Batu Empedu (Kholelitiasis)
Berasal dari bahasa Yunani Chole (Empedu) + lith (batu) + iasis ( proses ) Yang artinya proses terjadinya batu empedu Terdapatnya batu di dalam gallbleder (kantung empedu ) disebut Cholelitiasis.
Cholelitiasis adalah timbunan Kristal yang terbentuk di dalam kantung empedu. ( Widodo, 2010) jika batu di saluan empedu di sebut Choledocolitiasis.
Fungsi Kantung empedu :
- Penyimpanan empedu ( cairan yang di hasilkan hati) untuk mencerna makanan terutama yang berlemak.
- Cairan empedu terdiri dari air, garam empedu, bilirubin dan kolestrol >>> cairan ini masuk ke usus dan mencerna lemak pada usus.
Macam macam batu : Batu kolesterol ( warna lebih kuning ), Batu pigmen (warna kehitaman biasanya karena infeksi ), Batu campuran
Tahapan penyakit empedu :
- Pembentukan batu : begah, rasa nyeri seperti sakit maag
- Terjadi batu namun tidak bergejala ( asimptomatik )
- Sudah bergejala ( simtomatik ) >>> dilakukan pembedahan
- Komplikasi >>> batu menyumbat saluran >>> biasanya di sertai kuning pada seklera mata dan kulit.
Gejala yang dirasakan menurut letak batu
- Jika batu terdapat pada kantung : nyeri hanya seasaat hilang timbul ( gejala seperti sakit maag )
- Jika letak batu menyumbat saluran : nyeri kolik sampai menjalar ke punggung, biasanya timbul demam, kulit berwarna kuning.
Resiko terjadi Kolelitiasis : Obesitas,Usia > 40 tahun, Wanita >> hormon estrogen, Usia subur,
Penurunan BB dengan cepat, Keturunan keluarga dengan Batu empedu.
Menurunkan resiko Kolelitiasis : Mengkonsumsi makanan sehat ( rendah lemak, tinggi serat ).
Menurunkan berat badan dengan bertahap, Minum air yang cukup.
Pemeriksaan Penunjang : Foto polos Abdomen, USG, Laboratorium, ERCP >> bisa untuk mendektesi sekaligus mengambil batu di saluran empedu, MRCP, CT Scan.
Penatalaksanaan
- Terapi obat >>> masih berbentuk lumpur.
- Pembedahan >>> sesuai letak batu dan ukuran batu : Laparascopy, Laparatomi.
Kapan kolilitiasis dilakukan pembedahan ?
- Menyebabkan nyeri yang hebat.
- Batu empedu beresiko sumbatan buntu di saluran empedu utama >>> yang menyebabkan keracunan dengan tanda ikhterus joundis dan obstruktif joundice.
Setelah dilakukan pengangkatan batu
- Empedu masih mengalir dari liver ke usus.
- Menghindari makan makanan berlemak >>> gorengan dengan penggunaan minyak berkali kali pakai.
- Tetap bergaya Hidup Sehat.
Referensi :
https://emedicine-medscape-com.translate.goog/article/175667
https://www-ncbi-nlm-nih-
gov.translate.goog/books/NBK459370/_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc