Bersama untuk Pelayanan
Kesehatan yang Lebih Baik

MEMUAT...

Mohon tunggu, halaman sedang dimuat.
Rabu, 21 Oktober 2026 13:10 WIB

Mengenal Trigger Finger

Kheluwis Sutiady RS Ortopedi Prof.Dr.R.Soeharso Surakarta
Mengenal Trigger Finger
20 kali dilihat

Mengetik di komputer, menggenggam stang motor, atau sekadar memegang cangkir kopi adalah aktivitas harian yang biasa kita lakukan tanpa berpikir panjang. Namun, bagaimana jika tiba-tiba salah satu jari tangan Anda terasa kaku, berbunyi "klik", atau bahkan terkunci dalam posisi menekuk? Kondisi ini dikenal secara medis sebagai trigger finger atau stenosing tenosynovitis. Sayangnya, karena sering dianggap sekadar pegal biasa, banyak orang mengabaikannya atau justru melakukan pengurutan yang salah hingga membuat peradangan semakin parah.

Mengenali Gejala Khas Trigger Finger

Gejala trigger finger umumnya tidak muncul secara mendadak dalam satu malam, melainkan berkembang perlahan. Pada tahap paling awal, keluhan biasanya diawali dengan rasa kaku atau pegal di area jari, terutama saat Anda baru bangun tidur di pagi hari atau setelah diistirahatkan dalam waktu lama.

Seiring berjalannya waktu, peradangan pada selubung tendon akan membuat pergerakan jari mulai terganggu. Saat mencoba membengkokkan atau meluruskan jari, Anda mungkin merasakan sensasi tersangkut yang dibarengi bunyi atau ketukan kecil (klik). Jika Anda meraba telapak tangan tepat di pangkal jari yang bermasalah, sering kali terasa adanya benjolan kecil yang nyeri saat ditekan.

Jika dibiarkan tanpa penanganan, kondisi ini bisa berlanjut ke tahap yang lebih mengganggu, yaitu jari terkunci (locked finger). Pada kondisi ini, jari bisa tiba-tiba menyangkut dalam posisi ditekuk dan sulit diluruskan kembali secara mandiri, sehingga Anda perlu bantuan tangan sebelahnya untuk meluruskannya secara perlahan.

Penanganan Awal di Rumah

Jika jari mulai terasa ganjal atau kaku, langkah paling penting yang perlu dilakukan adalah mengistirahatkan tangan. Kurangi dahulu aktivitas yang membutuhkan genggaman kuat atau gerakan berulang, seperti memegang stang kendaraan dalam waktu lama atau mengetik tanpa jeda.

Selain mengistirahatkan tangan, beberapa langkah sederhana ini dapat membantu meredakan keluhan:

  • Kompres: Tempelkan kompres dingin pada pangkal jari jika terdapat pembengkakan. Jika keluhan utama berupa kaku di pagi hari, merendam tangan sebentar dalam air hangat dapat membantu merilekskan tendon.
  • Penggunaan Penyangga Jari (Splint): Pakai penyangga ringan saat tidur malam untuk menjaga jari tetap dalam posisi lurus dan mencegah tangan mengepal tanpa sadar.
  • Peregangan Perlahan: Lakukan gerakan peregangan secara halus. Hindari memaksakan menarik atau mengurut keras jari yang sedang tersangkut karena dapat memperparah peradangan.

Kapan Harus Berkonsultasi ke Dokter ?

Penanganan mandiri umumnya cukup untuk membantu gejala yang masih ringan. Namun, Anda disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter spesialis orthopedi apabila:

  • Rasa sakit dan kaku tidak membaik setelah lebih dari seminggu.
  • Jari-jari mengalami kondisi terkunci dan sulit untuk diluruskan kembali.
  • Area di pangkal jari bengkak, merah, atau rasa sakit mengganggu aktivitas sehari-hari.

Ingatlah, tangan adalah salah satu aset terpenting kita dalam menjalani aktivitas sehari-hari. Jika keluhan pada jari mulai mengganggu kualitas hidup Anda, jangan ragu untuk segera menemui spesialis ortopedi untuk mendapatkan diagnosis dan solusi pengobatan yang paling akurat.

 

Referensi:

Manna B, Morrison CA. Trigger Finger. [Diperbarui 7 Agustus 2023]. Dalam: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2026. Tersedia dari: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459310/

Giusti G, Sgarbossa A, Corain M. Dari diagnosis hingga rehabilitasi trigger finger: tinjauan naratif. PMC . 2024;11(12):11664832. Tersedia dari: https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11664832/

Lunsford D, Valdes K. Efektivitas pemasangan bidai dalam menangani jari pemicu pada orang dewasa: tinjauan sistematis. J Hand Surg Am . 2024;49(8):789-798. Tersedia dari: https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/41362294/

Mayo Clinic. Jari pemicu: gejala dan penyebab [Internet]. Rochester (MN): Mayo Foundation for Medical Education and Research; 2024 [dikutip 16 Okt 2026]. Tersedia dari: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/trigger-finger/symptoms-causes/syc-20365100

Sumber gambar:

https://my.clevelandclinic.org/-/scassets/images/org/health/articles/trigger-finger-2

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcT-fQOhPnwMLmFUbE2xcsYlmrneCz3P6xv-x_usooF0H2DqFEmGStr_98VF&s=10

https://www.nkhealth.fit/wp-content/uploads/2026/04/7-Terapi-Latihan-Trigger-Finger-Terbaik.webp