakan, memar kebiruan, dan perubahan bentuk pada area tubuh yang cedera. Sayangnya, saat panik, masih banyak orang yang mengambil langkah yang salah.

Bahaya Pijat Alternatif pada Tulang yang Patah

Banyak orang secara spontan membawa korban cedera ke tukang pijat atau pengobatan alternatif. Hati-hati, ini sangat berbahaya! Memijat area yang diduga mengalami patah tulang atau retak sama sekali tidak akan menyembuhkan. Sebaliknya, tekanan dari pijatan dapat menggeser posisi patah tulang sehingga menjadi lebih parah. Ujung tulang yang tajam berisiko merobek otot, merusak saraf, dan memutus pembuluh darah di sekitarnya. Alih-alih sembuh dengan cepat, tindakan ini justru memicu pendarahan hebat, pembengkakan parah, kecacatan permanen, dan risiko amputasi.

Pertolongan Pertama yang Tepat

Jika Anda atau kerabat Anda mencurigai adanya patah tulang, jangan panik. Lakukan langkah-langkah pertolongan pertama berikut:

  •  Jangan digerakkan: Jaga agar bagian tubuh yang cedera tetap diam. Jangan pernah mencoba menarik atau meluruskan tulang yang tampak bengkok.
  • Pasang Bidai: Dukung area yang cedera agar tidak bergeser. Gunakan alat sederhana seperti papan kayu, payung, majalah tebal, atau kardus. Ikat dengan lembut menggunakan kain di atas dan di bawah area yang patah.
  • Kompres dingin: Bungkus es dengan handuk (jangan tempelkan es langsung ke kulit), lalu kompres area yang bengkak selama 15 menit untuk mengurangi rasa sakit.
  • Segera pergi ke Unit Gawat Darurat (UGD): Bawa korban ke rumah sakit terdekat. Dokter perlu melakukan pemeriksaan rontgen untuk memastikan kondisi tulang dan memberikan perawatan medis yang aman.

Penanganan medis yang cepat dan akurat adalah kunci pemulihan yang sempurna. Ingat, pijat bukanlah solusi untuk patah tulang!

 

Referensi:

Zhao Y, Wang L, Zhang H, dkk. Dampak latihan beban terhadap kepadatan mineral tulang pada wanita pascamenopause dengan osteopenia dan osteoporosis: Tinjauan sistematis. Jurnal Penelitian Kesehatan (Juriskes) . 2025;14(2):45-58.

Silva RP, Johnson K, Martinez A. Latihan Kekuatan dan Nutrisi Membantu Mencegah Sarkopenia pada Orang Dewasa yang Lebih Tua. Int J Environ Res Public Health . 2026;22(7):1118.

Mayer F, Scharhag-Rosenberger F, Carlsohn A, dkk. Latihan Kekuatan Berat pada Lansia: Implikasi bagi Kesehatan, Penyakit, dan Kinerja Fisik. J Aging Res (PMC Indexed). 2025;2025:894312.

Kistler-Fischbacher M, Weeks BK, Beck BR. Pengaruh Latihan Beban terhadap Kepadatan Mineral Tulang pada Wanita Pasca Menopause - Tinjauan Bukti Terkini. Osteoporosis Int . 2025;36(1):112-125.

Sumber gambar:

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR4HS_WLeaoocK9RehYfdZoiOMkLt47ctc_l1Dhgv03m6_2MPKmd-ElXtWF&s=10

https://akcdn.detik.net.id/visual/2023/04/06/infografis-pertolongan-pertama-pada-cedera-patah-tulang_169.jpeg?w=480&q=90