Penegakan Diagnosa Stroke
Stroke bisa terjadi pada setiap orang dan bisa terjadi setiap saat. Penegakkan diagnosa stroke dilakukan dengan cara :
- Pemeriksaan fisik = wawancara dengan pasien atau keluarga dan dilakukan pemeriksaan tubuh.
- Pemeriksaan penunjang = Pemeriksaan darah di laboratorium, Rontgen thorax, Ct. Scan kepala, MRI kepala dan EKG.
Pengobatan dan Therapi dengan cara :
- Obat hipertensi, seperti : amlodipin, candesartan dan ramipril.
- Obat pengencer darah, seperti : aspilet, clopidogrel, simarcs.
- Operasi atau Tindakan Invasif dengan cara DSA atau Craniotomi.
- Rehabilitasi seperti : fisioterapi : terapi wicara, hidroterapi, Rom aktif / pasif.
Rehabilitasi Stroke memerlukan waktu beberapa minggu sampai bulan (sekitar 6 minggu)., dan memerlukan dukungan keluarga dan orang terdekat. Konsultasikan dengan dokter, rumah sakit yang memiliki fasilitas rehabilitasi pasca stroke. Besarnya pembiayaan stroke tergantung dari komplikasi / penyakit lainnya yang menyertai.
Latihan gerak yang dilakukan dalam rehabilitasi stroke meliputi :
- Latihan gerak motorik kaki yang dilakukan secara teratur dengan didampingi tenaga fisiotherapi.
- Latihan gerak motorik tangan dengan menggunakan alat bantu bola genggam.
- Fisiotherapi dengan menggunakan alat hidroterapi.
Perawatan pasien yang dapat dilakukan pasca stroke dengan cara :
- Minum obat secara teratur.
- Monitor tekanan darah secara teratur.
- Latihan rehabilitasi sendiri atau dengan bantuan tenaga fisiotherapi.
- Makan makanan 4 sehat 5 sempurna sesuai kebutuhan kalori tubuh ( diet pasien pasca stroke ).
- Kontrol teratur sesuai anjuran dokter.
- Kontrol perasaan dan pikiran dengan dukungan keluarga.
Dampak depresi pasca stroke menyebabkan : proses penyembuhan terhambat, melakukan isolasi sosial (merasa dikucilkan) dan menurunnya kemampuan kognitif (berpikir, pemahaman dan ingatan).
Gejala depresi pasien stroke antara lain :
- Merasa sedih atau murung.
- Kehilangan minat terhadap aktivitas sehari hari.
- Kelelahan yang berkepanjangan.
- Gangguan tidur selama lebih dari 2 minggu.
Hal – hal yang bisa dilakukan terhadap pederita pasca stroke adalah meningkatkan kapasitas /potensi/ integritas diri untuk memunculkan motivasi dan kepercayaan diri.
Stroke dapat terjadi pada siapa pun tanpa memandang umur dan 90 % stroke erkait dengan 10 faktor resiko yang dapat dicegah. Penyembuhan stroke perlu dukungan diri sendiri dan keluarga.
Referensi :
www.p2ptm.kemkes.go.id
https://rsupfatmawati.id
www.verstock.com
Siahan, Vivian & Sianipar, Rismon Hasiholan. (2021). Analisis dan Prediksi Stroke dengan Python Gui. Sumatera Utara : Balige Publishing Acute
Williams, Jane. Perry, Lin. Watkins, Caroline. (2013). Stroke Nursing. UK : Blackwell Publishing Ltd